
“Clay, tungguin ih!”
“Je, bisa gak sih berhenti mengikuti ku!”
“Gak bisa, kamu kan tahu. Yang aku kenal disini cuma kamu!”
“Ya makanya kamu cari teman, disini banyak orang, bukan cuma aku!”
“Tapi yang aku mau cuma kamu!”
“Jes, cowok yang lo ikutin terus, itu punya kehidupan. Dan asal lo tahu, dia udah punya cewek, jadi mending lo jauh jauh sebelum cewek nya datang kesini dan labrak lo!” cetus Ken berdecak melihat kerisian Clay ketika terus di pepet oleh siswi baru.
“Serius Clay? Kamu punya pacar?” tanya nya seolah terkejut.
“Ckckck, kamu pikir aku jomblo?” decak Clay lalu ia hendak pergi, namun lagi lagi tangan nya di tahan.
“Clay tungguin!”
“Astaga je, cukup!”
“Ih, aku bilangin Bunda yah!” ancam nya, dan itu memang sangat ampuh. Clay menghela nafas nya kasar, tangan nya mengepal begitu erat. Sejak kecil, ia begitu kesal dengan sosok gadis di depan nya ini. Biang rusuh, batin Clay.
“Clay!” pekik Hary tiba tiba masuk ke dalam kelas Clay dengan nafas memburu.
__ADS_1
“kenapa?” tanya Clay mengerutkan dahi nya menatap Hary.
“Naura huh huh, Na—“
Braakkk!
Belum sempat Hary menyelesaikan kata kata nya, tiba tiba saja, suara dorongan meja yang cukup keras membuat semua mata menatap ke arah sumber suara. Ken yang mendengar nama Naura di sebut, ia langsung mendorong meja nya dan berlari menuju kelas sebelah.
“Lah,” Hary dan Clay menatap kepergian ken dengan penuh tanda tanya.
“Naura kenapa?” tanya Clay lagi.
“Dia di UKS, tadi pingsan.” Jawab Hary membaut Clay menghela nafas nya berat, “Tapi si Ken malah nyamperin ke kelas,” imbuh nya ingin tertawa namun urung.
“Bukan Ken namanya kalau gak rusuh,” gumam Clay lalu ia segera melangkahkan kakinya menuju UKS. Sementara itu, Jesika dan Hary juga ikut mengekor di belakang Clay.
“Cewek nya Clay,” jawab Hary.
“Oh, tapi kok yang khawatir Ken?” tanya nya lagi. Sebenarnya Clay juga terlihat khawatir, namun ke khawatiran di wajah Ken jauh lebih banyak di banding Clay.
Hary tidak menjawab pertanyaan Jesika, karena dirinya juga sedikit bingung. Ken dan Naura hanya sebatas sahabat dan hubungan keduanya terbilang renggang dalam beberapa hari ini, namun mendengar ada sesuatu yang menimpa Naura, Ken masih begitu khawatir dengan nya.
Setelah sampai di UKS, Clay langsung menghampiri Naura yang sedang beristirahat bersama Susan. Ia menyuruh Susan untuk berdiri dan ia gantikan tempat duduk nya, ia menggenggam tangan Naura dan menyentuh kening nya yang ternyata memang benar adanya, panas.
__ADS_1
“Kamu kenapa?” tanya Clay ketika Naura membuka mata nya, “Jangan terlalu di pikirin.”
Naura tersenyum lega ketika melihat wajah Clay sudah di samping nya, “Pusing dikit,” jawab nya lemah.
Brakk!
Seketika semua orang terkejut mendengar suara pintu yang terdorong paksa.
“Ken, ih sakitt!” pekik Jesika langsung menyentuh bahu nya karena sakit akibat di dorong oleh Ken.
“Ini pintu UKS, bukan tempat buat antri sembako!” cetus nya tanpa dosa lalu ia segera masuk untuk melihat keadaan Naura.
"Sialan, di kira kita mau antri sembako! Kurang ajar dia!" geram Jesika dengan menyikut lengan Hary sedikit.
Mendengar suara Ken berada di UKS juga, membuat Naura langsung memejamkan mata dengan tangan yang terus menggenggam tangan Clay dengan erat. Seolah mengerti kalau Naura tak ingin bertemu Ken, Clay menganggukkan kepala nya dan ikut berpura pura seolah Naura sedang tertidur.
“Dia kenapa?” tanya Ken ketika sudah masuk ke ruangan Naura dengan nafas yang sedikit memburu.
“Demam,” jawab Clay kembali menyentuh kening Naura.
"Oh!" jawab Ken seolah tak perduli.
'Begok! Dasar cewek lemah, payah lo Ra! Baru di gituin udah ambruk. Luar doang bar bar, tapi mental lo ciut banget. Astaga Ra, bisa gak sih kuat sedikit!' seru Ken dalam hatinya. Ya dia hanya berani mengomel dalam hati, karena ia masih mendiamkan Naura.
__ADS_1
Sejujurnya, Ken juga sakit melihat keadaan Naura dan rasa bersalahnya sangat besar. Namun, ia begitu kesal dan marah, mengapa harus Naura yang di jodohkan dengan nya. Mengapa bukan Arsy? batin Ken.
Sejujurnya, Ken sangat ingin menghampiri lebih dekat dan menyentuh kening Naura juga. Namun ia urungkan, terlebih ketika sebuah dering ponsel nya berbunyi, ia segera pamit keluar dan mengangkat panggilan telfon nya.