KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Tidur dimana?


__ADS_3

“Sayang, mulai hari ini. Kamu resmi menjadi anak Mama. Kamu pindah kesini yah,” ucap mama Kiara yang kini duduk di samping Naura.


“Ti—tinggal disini?” tanya Naura sedikit bingung, lalu matanya menatap ke arah Ken yang kini tengah asik dengan ponsel nya.


“Iya, kamu harus tinggal disini, agar Mama bisa menjaga kamu. Mama mau dekat sama kamu, Mama akan menggantikan waktu waktu yang kamu lalui sendirian selama ini,” ujar mama Kiara lagi. Karena Ken hanya diam dan tak menjawab apapun, akhirnya Naura mengiyakan permintaan mama Kiara.


“Terimakasih Mah,” gumam Naura langsung memeluk mama Kiara dengan erat. Kini ia benar-benar bisa merasakan kasih sayang seorang ibu. Meskipun bunda juga sangat menyayangi nya, namun pelukan mama Kiara sangatlah berbeda.


Setelah acara selesai, kini keluarga besar Ken sedang berkumpul di ruang keluarga. Meskipun Naura sudah mengenal semua keluarga Ken, namun kali ini ia benar benar canggung, karena kini posisi nya bukan lagi sebagai tamu atau sahabat Ken, melainkan seorang menantu dan sudah menjadi anggota keluarga Nolan.


“Gak nyangka ya, lengket dari kecil masih piyik, akhirnya benar benar bersatu di pelaminan. Ahh kisah kalian benar benar sangat romantis,” ujar tante Nisa begitu gemas melihat Naura dan Ken.


Ken hanya mendengus cuek dan kembali fokus dengan ponsel nya, sementara Naura hanya tersenyum kaku.


“Iya Nis, aku juga gak nyangka. Takdir Allah memang sangat indah,” sambung mama Kiara ikut tersenyum menatap anak dan menantu nya.

__ADS_1


“Ken, kalian berdua masih sekolah, jangan buru buru cetak bayi. Selesaiin dulu sekolah nya, kasian Naura!” kata om Bastian seketika sukses membuat Naura dan Ken langsung membulatkan matanya dengan sempurna, “Secara ini malam pertama buat kalian. Kalaupun mau anu ya jangan lupa pakai cara aman, biar gak bablas.”


“Bas, mulut kamu!” Mama Kiara langsung melempar bantal sofa kepada adik ipar nya.


“Ih, aku serius Ra!” seru Bastian kembali melempar bantal sofa ke arah kakak ipar nya, “Lagian emang kamu udah siap jadi nenek kalau Naura hamil?” tanya Bastian lagi, namun kini dengan menahan tawa nya.


“Nenek Kiara,” imbuh nya dan semakin sulit menahan tawa, ia langsung tertawa terbahak bahak ketika melihat wajah Kiara yang nampak pias mencerna ucapan Bastian.


“Om Abas apa apaan sih!” seru Ken langsung tak terima di tertawakan, “Ken itu bukan om Abas ya, yang nafs*uan!” cetus nya.


“Heh, mulut nya, astaga!”


“Sudah sudah, kalian ini kenapa selalu ribut sih!” papa Kaisar tampak menggelengkan kepala nya, pusing melihat perdebatan antara adik dan anak nya, “Ken, sebaiknya kamu anterin Naura ke kamar . Biarkan dia istirahat, kamu juga pasti capek kan?”


“Naura, untuk sementara kalian tidur dulu satu kamar, besok setelah Kiano berangkat, kamu bisa tidur di kamar Kiano,” imbuh papa Kaisar.

__ADS_1


“Iya Pa,” Ken langsung bangkit dari tempat duduk nya, “Ayo Ra,” imbuh nya mengajak Naura untuk naik ke lantai dua.


Ya, untuk sementara memang Naura akan tidur bersama dengan Ken. Hingga saat nanti Kiano adik dari Ken berangkat lagi keluar negri bersama oma Irish dan opa Adi, barulah Naura akan menempati kamar Kiano.


Kiano pun tidak keberatan bila nanti kamar nya akan di tempati oleh kakak ipar nya. Karena memang Kiano bukanlah type manusia ribet seperti kakak nya. Kiano hanya berpesan satu hal kepada Naura bila nanti menempati kamar nya, yakni jaga kebersihan. Hanya itu saja, dan Naura dengan cepat menyetujuinya.


“Ken, gue tidur dimana?” tanya Naura ketika sudah sampai di dalam kamar ken. Keduanya juga langsung terdiam karena kamar Ken sangat rapi dan bersih. Bukan rapi dan bersih karena tidak ada kotoran, melainkan, di kamar itu hanya ada satu tempat tidur dan tidak ada kursi atau sofa sama sekali. Bahkan, kursi belajar pun tak ada.


.


.


.


.

__ADS_1


Gak tau kenapa, mommy lagi seneng banget bacain komen kalian semua. Dan hawanya pengen update terus 🙈🤣🤣🤣


Semoga kalian gak bosen 🤣🤣🤣


__ADS_2