KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Ragu


__ADS_3

“Clay, apa harus sampai sejauh ini?” tanya Jesika menatap lekat pada sosok laki laki yang selalu dia puja selama beberapa tahun di hidup nya.


“Kenapa? Kamu juga akan—“


“Enggak!” jawab Jesika dengan cepat, “Aku gak akan ingkar. Aku tetap akan membantu kamu, tapi—“


“Kalau kamu mau membantu ku, lakukan dengan benar dan jangan ragu!” ucap Clay dengan raut wajah datar.


“Tapi Naura—“ Jesika menundukkan kepala nya, tangan nya saling menaut dan meremas, merasa bimbang dan takut dengan apa yang akan dia lakukan.


“Kau meragukan ku?” tanya Clay langsung menatap tajam pada Jesika, bahkan kini tangan nya sudah mencengkram dagu Jesika dengan cukup erat hingga membuat gadis itu sedikit mengaduh kesakitan.


“Bu—bukan Clay, hiks hiks ta—tapi ... “


“Kau tahu aku tidak menyukai gadis lemah. Aku benci dengan kelemahan,” bisik Clay sambil mengusap wajah Jesika dengan telunjuk nya.


Ini bukan kali pertama nya Jesika melihat sikap Clay yang seperti itu. Bahkan, ketika dulu dirinya masih duduk di bangku SMP, ia di ganggu oleh beberapa preman bahkan ke perawanan nya nyaris di renggut. Namun tiba tiba Clay datang dan menolong nya, di depan matanya ia melihat dengan jelas bagaimana seorang Clay menghabisi beberapa preman di usia nya yang masih di bawah umur.

__ADS_1


Sejujurnya, Jesika tidak mengerti bagaimana bisa Clay ada di tempat nya dan menolong nya. Namun ada rasa bahagia dan bersyukur karena pada akhirnya dirinya di selamat kan oleh orang yang paling ia kagumi. Namun, rasa kagum itu perlahan menghilang sejak melihat dengan jelas bagaimana cara Clay menghabisi preman yang sudah mau memperkosa nya.


Dengan menggunakan sebuah pisau kecil yang berukir nama Clayton. Laki laki itu langsung menusuk beberapa preman hingga tewas. Tidak hanya satu tusukan, namun lebih dari sepuluh tusukan. Dan tidak sampai di sana, bahkan Clay tega memotong alat vital preman itu tepat di depan Jesika.


Sejak saat itu, Jesika selalu merasa takut kepada Clay. Namun entah mengapa, lambat laun rasa takut itu menghilang dan rasa cinta nya semakin besar. Terlebih ketika ia melihat sikap Clay di indonesia yang jauh berbeda dari yang dulu di luar negri.


Tapi kini, untuk kedua kalinya Jesika kembali melihat sorot mata tajam yang ia lihat beberapa tahun silam di luar negri.


“Tapi janji, jangan –“


“Aku tidak akan berjanji kepada siapapun!”


“Hapus air mata mu, dan segera temui dia. Jangan buat dia terlalu lama menunggu. Dan jangan buat aku juga menunggu lebih lama lagi,” kata Clay dengan senyum smirk di wajah nya.


“Clay ... a—apa kamu tidak mau memakai cara lain? A—aku bisa—“


“Jesika ... kau mau membuat ku marah?” hardik Clay langsung menatap tajam pada Jesika.

__ADS_1


“Tapi aku takut Clay, aku takut hiks hiks hiks. A—aku ... “


Jesika sudah tidak mampu meneruskan ucapan nya. Hatinya begitu berkecamuk di ambang dilema. Haruskah dirinya melakukan semua perkataan Clay? Benarkah ia bisa mempercayai laki laki itu, dan benarkah ia bisa merelakan nya?


“Tiga puluh menit dari sekarang, ketika aku sudah sampai di sana dan kalian belum ada. Tunggu hadiah dari ku, untuk kamu Baby ... “ bisik Clay tepat di telinga Jesika, yang malah membuat air mata Jesika semakin mengalir deras.


.


.


.


Hola semuanya... Mommy datang dengan membawa kabar baru nih...


Udah cek profil Mommy belum? udah tau belum kalau Langit udah publish loh...


Yang belum mampir, mampir yuk, jangan lupa like, komen dan tap love yah 🥰🥰🥰

__ADS_1



__ADS_2