
Sejak tadi, Bastian tak henti henti nya tertawa terbahak bahak. Tentu saja mentertawakan kebodohan sang keponakan yang tiada akhlak. Bagaimana bisa, dia begitu polos seperti itu, ah sepertinya keponakan nya yang satu itu bukan polos, tapi bodoh. batin Bastian tak habis pikir.
"Om, bisa gak kalau ketawa nya nanti aja. Kepala Ken lagi pusing banget ini, apalagi denger tawa om yang kaya kunti itu!" cetus Ken begitu kesal, lantaran niat hati meminta solusi malah mendapatkan bully.
"Sialan, enak aja. Mana aja kunti ganteng begini!" sungut Bastian mencebik kesal.
"Kali aja, kunti nya tranformasi dari anu ke anu!" kata Ken seraya mengangkat kedua bahu nya cuek.
Ingin rasanya, Bastian mencekik keponakan nya, namun tak bisa karena ia juga begitu menyayangi bocah tengil nak rusuh tersebut.
"Makanya, jangan kebanyakan mikir nanem doang. Pikirin juga hasil nya begini!" ucap om Bastian menghela nafas nya dengan kasar.
"Bukankah om sendiri yang bilang waktu itu. Kalau main harus aman, makanya Ken koleksi sarung berbagai macam rasa dan bentuk. Tapi ternyata malah jadi berarti salah siapa? om Bastian lah!" ujar Ken menyalahkan.
"Woy, kenapa jadi om yang kamu salahin! Astaga!"
"Kan semuanya ide dari Om!"
"Heh, bukannya kamu sendiri yang pernah bilang, kamu bisa nahan napsu kamu. Kenapa kamu jebol juga gawang Naura hah!" seru om Bastian gak Terima.
__ADS_1
"Ya kan itu... " Ken nampak bingung hendak menjawab apa ia tidak mungkin mengatakan bahwa ini semua karena Clay yang sudah memberikan obat perang sang kepada Naura. Tidak, Ken tidak akan mengatakan itu.
"Itu apa hem? dasar bocah rusuh kamu itu!" cetus om Bastian berdecak kesal.
"Om, Kem itu laki laki normal. Lagian ini semua juga kemauan Naura, dia kok yang pengen ngerasain, ya sudah Ken kasih lah. Sebagai suami yang baik, dimana coba salah nya?" tanya Ken dengan santai menyalahkan sang istri.
"Cih, om gak yakin kalau Naura yang meminta nya dulu!" kata om Bastian mencebik.
"Dih gak percaya." Ken menggelengkan kepala nya, sekilas, "Gini deh om, kalau misal om pulang kerja terus tiba tiba tante Nisa nungguin om di kamar pake lingerie. Gak mungkin banget kalau gak langsung om serang!"
Bug!
"Om!" pekik nya kesal.
"Mulut kamu Ken, astaga!"
"Ken cuma memberikan perumpamaan. Nah seperti itu juga asal mulai Ken dan Naura bercocok tanam hingga tumbuh si kembar," kata Ken lalu ia menghela nafas nya berat.
"Terus kamu nyesel?" tanya om Bastian mengerutkan dahi nya.
__ADS_1
"Enggak!" jawab Ken dengan cepat, "Eh iya sih ada yang Ken sesali, sedikit doang tapi." imbuh nya.
"Apa?" tanya Bastian penasaran.
"Ken nyesel, kenapa gak dari dulu aja Ken menikah sama Naura dan ngerasain surga dunia," jawab nya lalu ia tersenyum begitu lebar.
"Tuyul!" pekik om Bastian kesal, dan hendak melempar buku lagi kepada Ken, namun dengan cepat keponakan nya itu segera beranjak dan berdiri menjauh dari Bastian.
Bastian benar benar tak habis pikir, mengapa ia bisa memiliki keponakan yang sangat ajaib. Ia beruntung karena kedua putrinya, untung saja tidak seperti Ken.
Sementara itu, Ken langsung tertawa terbahak bahak melihat wajah om nya yang terlihat begitu kesal dan marah padanya. Bukan maksud Ken menggoda om Bastian namun hanya inilah caranya menghibur diri di kala Naura mendiamkan nya dan tak. memberikan nya izin untuk bertemu.
.
.
TAMAT!
Tapi boong!!! 🙈🙈🙈🪁🪁🪁
__ADS_1