
Setelah sampai di perkemahan, Arsy langsung mencari keberadaan Ken. Sementara naura dna Jesika kembali ke tenda. Hanya sebentar, Jesika juga memilih keluar dan mencari keberadaan Hary dan Clay. Sementara Naura memilih untuk istirahat sebentar karena ia merasa tiba tiba tubuh nya sedikit aneh.
“Ken, aku mau bicara,” kata Arsy ketika melihat Ken sedang berkumpul dengan Hary dan Clay.
“Bicara apa?” ucap Ken dengan wajah datar nya. Ini adalah kali pertama Ken marah dan bersikap acuh kepadaArsy.
Sakit hati? Tidak, entah mengapa Arsy tidak merasakan itu sama sekali, ia hanya merasa bersalah saja karena sudah membuat Ken salah paham.
“Soal tadi, beneran aku gak sengaja,” kata Arsy, “Dia om aku. Dan tadi kami lagi bercanda sedikit, pas kamu datang kami gak sengaja—“
“Aku tahu itu gak sengaja, tapi entahlah... Aku gak tahu Ar, aku bingung.”
“Bingung?” gumam Arsy membeo, “Maksud kamu bingung gimana? Dia om aku loh Ken. Kamu—“
“Jangankan om kamu! Dengan adik kamu saja aku cemburu Ar!” tekan Ken mngusap wajah nya dengan frustasi, “Apalagi aku tahu itu adik dari mama angkat kamu!”
“Tapi kan Ken, aku dan Om Mike gak ada apa- apa,” kata Arsy berusaha menjelaskan lagi.
“Aku—“
__ADS_1
“Clayyy!” teriak Jesika tiba tiba membuat keempat ornag yang sedang fokus itu langsung menatap ke arah sumber suara.
“Huh huh huh, i—itu ...”
“Ada apaan sih? Bicara yang jelas.” Kata Clay berdecak kesal.
“Na—Naura ... dia—“
“Naura kenapa?” tanya Arsy ikut panik melihat wajah Jesika yang nampak begitu khawatir.
“Gak tahu, pas tadi gue mau cari kalian, geu denger dia kaya merintih gitu, terus pas gue masuk tenda lagi, dia kaya—“
Sementara Jesika dan Arsy masih emnatap bingung ke arah Ken yang terlihat sangat tergesa dan panik. Hary dan Clay juga ikut berlari menyusul Ken yang sudah berlari jauh.
“Kadang gue pengen berada di posisi Naura,” gumam Jesika menghele nafas nya kasar.
“Ayo kita lihat Naura,” ajak Arsy tanpa memperdulikan ucapan Jesika.
****
__ADS_1
Setelah sampai di tenda, ternyata memang sudha ramai dengan teman teman naura sekitar. Ken dengan cepat menerobos masuk dan mengusir yang lain agar keluar dari tenda.
“Ra, lo kenapa?” tanya Ken pelan, ia mengangkat kepala Naura dan meletakkan nya di pangkuan nya.
“G—gue ...” Naura semakin memejamkan matanya dengan kuat.
“Lo makan udang?” pekik Ken seolah tahu mengapa Naura seperti itu.
“Bangsattt! Kenapa lo makan itu, Naura!” pekik Ken lagi, sangat terlihat bagaimana panik dan kahwatirnya Ken saat ini hingga terlihat jelas guratan guratan urat nadi di wajah dan leher nya.
“Minggir lo semua!” teriak Ken langsung mengangkat tubuh Naura keluar dari tenda.
“Ken, Naura kenapa?” tanya Arsy dan Clay bersamaan.
“Siapa yang udah ngasih dia makan seeafod?” tanya Ken menatap kepada teman teman nya, “Jawab!” pekik nya lagi membuat Arsy seketika lansung memundurkan tubuh nya.
Baru kali ini ia melihat aura kemarahan pada diri Ken yang ternyata sangat begitu seram dan menakutkan. Dan juga soal seafood, Arsy kembali mengingat ingat makanan yang ia berikan kepada Naura, dan emmang benar, mie instan itu adalah mie rasa udang. Tapi Arsy mana tahu bahwa Naura bisa alergi seperti itu. Naura juga tidak sadar sudah memakan mie instan itu hingga habis karena memnag dirinya sedang lapar dan juga karena terlalu asik dengan drama yang ia tonton.
Kini Arsy dan Jesika tahu mengapa Naura terlihat begitu lemas ketika perjalanan pulang ke tenda. Dan setelah sampai, Naura memilih langsung istirahat di tenda dan seperti tidak memiliki semangat sama sekali.
__ADS_1