
Sepanjang acara, Ken dan Naura terpaksa harus berpisah. Pernikahan keduanya yang masih di rahasiakan, dan Ken yang akan di perkenalkan dengan beberapa rekan bisnis papa Kaisar,akhirinya Naura memilih menyibukkan diri dengan Kaila dan Faiza.
“Kakak tau gak, masa Faiz udah pacaran!” bisik Kaila sambil memakan es krim nya.
Uhukkk hukk uhukk
Naura langsung menata kepada Kaila dengan tatapan tak percaya. Faiza dan Kaila masih duduk di bangku SD. Dan sudah pacaran? Benarkah? Adakah laki laki yang begitu gentle memacari anak SD? Batin Naura sulit percaya.
“Kalau gak percaya, coba aja lihat HP dia, bahkan om Abas sama tante Nisa aja gak boleh lihat itu HP. Gak kaya HP Kaila, yang silahkan siapa aja boleh lihat, yah meskipun pacar Kaila lebih banyak, tapi kan pacar Kaila haluan semua,” kata Kaila berceloteh panjang lebar.
“Haisss!” dengus Naura membuat Kaila terkekeh. Sementara Faiza, sejak tadi ia hanya fokus dengan ponsel nya yang sesekali tersenyum malu malu.
__ADS_1
“Faiz, kamu gak mau makan?” tanya Naura namun tak di dengar oleh Faiza.
“Nah kan, mulai kumat itu kuping nya, padahal suara musik ada di sana, tapi berasa dunia ini milik dia sendiri.” Cetus Kaila kesal, “Nih kakak kalau mau panggil dia begini,” Kaila pun bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri Faiza.
Dorrr!
“Kodok terbang!” pekik Faiza terkejut dan langsung melempar ponsel nya hingga terjatuh di meja, “Kailaaa!” teriak nya marah.
“Hahahaha sejak kapan ada kodok terbang.” Seru Kaila tertawa terbahak bahak di tengah keramaian, tanpa perduli dirinya menjadi sorotan beberapa tamu undangan yang hadir, namun itulah Kaila ia tidak pernah perduli akan pandangan orang.
“Dih, salah sendiri punya kuping gak di pasang,” ujar Kaila santai lalu ia kembali duduk di samping Naura.
__ADS_1
“Ckckck, kalian berdua yah, astaga. Gak bisa duduk diem anteng, tuh lihat kaya Kiano dan Erish,” ujar Naura menahan tawa nya agar tidak lepas, sambil melirik ke arah Kiano dan Erish yang nampak anteng dengan ponsel masing masing.
“Faiz kan udah anteng kak dari tadi. Kaila aja tuh yang rese!” cetus Faiza memanyunkan bibir nya kesal, namun Kaila nampak tak perduli, “udah ah, Faiz mau pergi aja. Males sama Kaila!” imbuh nya lalu ia segera beranjak dan pergi.
“Lah ngambek, kamu sih Kai,” kata Naura menyalahkan adik ipar nya.
“Halah, itu Cuma alasan dia doang kak. Kaila yakin dia mau nemuin seseorang makanya kejadian tadi dia buat alesan biar bisa pergi,” celetuk Kaila tersenyum menyeringai menatap kepergian Faiza.
“Nemuin siapa? Memang nya pacar dia ada disini? Anak dari rekan bisnis papa kah?” tanya Naura penasaran.
“Kakak penasaran gak? Kaila juga penasaran loh, kita ikutin yok,” ucap Kaila mengajak Naura mengikuti Faiza.
__ADS_1
Karena penasaran, akhirinya Naura menganggukkan kepala nya dan pasrah mengikuti langkah kaki Kaila yang mencari keberadaan Faiz, hingga tiba tiba keduanya berhenti di sebuah lorong yang tak terlalu ramai. Naura langsung di buat menganga ketiak melihat Faiz begitu manja dan bahagia dengan seorang laki laki ber jas biru muda yang senada dengan dress yang di kenakan Faiz.
Namun sayang, Naura tidak bisa melihat jelas wajah laki laki itu, hanya saja Naura yakin laki laki itu bukan lelaki seumuran Faiz, karena terlihat dari gesture tubuh nya yang lumayan tinggi suaranya yang bukan suara anak kecil. Jelas saja anak kecil, karena Faiz masih bersekolah di sekolah dasar.