
“Ken, aku mau makan!” jerit Naura begitu frustasi karena sejak tadi dirinya ingin keluar kamar tapi tak di perbolehkan oleh Ken. Sejak pulang sekolah tadi hingga sore hari, Ken masih terus memeluk tubuh Naura dengan begitu erat.
“Gak boleh, makanan yang di masak bibi bau banget. Itu makanan basi, beracun, jangan di makan. Aku gak mau kamu kenapa napa,” kata Ken semakin mengeratkan kaki nya untuk mengunci tubuh Naura.
“Jangan lebay kamu Ken, bibi gak mungkin ngeracunin kita semua. Bisa di gantung hidup hidup dia sama Papa kalau berani. Ayo dong Ken, sumpah aku laper banget. Aku masih kebayang itu tadi bau nya wangi banget. Ken, aku laper, aku laper laper laper!” jerit nya dan di akhiri dengan gigitan di bahu Kenzo.
“Sayang!” pekik Ken kesal dan langsung melepaskan pelukan nya dari Naura.
“Makanya jangan lebay!” seru Naura dengan ketus, ia pun segera beranjak dan berlari keluar kamar sebelum Ken kembali mengurung nya.
“Sayang! Nauraaaa!” jerit Ken frustasi. Ia begitu ingin mengejarnya, namun ia tidak kuat bila harus menahan mual seperti siang tadi, tubuh nya masih begitu lemas karena muntah dan tak ingin mengulangi nya lagi. Sebenarnya, perut nya juga sangat lapar, namun ia tidak mau turun ke bawah dan kembali mencium aroma yang tak ia sukai.
Sementara itu, Naura yang sudah sampai di lantai bawah langsung berlari menuju dapur untuk mencari aroma yang sejak tadi selalu terbayang bayang di pikiran nya. Namun, ketika dirinya sampai di meja makan tak ada apapun, Bibi masih memasak untuk makan malam.
__ADS_1
“Bibi masak apa?” tanya Naura mencari aroma yang sebelum nya namun tidak ada.
“Masak semur Non, “ jawab Bibi sambil terus mengaduk masakan nya di wajan, “Non Naura mau apa?” tanya nya balik ketika melihat menantu majikan nya malah mengendus endus sekeliling dapur.
“Bibi tadi siang masak apa? Pas Naura pulang sekolah? Kok gak ada lagi bau nya?” tanya Naura terus mengelilingi area dapur.
“Oh tadi siang Cuma iseng aja Non, si Ida yang masak.”
“Mba Ida masak apa?”
“Sekarang seblak nya mana Bi?”
“Sudah habis Non, langsung di habisin jadi gak ada sisa.” Ujar bibi gak enak sekaligus takut bila kena marah karena memasak makanan itu.
__ADS_1
“Yahhh,” keluh Naura langsung lemas, ia langsung terduduk di lantai sambil memeluk lutut nya.
“Non, jangan duduk disitu, lantai nya kotor!” pekik Bibi terkejut dan langsung membantu Naura untuk bangun, “Non Naura kenapa?”
“Gapapa Bi, ya udah Naura mau ke kamar lagi,” katanya dengan lemas dan segera beranjak kembali menuju kamar.
Cacing cacing yang semula sedang berdemo menuntut makanan dengan aroma wangi kencur tersebut, seketika langsung diam dan lemas tak berdaya. Andai tadi Ken tak menahan nya, pasti Naura bisa mencicipi masakan mba Ida.
‘Ini semua gara gara Ken, bener bener suami lucknat!” umpat Naura menggebu, ia segera mempercepat langkah kaki nya agar bisa membuat perhitungan dengan Ken.
Brakkk!
“Hah!” Ketika Naura membuka pintu kamar nya dengan kasar, seketika itu juga ia langsung mematung di ambang pintu. Ia tak percaya dengan apa yang ia lihat.
__ADS_1
"Ken, kamu ngapain!"