
Kiano terus mengetuk pintu kamar nya yang ternyata di kunci dari dalam oleh Ken.
"Kakak buka pintu nya!" teriak Kiano begitu kesal.
"Kakak!" teriak nya lagi, namun tidak ada tanda tanda sama sekali bahwa pintu akan di buka.
Kiano pun berinisiatif untuk mengambil ponsel nya di dalam saku dan menelfon sang kakak yang berada di kamar nya.
"Kakak buka pintu nya!" seru Kiano setelah telfon nya di angkat.
"Pintu nya di kunci sama Ken," jawab nya seketika membuat Kiano mengerutkan dahi, mengapa jadi suara cewek batin nya.
Beberapa detik otak nya nge blank, Kiano langsung berbalik dan melihat Naura masih di tengah tangga sedang memegang sebuah ponsel di telinga nya.
"Astaga!" decak Kiano kesal, ia pun segera mematikan sambungan telfon nya ketika malah Naura yang mengangkat.
"Kenapa HP kak Ken, ada sama kak Naura?" tanya Kiano menghampiri Naura kembali.
"Tadi gak sengaja, aku pikir HP ku," jawab Naura memanyunkan bibir nya.
"Kalian bertengkar?"
"Enggak!" jawab Naura dengan cepat.
__ADS_1
"Terus kenapa kak Ken ke kamar ku? pakai di kunci segala!"
"Ya mana aku tahu coba kamu tanya kakak kamu."
Ingin rasanya Kiano menjerit frustasi, mengapa dirinya bisa terjebak di antara kakak dan kakak ipar nya yang begitu ajaib. Gara gara kedua kakak nya, Kiano banyak membuang waktu yang seharusnya ia gunakan untuk membaca beberapa halaman buku.
"Kiano tunggu!" kata Naura menahan tangan Kiano ketika melihat nya hendak bangkit, "Mama sama Papa gak ada di rumah?"
"Gak ada, paling sebentar lagi pulang. Kenapa?"
"Kaila kemana?"
"Les,"
"Oh ya udah, kamu tutup kuping!" kata Naura menganggukkan kepala nya, "Tutup kuping kamu, aku mau teriak."
"Mau manggil kakak kamu!"
"Astaga, gak ada cara lain?"
"Enggak!" Tak ingin gendang telinga nya pecah akibat suara Naura. Kiano pun memilih pergi meninggalkan Naura di tangga. Ia memilih keluar menuju taman belakang daripada menjadi saksi pertengkaran kakak dan kakak ipar nya.
"Kenzooooooo!" teriak Naura begitu melengking memenuhi sudut ruangan.
__ADS_1
Dan benar saja, hanya sampai hitungan detik, pintu kamar Kiano sudah terbuka. Telihat Ken dengan wajah datar nya keluar dari kamar itu dan mencari keberadaan Naura.
"Keeennn... " panggil nya lagi seolah merengek.
Ken yang mencari keberadaan Naura namun tidak menemukan nya, hingga akhirnya ia melihat Naura sedang terduduk dan bersandar di tengah tengah tangga. Wajah yang semula datar, kini tiba tiba berubah panik ketika melihat wajah Naura.
"Kamu kenapa?" tanya Ken berubah panik.
"Perut aku sakit," keluh Naura menggigit bibir bawah nya.
"Kenapa? kamu jatuh?"
"Enggak,"
"Terus kenapa? kita ke kamar dulu ya," Ken hendak mengangkat tubuh Naura, namun dengan cepat istri nya itu menggelengkan kepala nya.
"Katanya sakit perut, atau kamu mau kita ke rumah sakit?" tawar Ken lagi masih dengan raut wajah khawatir.
"Gak mau," tolak Naura..
"Terus kamu maunya apa?" tanya Ken sedikit frustasi, namun ia berusaha untuk menahan rasa geram nya.
"Perut ku sakit karena laper," gumam Naura lirih, seketika membuat mulut Ken kembali menganga lebar.
__ADS_1
Apalagi ini miskah! dirinya sudah panik mendengar Naura teriak sakit perut dan posisi di tengah tengah tangga. Ia pikir istrinya terjatuh hingga membuat perut nya sakit. Tapi ternyata, wow dugaan nya salah, Hari ini Naura sukses mengobrak abrik perasaan Ken.
Setelah sang adik di buat tegak terus seperti keadilan, kini ia di buat takjub kembali dengan alasan sakit perut Naura, yang ternyata hanyalah rasa lapar.