KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Mau jualan


__ADS_3

"Ken, ngapain kok malah diam?" tanya Naura lagi, karena kini Ken hanya mendengus sambil menatap nya sedikit kesal.


"Aku dari tadi panggil kamu loh Yank, dari luar. Aku ketuk pintu teriak gak ada kamu jawab sama sekali!" Kata Ken berdecak, "Aku khawatir sama kamu, makanya aku dobrak pintu nya."


"Kenapa harus dobrak? kan pintu nya gak di kunci," ucap Naura bingung.


Ken membuang nafas nya kasar, "Mana aku tau pintu nya gak di kunci!" katanya kesal.


"Makanya nanya dong," jawab nya tak kalah kesal, "Kamu ganggu waktu rileks aku!" cetus nya, ia langsung menarik bathrobe di sebelah nya dan segera memakai nya.


"Keluar sana, aku mau mandi!" usir Naura mendorong tubuh Ken.


"Aku capek loh yank udah dobrak pintu," kata Ken memelas.


"Gak ada yang nyuruh kamu dobrak pintu, Ken." jawab Naura malas.


Dirinya sudah lebih baik dari sebelumnya. Dan memang inilah yang ia lakukan bila dirinya sudah sangat stres atau lelah, ia akan memilih untuk berendam beberapa saat sampai kepala nya kembali fresh. Namun yang jadi masalah untuk Ken saat ini kondisi tubuh Naura masih panas karena demam. Itu yang membuat Ken khawatir membiarkan Naura terlalu lama di kamar mandi.

__ADS_1


"Ken, aku mau ke tempat Bunda," rengek Naura tiba tiba kembali teringat oleh bunda nya.


"Enggak hari ini Sayang. Besok, setelah keadaan kamu membaik, kita jenguk bunda lagi. Oke," kata Ken mencoba memberikan pengertian.


"Padahal aku mau nya sekarang," gumam Naura lirih sambil kakinya terus menggesek lantai dan tangan yang saling meremas kuat, jangan lupakan juga bibir yang ia manyun kan karena kesal permintaan nya di tolak oleh Ken.


"Besok yah," kata Ken lagi, lalu ia segera bangkit dan berniat untuk keluar.


"Kamu mau kemana?" tanya Naura ketika melihat Ken hendak menutup pintu.


"Katanya kamu mau mandi?" ucap Ken mengerutkan dahi nya, "Aku tunggu di luar, setelah itu kita makan."


"Memangnya kamu mau apa?" tanya Ken tanpa menjawab pertanyaan Naura.


"Kamu gak mau makan aku?"


"Hah?" Ken langsung menatap ke arah Naura, seketika otak nya loading dan tidak jalan sama sekali mendengar tawaran dari sang istri,"Coba bilang sekali lagi."

__ADS_1


"Gak mau! tidak ada siaran ulang. Sana keluar aja!" usir Naura memanyunkan bibir nya kesal.


"Ya udah iya iya, aku denger kok." Ken langsung melebarkan senyumnya menatap Naura, "Kamu mau rasa apa?" tanya nya lagi dengan penuh semangat.


"Terserah, asal jangan seperti yang kemarin!" ketus nya lalu ia segera masuk ke dalam bilik shower untuk membilas tubuh nya dari sisa sabun rendaman di bathtub tadi.


Ken hanya terkekeh melihat ucapan Naura yang menolak nya memakai pengaman seperti sebelumnya. Padahal ia hanya berniat mencoba inovasi baru, namun ternyata Naura tak menyukai nya.


Naura di larang untuk KB karena takut nantinya akan mempengaruhi kesuburan rahim. Maka dari itu, om Abas dan tante Nisa menyarankan agar memakai sarung. Karena malu untuk membeli langsung, akhirnya Ken memilih membeli lewat aplikasi online. Dan, Ken pun tak tanggung tanggung ketika memesan nya, ia langsung memesan satu kardus besar dengan berbagai macam rasa dan bentuk.


Sempat menjadi pertanyaan mama Kiara ketika melihat ada sebuah paket kardus lumayan besar untuk Kenzo. Namun dengan cepat, Ken menjawab bahwa ia membeli buku novel untuk Naura. Dan saat itu, Naura uang kebetulan sedang bersama mama Kiara di ruang keluarga, sangat antusias mendengar Ken membelikan nya buku novel sebanyak itu.


Karena kardus itu bisa muat untuk belasan buku novel kira kira. Dan bisa di bayangkan sebesar apa kardus nya?


Naura segera berlari menyusul suami nya ke kamar. Dan betapa kecewa nya dia ketika melihat isi paket yang ternyata tidak sesuai kenyataan.


"Kamu mau jualan!" seru Naura begitu kesal melihat isi dari dalam paket.

__ADS_1


"Hehehe, kita bisa coba satu satu, biar tau rasanya." jawab Ken polos dan tanpa dosa.


__ADS_2