KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Tawaran pernikahan


__ADS_3

“Ayo kita menikah!”


“Jangan gila kamu Ken!” seru Naura membulatkan matanya dengan sempurna.


Naura sangat terkejut mendengar ucapan Ken. Bagaimana bisa, laki laki itu mengajaknya menikah, menyetujui permintaan tante Kiara. Sedangkan keduanya kini menjalin hubungan dengan orang lain.


“Ra, gue udah pikirin ini mateng mateng dari kemarin!” kata Ken mendekati Naura, kini ia duduk di kursi samping brankar,” Gue—“


“Tunggu!” ucap Naura memotong ucapan Ken, “Dari kemarin? Berarti lo udah tahu hal ini sejak kemarin?”

__ADS_1


“Iya, gue udah tahu sejak beberapa hari yang lalu. Sorry karena gue bersikap kasar sama lo. Gue kecewa sama nyokap gue, dan gue kecewa kenapa harus elo Ra, kenapa harus elo!” ujar Ken yang membuat Naura begitu speachles hingga tak mampu mengucapkan kata kata apapun.


“Ra, kita bisa menikah diam diam. Lo masih bisa pacaran sama Clay, dan gue juga akan mempertahankan hubungan gue sama Arsy. Mama cuma gak mau lo hidup sendiri, mama pengen jagain lo dan lindungi elo. Setelah lulus sekolah nanti, kita kuliah ke luar negri, setelah itu kita lulus dan bisa bercerai. Mudah bukan Ra, kita jalani hari hari kita seperti biasa. Cuma status doang Ra, status!” kata Ken berusaha membujuk Naura.


“Semudah itu Ken?’ tanya Naura dengan tersenyum getir, ia berfikir bila Ken mengajaknya menikah maka mereka akan memulai hidup baru. Tapi ternyata ia salah, bukan membuka lembaran baru, tapi nyatanya malah akan menambah luka baru.


“Ken, kepala gue pusing. Gue mau tidur,” ujar Naura lirih dan hendak membaringkan tubh nya kembali.


“Ken, pernikahan itu hal yang sakral dan bukan main main!” seru Naura tak habis pikir.

__ADS_1


“Ra, ini hanya sementara. Dan juga, meski kita menikah kita gak akan ngapa ngapain, semua akan berjalan sepeti biasa, kita sahabat Ra. Sahabat!” tekan Ken sekali lagi tanpa sadar sudah menyayat hati Naura semakin dalam.


“Kalau kita sahabat, kenapa lo maksa banget buat nikahin gue sih Ken? Kenapa?” tanya Naura memberanikan diri untuk menatap wajah ken.


“Karena—“ Ken terdiam seolah berfikir, karena sejujurnya dirinya juga tidak tahu mengapa sangat ingin menerima pernikahan itu, “Karena agar gue bisa jagain lo. Dan lo tahu, gimana nyokap gue ngancem gak bakal anggep gue anak nya kalau gue gak berhasil bujukin elo.”


“Lo masa tega sih Ra, biarin gue terlantar. Kita berdua akan jadi gelandangan, kita terlantar Naura. Dan Arsy gak akan mau lagi sama gue nantinya,” keluh Ken bergidik sendiri, “Tapi kalau kita menikah, setidaknya lo punya rumah dan punya keluarga yang akan selalu lo jadiin tempat bersandar. Lo gak perlu terluka lagi atau mengemis kasih sayang dari tua bangka itu Ra.”


“Ken, gue gak suka sama ucapan lo. Dia ayah gue!” cetus Naura menghela nafas nya dengan kasar.

__ADS_1


“I know. Terserah lah lo mau bilang apa dan bagaimana, tapi bagi gue dia tetap tua bangka gak tau diri. Dia gak pantes nyakitin elo ra. Dan gue gak rela lo terus nangis karena orang kaya dia. Lo harus bahagia Ra, lo bisa bahagia, lo bisa buktiin ke ayah lo itu kalau tanpa dia lo bisa sukses dan bahagia!” kata Ken panjang lebar, dengan penuh keyakinan dan ketegasan.


‘Jadi yang berhak nyakitin gue dan nyakitin gue cuma elo, Ken.’ Gumam Naura dalam hatinya seraya memejamkan matanya erat dan menarik nafas panjang.


__ADS_2