
...🍁🍁🍁🍁...
“Kalian berapa hari, camping nya Sayang?” tanya mama Kiara ketika menyiapkan sarapan untuk papa Kaisar.
“Hanya dua hari Ma,” jawab Ken seraya menggigit roti nya.
“Hati hati ya, Ken kamu harus jagain Naura . Mama gak mau sampai Naura kenapa kenapa.”
“Mah, dia bukan anak TK lagi. Dan juga, dia udah ada—aduhhh!” pekik Ken ketika merasakan sebuah tendangan cukup kencang di kaki nya, mata nya langsung mendelik dan menatap tajam pada Naura yang kini tengah menatap nya tajam.
“Udah apa?” tanya mama Kiara mengerutkan dahinya.
“Naura sudah ada Susan dan Jesika Ma, jadi Naura akan baik baik saja.” Naura langsung memberikan senyum sedikit terpaksa kepada mama mertuanya, dan saat itu Ken baru tersadar akan statusnya dan langsung menyengir tanpa dosa menatap Naura.
“Mulut gak pernah bisa di jaga, tetep aja rusuh,” bisik Naura mendengus.
__ADS_1
“Sorry, kelepasan.” Jawab Ken terkekeh, dirinya belum terbiasa dengan status barunya yang mana sudah menjadi seorang suami untuk Naura.
“Ken, kamu gak pakai cincin kamu?” tanya mama Kiara kembali melontarkan pertanyaan untuk putra nya, “Cincin itu udah di desain sedemikian untuk menyesuaikan untuk umur seperti kalian.”
“Mah, segala cincin di permasalahin! Gak sekalian aja mama nyuruh Ken dan Naura bawa buku nikah ke camping dan sekolah!” cetus Ken berdecak kesal.
“Kalau kamu mau, boleh juga,” jawab mama Kiara santai.
“Mah!”
Tidak ada yang berani membantah ucapan papa Kaisar, semuanya langsung terdiam dan kembali melanjutkan sarapan nya dengan hikmat. Setelah selesai sarapan, Ken segera mengajak Naura untuk berangkat ke sekolah. Kali ini, Ken benar benar berangkat bersama Naura, tidak ada drama turun di pinggir jalan seperti biasa. Keduanya masuk ke dalam sekolahan bersama dan hingga naik bis pun mereka bersama. Hanya saja, ketika duduk, Ken harus bersama Hary, sementara Naura bersama Clay. Dan Jesika duduk bersama Susan.
Selama perjalanan di isi dengan canda tawa dan nyanyian oleh Hary dan Ken ikut memainkan gitar nya. Di tambah ada iringan band dadakan dari teman teman lainnya, sehingga bis itu terlihat menjadi sangat ramai.
“Badan kamu agak anget?” bisik Clay ketika Naura menyandarkan kepala di bahunya.
“Pusing dikit, kemaren kehujanan,” jawab Naura sedikit lirih.
__ADS_1
“Astaga, kamu gak bisa kehujanan, kenapa gak nunggu sampai reda. Atau berteduh, atau—“
“Aku gapapa, Clay. Beneran deh, di peluk gini aja nanti juga cepet sembuhnya,” kata Naura terkekeh, membuat Clay tersenyum lega. Ia pun semain gemas memeluk kepala Naura.
“Kamu ini ya.” Clay yang merasa begitu gemas dengan Naura, ia langsung mencubit hidung nya hingga membuat Naura kembali memanyunkan bibir nya kesal. Bukan meminta maaf, namun Clay malah semakin gemas melihat wajah Naura yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.
Sementara itu, tak jauh dari tempat duduk Clay dan Naura. Jesika menatap kedekatan keduanya dengan perasaan yang campur aduk, hingga tanpa sadar tangan nya meremas tas nya dengan cukup kuat.
“Jes, mereka sweet banget yah,” bisik Susan ikut menatap ke arah Clay dan Naura.
“Hah, apa? Ah iya, mereka sweet banget,” kata Jesika dengan tersenyum getir.
Tak berbeda dengan Jesika, sejak tadi mood Ken langsung hilang ketika melihat kedekatan Clay dan Naura. Terlebih ketika ia melihat bagaimana Clay mencium kepala Naura. Entah mengapa, ia merasa sedikit sesak dengan rahang mengeras.
‘Gue gak cemburu. Mereka pacaran, jadi wajar. Cih, sok romantis!’ gumam Ken dalam hatinya berusaha mengelak dan mengabaikan suara tawa Clay dan Naura, namun ternyata dirinya begitu penasaran dan tak bisa mengalihkan pandangan nya dari tempat duduk Clay dan Naura.
‘Shittt!’ umpat nya dalam hati dan tanpa sadar ia langsung membanting gitar nya hingga membuat teman teman nya langsung berhenti bernyanyi dan berseru. Mereka langsung menatap bingung kepada Ken, begitu pun dengan Naura dan Clay yang merasa bahwa suara musik berhenti, keduanya langsung menoleh ke belakang.
__ADS_1