
...🌹🌹🌹...
“Naura, lo kenapa?” tanya Susan terkejut ketika melihat Naura datang dengan di gendong oleh Clay.
“Gapapa, mules dikit tadi.” Jawab Naura terkekeh, lalu ia ikut duduk di sebelah Arsy. Sebelah Arsy ada Susan dan di sebelah Susan yakni Jesika yang sejak tadi fokus memakan jagung bakar sambil asik bercanda dengan Hary.
“Loh Ar, dimana Ken?” tanya Naura menatap Arsy dengan tatapan bingung. Biasanya Ken dan Arsy bagai lem dan perangko yang tidak bisa di pisah.
“Kang rusuh bukannya nyariin elo?” jawab Hary yang mendengar pertanyaan Naura.
“Nyariin gue? Buat apa?”
“Dia khawatir sama kamu, karena kamu gak ada,” jawab Arsy tersenyum kepada Naura.
“Dih, dia pikir aku anak kecil,” cetus Naura mendengus, “Aku udah sama Clay kenapa khawatir coba, ckck.”
“Justru karena kamu sama Clay, makanya dia khawatir sama kamu, Naura.”
“Kok gitu? Maksudnya gimana sih? Maaf ya Ar, otak aku suka blank.”
__ADS_1
Arsy tersenyum dan menganggukkan kepala nya, “Hary bilang, kamu dan Clay di dekat toilet cuma berdua. Kamu tahu kan ini hutan, banyak setan nya. Mungkin, di pikiran Ken, dia takut kamu—“
“Astaga! Otak anak itu bener bener minta di upgrade kayaknya!” seru Naura tiba tiba memotong ucapan Arsy, “Dia pikir aku cewek apaan sampai punya pikiran ke sana.”
“Naura, bukan begitu maksudnya Ken. Dia baik kok, dia khawatir sama kamu, dan dia—“
“Sudahlah Ar, gak perlu membela cowok kaya dia. Ckckc, cetek banget pikiran dia,” cetus Naura lagi dan mendengus kesal.
‘Kalian berdua memang cocok, saling memperhatikan, saling perduli, tapi tidak saling menyadari, ckck.” Gumam Arsy dalam hatinya menatap wajah Naura.
Saat sedang menatap Naura dengan berbagai perasaan, tiba tiba mata Arsy bertemu dengan mata Clay yang sedang duduk di sebelah Naura. Hanya beberapa detik, lalu Arsy seolah tersadar dan segera mengalihkan perhatian nya kembali ke depan.
“Selamat malam guys!” teriak Ken yang tiba tiba sudah berdiri di tengah lapangan dekat api unggun.
“Nyanyi,” jawab Arsy tersenyum.
“Pffttt nyanyi? Yakin?” tanya Naura semakin terkejut, dan Arsy lagi lagi tersenyum kecil.
Ya memang, saat sore tadi, Arsy ada membuat permintaan kepada Ken agar nanti malam menyanyikan satu buah lagu untuk nya. Awalnya Ken menolak keras, namun nyatanya kini ia benar benar sudah berada di tengah tengah dan bersiap menyanyi dengan membawa sebuah gitar yang entah darimana dia dapatkan.
“Oke, sebelumnya kasih gue tepuk tangan dulu dong. Artis besar nih!” seru Ken seketika langsung mendapatkan tepuk tangan yang cukup meriah dari teman teman nya.
__ADS_1
Tak ada yang bisa memungkiri, Ken memang sangat tampan, jadi tak heran bila semua siswi langsung memberikan tepuk tangan ketika di minta.
“Cukup!” Ken kembali mengangkat tangan nya ke udara menandakan agar berhenti, “Gue mau nyanyi satu buah lagu buat cewek gue. Kalian tahukan cewek gue?” kata Ken tersenyum bangga menatap dan menunjuk ke arah Arsy.
Karena Arsy dan Naura duduk bersebelahan, tak jarang yang mengira bahwa kekasih Ken adalah Naura. Namun Ken tak memperdulikan nya, karena niatnya memang lagu ini untuk Arsy.
“For you,” kata Ken tanpa bersuara dan menatap ke arah Arsy dengan memberikan simbol love di tangan nya. Ia pun perlahan mulai memetik gitar nya dan mulai bernyanyi.
Dengarkanlah, di sepanjang malam aku berdoa
Bersujud dan lalu aku meminta
Semoga kita bersama ...
Dengarkanlah, .. di sepanjang malam aku berdoa
Cintaku untukmu selalu terjaga
Dan aku pasti setia ....
Ken begitu menghayati setiap bait lagu yang ia nyanyikan, begitu pun dengan Arsy yang terus tersenyum menatap ke arah Ken dengan tangan yang ia satukan dan ia letakkan di dagu.
__ADS_1
‘Meskipun aku tahu itu bukan untukku, tapi aku bersyukur dan cukup bahagia.’