
...~Happy Reading~...
Setelah perdebatan panjang kali lebar yang terjadi di pinggir jalan, malam itu. Baik Ken maupun Naura, keduanya masih saling berdiam diri. Sudah terhitung dia hari keduanya perang Dingin, hingga membuat seisi rumah di landa kebingungan.
"Kakak, kalian berdua kenapa sih? lagi sariawan?" tanya Kaila seraya menatap kedua kakak nya secara bergantian.
Kini, posisi mereka sedang sarapan pagi. Meja makan yang biasanya ramai, sejak kemarin begitu sepi seperti kuburan.
"Hemm," jawab Naura menganggukkan kepala nya sambil memakan biskuit nya.
Sementara itu, Ken hanya diam dan tidak menjawab. Bahkan dirinya sejak tadi tidak memakan apapun, pandangan nya lurus menatap isi piring nya tanpa berniat untuk menyentuh atau mengambil makanan apapun.
"Kak Ken kenapa? gak mau sarapan? bukan nya hari ini kakak mau ke kantor sama Papa?" tanya Kaila kini fokus menatap kakak sulung nya.
Ken tidak juga membuka suara, ia hanya menjawab lewat gelengan kepala.
"Ken, kamu sakit?" kini gantian mama Kiara yang bertanya karena sejak tadi hanya melihat putra nya terdiam dengan menatap piring kosong, "Pah, anak kamu kenapa?" imbuh Kiara kini menatap ke arah suami nya.
"Sakit gigi kali, Pa," jawab Naura kini meminum susu nya dan nampak begitu cuek pada Ken.
__ADS_1
"Sa—" baru saja Kaila hendak menyaut kembali perkataan kakak ipar nya, tiba tiba saja Ken memundurkan kursi dengan kasar hingga membuat kursi itu terjatuh ke lantai.
Brakkk!
"Ken, kamu kenapa sih?" tanya mama Kiara semakin heran melihat tingkah anak nya.
Ken tidak menjawab apapun, ia masih terdiam, namun ia sempatkan melirik ke arah istri nya sebentar. Sebelum akhirnya ia berlari menuju toilet untuk mengeluarkan seluruh isi perut nya.
Hoeekkk!
Hoeekkk!
Hoeekkk!
"Ken, kamu gapapa?" tanya Naura ketika melihat suaminya terkulai lemas di lantai kamar mandi.
"Aku—"
Hoeekkk
__ADS_1
Lagi dan lagi, Ken kembali memuntahkan isi perut nya. Membuat Naura semakin khawatir hingga tanpa sadar air mata nya menetes.
"Kamu kenapa sih, hiks hiks hiks. Jangan bikin aku khawatir kenapa, hiks hiks? " tanya Naura dengan di sertai oleh isak tangis.
"Aku gapapa Kok, cuma sedikit mual aja. Beneran aku gapapa," kata Ken tersenyum lega. Bukan lega karena perut nya sudah kosong, namun lega karena kini Naura sudah mau berbicara kepada nya.
Dua hari, baginya seperti sudah dua tahun tidak berbicara dengan Naura. Ia sangat merindukan istri nya. Meskipun keduanya tidur dan tinggal di satu atap yang sama. Namun tetap saja, Ken paling tidak bisa di diamkan sejak dulu.
"Kalau gapapa kenapa muntah muntah begini? bukan karena sate waktu itu kan?" kata Naura dengan suara serak khas orang menangis.
"Astaga, ya enggak lah. Ya kali gara gara sate, sementara itu sudah dua hari, Yank." ucap Ken menggelengkan kepala nya.
"Ya kali aja, sate itu udah basi di dalem perut kamu. Makanya bikin kamu mual nya baru sekarang, karena baru basi hiks hiks hiks."
Ken tidak menjawab ucapan Naura lagi, ia tidak mau berdebat. Apalagi mendebatkan sesuatu yang sangat tidak masuk akal. Beruntung karena akal sehat nya masih bekerja, Ken pun memilih untuk diam dan membawa Naura ke dalam pelukan nya. Sehingga kini, keduanya berpelukan di lantai kamar mandi.
'Dasar pasangan gak modal! pacaran di kamar mandi!' cetus Kaila dari ambang pintu kamar tamu yang di gunakan Ken untuk memuntahkan isi perut nya tadi.
...🍁🍁🍁...
__ADS_1
...Cieee yang nungguin Naura lahiran, tapi gak lahir lahir 🙈🙈🤣🤣🤣🤣...