
"Sayang!!! buruan dong" teriak Ken dari lantai bawah memanggil istri nya yang tengah bersiap.
Sore ini, keduanya memutuskan untuk jalan jalan, menikmati masa pacaran sebelum baby twins launching.
Bug!
"Mama!" seru Ken langsung mengusap kepala nya yang baru saja mendapatkan ciuman panas dari tangan mama nya.
"Istri kamu itu lagi hamil besar! bisa bisa nya kamu teriak teriak begitu manggil dia. Sana ke atas, lihat Naura bagaimana. Bantu dia bersiap, jangan hanya teriak teriak aja! astagfirullah Ken, kamu itu laki laki tapi mulut kamu, astaga!" geram mama Kiara begitu gemas dengan anak sulung nya.
"Orang cuma siap siap doang kok, ih!" keluh Ken memanyunkan bibir nya.
"Kamu mau ke atas, atau mama tendang kamu dari sofa sini!" ancam mama Kiara, seketika membuat Ken langsung berdiri dan bergegas menuju kamar.
Namun, baru setengah perjalanan dirinya menaiki tangga. Ia sudah melihat Naura yang telah tapi hendak turun tangga.
Usia kandungan yang sudah memasuki umur delapan bulan, sehingga perut nya kini terlihat sangat besar. Naura perlahan menuruni tangga dengan begitu hati hati, sambil sesekali menggigit bibir nya dan tangan yang berpegangan pada tralis.
__ADS_1
"You are beautiful," ucap Ken mengulurkan tangga menyambut kedatangan istri nya.
"Ckck gombal!" kata Naura dengan nada ketus, namun tak urung juga membuat nya tersipu.
"Gapapa gombal sama istri sendiri," balas Ken seraya mengedipkan sebelah mata nya.
"Iks apaan sih! udah ayo buruan!" ajak Naura lalu ia menggandeng tangan suami nya untuk menuruni tangga.
Setelah pamit kepada keluarga nya. Ken segera menyalakan mesin mobil nya yang menuju tempat yang di inginkan oleh Naura. Tujuan nya saat ini adalah, sebuah pasar malam yang berada di dekat rumah mama Kiara. Sekalian, nanti Ken akan melihat lihat isinya, karena setelah baby twins lahir, Ken dan Naura akan pindah ke rumah tersebut.
Rumah, dimana kedua orang tua nya di besarkan dulu. Meskipun, selama belasan tahun rumah itu tidak di tempati, namun masih terlihat sangat rapi dan bagus. Karena papa Kaisar, selalu menyuruh orang untuk merawat dan membersihkan nya. Dan bahkan. sesekali mama Kiara juga menginap di sana bersama Papa bila ingin berbulan madu.
"Sayang! aku mau makan bubur ayam!" seru Ken ketika Naura mengajak nya duduk di salah satu warung tenda sate.
"Habis ini. aku pengen sate," ucap Naura tak sabar menunggu makanan nya.
"Ya udah aku ke sana ya"
__ADS_1
"Gak ma!" seru Naura langsung menatap tajam pada suami nya.
Ken pun hanya bisa menghela napas sedikit kasar. Tadi keduanya sudah berkeliling, dan kini istirahat ingin makan sesuatu. Namun malah berdebat karena jarak penjual cukup jauh dan berlawanan. Sehingga. mau tak mau Ken pasrah dan menunggu istri nya makan lebih dulu.
"Enak banget Ken," ujar Naura setelah memakan satu tusuk sate, ia pun langsung menyuapi Ken agar ikut merasakan.
"Aku gak mau sate, Sayang. Aku mau bubur itu, " keluh Ken merengek bak seperti anak kecil. namun meski begitu mulut nya tetap terbuka menerima suapan sate dari istri nya.
Sepanjang makan, Ken terus menolak dan mengoceh bahwa dirinya ingin makan bubur ayam. Namun Naura terus menyuapi suami nya dengan sate, bahkan lontong nya sampai habis dua porsi dengan sate hampir lima puluh tusuk.
Naura hanya makan beberapa saja, karena sudah kenyang. Sejak tadi dirinya membeli banyak cemilan. Maka dari itu, ia ingin melihat Ken yang makan.
"Habisss!!" seru Naura bersorak dan sesekali bertepuk tangan kecil, "Dah habis, ayo sekarang kita mau kemana?" tawar nya menatap Ken.
"Pulang!" jawab Ken dengan raut wajah datar nya menahan kesal.
"Lah, kok pulang!" keluh Naura langsung memanyunkan bibir nya dengan kesal, "Tadi bilang mau makan bubur?"
__ADS_1
"Kenyang!" jawab Ken dengan ketus, namun malah membuat Naura menahan tawa nya.