KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Om Bastian


__ADS_3

“Lo pulang aja dulu, biar gue yang jagain Naura,” kata Clay membuka suara.


“Mending lo aja yang balik, lo baru sampai kan? Jadi lo pasti masih capek?” ucap Ken sedikit tak rela harus meninggalkan Clay dan Naura berduaan.


Hanya berdua, karena Jesika sudah memilih untuk pulang sejak tadi. Antara lelah karena perjalanan jauh, atau lelah karena tidak tahan melihat kedekatan Naura dan Clay, Tidak ada yang tahu.


“Capek gue udah ilang,” jawab Clay dengan raut wajah datar nya.


Euugghhhh


Suara lenguhan dari Naura, membuat kedua laki laki itu langsung beranjak dari tempat duduk nya dan segera menghampiri brankar Naura. Keduanya seolah berlomba untuk menyakan bagaimana keadaan Naura.


“Kamu sudah bangun?”


“Bagaimana keadaan kamu?”


“Apakah masih sakit”


“Katakan dimana yang sakit?”


Naura langsung menghela nafas nya dengan berat ketika dua laki laki di samping nya terus mengatakan hal yang sama berulang kali. Kepalanya masih terasa cukup berat, dan kini terasa semakin berat ketika mendengar pertanyaan dari Clay dan juga Ken.

__ADS_1


“Aku gapapa,” jawab Naura masih begitu lemah.


“Aku khawatir sama kamu,” kata Clay dan langsung menggenggam tangan Naura, bahkan tak jarang Clay mencium punggung tangan itu dengan lembut.


Naura tersenyum dan menatap ke arah Clay, “Aku gapapa, maaf sudah buat kamu khawatir,” ucapnya pelan.


“Enggak! Aku yang minta maaf karena tidak bisa menjaga kamu dengan benar, maaf.” Kata Clay benar benar sangat menyesal, walau ini bukan kesalahan nya, namun Clay sangat merasa bersalah kepada Naura.


“Aku haus,” gumam Naura lagi dengan mata yang sesekali masih memejam.


Dengan sabar dan penuh perhatian, Clay membantu Naura untuk minum. Sementara itu, Ken yang merasa sedikit terabaikan dan kesal, akhirnya memutuskan untuk pergi begitu saja dengan raut wajah marah.


“Shiitttt!” pekik nya ketika sudah berada di luar ruangan Naura.


Karena kesal dan marah, Ken langsung melampiaskan nya kepada tembok lagi. Karena hanya itu satu satunya cara untuknya melampiaskan amarah.


“Masih kurang, gak?” tanya seorang laki laki yang tiba tiba datang menghampiri Ken, “Ternyata yang tadi pagi masih belum cukup?" tanya nya lagi dengan nada menyindir.


“Om ngapain sih disini? Ganggu aja!” cetus Ken semakin bertambah kesal ketika om nya datang dan malah menggoda nya.


“Kenapa sih? Mukanya kusut banget? Gak mungkin lagi PMS kan?” goda om Bastian lagi.

__ADS_1


“Tau ah! Sana pergi, kerja sono jangan ganggu Ken!” usir Ken terus mendorong tubuh om Bastian agar pergi meninggalkan nya.


Bukan marah atau pergi, om Bastian malah terkekeh dan duduk di kursi tunggu yang berada di dekat Ken, “Om pengen lihat gimana kamu mau ngancurin bangunan rumah sakit ini. Ayo lagi, pukul aja lagi. Atau mau om rekam?” tawar nya dengan mengangkat alis, “Aduh, sayang sekali om gak bawa HP, Ken.”


“Om Abas!” pekik Ken semakin kesal dan marah.


“Apa sih?” tanya om Bastian untuk kesekian kalinya, “Patah hati? Kejebak sama skenario sendiri? Atau kejebak sama—“


“Diem deh Om!” seru Ken memotong ucapan om Bastian, “Ken gak mau denger semuanya! Mendingan sana kerja, sebelum tante Nisa ngomel karena jatah bulanan nya berkurang!”


“Hahahaha!” om Bastian semakin tergelak ketika merasa bahwa tebakan nya adalah benar, saat ini keponakan nya sdenag kesal dan marah karena kesalahan nya sendiri.


“Yang harusnya ngomel itu, Naura. Kamu udah kasih dia jatah belum? Itu kewajiban kamu sebagai suami loh, jangan sampai lalai. Yah, walaupun hanya goceng, misal,” ucap om Bastian terkekeh.


“Sumpah ya, om Abas itu bukan nenangin keponakan nya, malah semakin mengacaukan nya, tau gak!”


“Kamu laper kayaknya. Ayo, mending kita makan dulu,” Bastian segera beranjak dan menggandeng tangan keponakan nya untuk mengajak makan.


Sebenarnya, Bastian sudah mengetahui semua kelakuan keponakan nya, tapi ia memilih untuk berpura pura tidak tahu. Awalnya Bastian tidak sengaja mengetahuinya dari ucapan Erish putri bungsu nya. Ia mengira bahwa putrinya sedang mengigau atau berbicara ngelantur. Tapi karena penasaran akhirnya ia membuktikan nya sendiri. Tentu saja Bastian sangat terkejut, bagaimana bisa keponakan nya bisa melakukan hal seperti itu kepada Naura.


Setiap hari berangkat bersama, namun pada akhirnya di turunkan di persimpangan jalan dan ia melenggang menjemput kekasihnya. Sementara Naura akan berangkat dengan menggunakan taxi, atau kadang berangkat bersama Kaila.

__ADS_1


‘Keponakan gue emang ajaib,’ gumam Bastian dalam hatinya berdecak.


Untuk saat ini, Bastian masih belum bicara dengan kakak nya, karena ia tidak mau membuat kakak nya terbebani. Karena akhir akhir ini Kaisar memang sedang sangat sibuk dengan proyek besar. Dan sebenarnya kepergian nya ke Vietnam bukan semata mata untuk menjenguk Kiano, namun memang Kaisar juga sedang melihat pekerjaan nya. Jadilah Bastian memilih diam sambil memantau, sampai mana Ken akan berbuat. Dan bila sekiranya sudah sangat parah, maka Bastian akan langsung ikut turun tangan sebelum sampai di tangan Kaisar dan Kiara.


__ADS_2