KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Manusia bucin


__ADS_3

“Heh manusia bucin!” seru Naura ketika memasuki kelas dan menemukan Susan dan Har tengah mengobrol dan di selingi canda tawa berdua, “Gue udah telfon dari tadi gak ada yang aktif. Ternyata ckckck!”


“Tau ih, ngeselin banget! Mentang mentang udah lepas masa lajang, jadi begini!” saut Jesika ikut duduk di samping Naura.


“Hehehe, maaf,” kata Susan menyengir smabil menggaruk tengkuk nya, “Aku ganti HP baru, jadi nomor nya juga ganti.”


“Kenapa ganti nomor?” tanya Jesika mengerutkan dahi nya menatap Susan.


“HP ku jatuh,” keluh Susan memanyunkan bibir nya dengan kesal, “Tuh gara gara dia,” imbuh nya menatap Hary.


“Aku kan udah minta maaf, lagian aku juga udha ganti yang baru kok,” kata Hary membela diri.

__ADS_1


“Ciee, yang sekarang aku kamu,” goda Naura terkekeh.


“Udah ah, sekarang aku lega karena akhirnya kalian bersatu. Aku ke kelas dulu, kita saling mendoakan semoga ujian pertama kita lancar dan kita semua lulus dengan nilai terbaik,” kata Jesika dengan penuh semangat.


“Semangat!” seru Susan dan Naura bersamaan saling menemangati satu sama lain.


Jesika segera beranjak dari tempat duduk nya, menghela nafas nya dengan cukup kasar bersama dengan langkah kaki nya meninggalkan kelas Naura. Ia bahagia melihat para sahabat nya sudah bahagia. Meski dirinya kini sendiri, namun ia juga ikut bahagia. Tidak ada perasaan iri sama sekali, namun mungkin jauh di dalam lubuk hatinya ia sangat merindukan seseornag yang sudah cukup lama tak ia temui.


Sementara itu, di perusahaan nya, papa Kaisar tengah berbicara serius dengan adik nya, yakni om Bastian. Ia begitu heran mengapa sikap anak dan menantu nya akhir akhri ini sangat aneh. Om Bastian nampak begitu serius mendengar cerita dari papa kaisar, hingga tiba tiba ia ikut mengernyit ketika mengirabahwa ada sesuatu.


“Mungkin gak kalau kalian mau jadi nenek kakek?” kataom Bastian menahan tawa nya, “Cuma perkiraan, belum pasti.” Imbuh nya ketika mendapatkan tatapan maut dari sang kakak.

__ADS_1


“Tapi kemungkinan besar iya loh. Bukankah bibi bilang kalau kemarin mereka pulang sekolah si Ken langsung mual mual hanya mencium bau kencur? Sikap nya juga semakin ajaib, ckckck anak itu memang ajaib sejak dalam kandungan mama nya,” gumam om Bastian berdecak dan menghela nafas nya kasar, membayangkan kembali saat mama Kiara hamil Ken belasan tahun yang lalu.


“Tapi mereka masih sekolah, gak mungkin Bas. Bahkan aku ragu mereka sudha melakukan hubungan badan,” ucap papa Kaisar sedikit ragu.


“Astaga bang, jangan samain jaman kita sama jaman sekarang!” om Bastian lagi lagi berdecak, “Ken itu kucing ajaib, gak mungkin tiap hari di suguhi ikan seger gak di makan. Jangan terlalu polos deh Bang, apalagi mereka sudah menikah!”


“Tapi Bas—“ rasa rasa nya papa Kaisar masih belum peraya kalau sampai prediksi omBastian benar tentang kehamilan Naura. Tidak mungkin secepat itu, dan papa Kaisar sangat ragu dan kurang yakin bila putra na sudah bisa membuat Naura hamil.


“Mending, nanti Kiara suruh beliin tespek deh. Suruh si Naura coba, atau kalau mau langsung datang aja ke rumah sakit, dan minta di periksa sama dokter Widhi,” kata om Bastian memberikan solusi.


Kaisar hanya mengangguk anggukkan kepalanya seraya berfikir. Berulang kali ia menghela nafas nya dengan berat, emncoba mengumpulkan puzzle puzzle tentang sikap ajaib anak sulung nya yang semakin hari semakin menjadi. Bukan dia kuarng siap menjadi kakek atau nenek, hanya saja ia memikirkan masa depan putra nya. Masa depan Naura dan Ken maish panjang, bagaimana kalau benar mereka akan memiliki anak? Batin Kaisar di ambang kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2