KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Kepergian Clayton


__ADS_3

Sementara itu, di luar kamar pengantin yang telah kelelahan karena berlomba mencapai puncak. Seorang laki laki tengah berdiri dengan mengepalkan tangan nya sangat kuat. Bahkan, saking kuat nya, hingga membuat telfon genggam nya retak, namun ia sedang berusaha untuk meredam rasa sakitnya dan merelakan yang memang bukan milik nya.


‘Ingat Clay, dia bukan milik mu. Kamu hanya rumah persinggahan nya. Dan jangan terlalu terbawa perasaan. Sadar, dia akan tersiksa bila terus memaksa nya. Relakan Clay. Relakan, fokus dengan tujuan mu dan lupakan soal perasaan mu,’ gumam nya dalam hati berusaha untuk menguatkan hati.


“Tuan, jemputan anda sudah menunggu,” ucap seorang pengawal yang baru saja datang menghadap sang tuan nya.


“Baiklah,” Clay menghela nafas nya berat, seolah tak rela meninggalkan kamar tersebut, “Jangan ada yang mengganggu mereka. Biarkan mereka pergi kapan pun, dan besok mereka akan membawa salah satu mobil ku. Jangan ada yang menghalangi nya apalagi berani menyakiti mereka. Atau kalian akan berhadapan dengan ku!” ancam Clay begitu dingin dan tajam.


“B—baik Tuan,” jawab sang pengawal menunduk hormat.


“Mereka sahabatku, berikan layanan terbaik. Anggap mereka seperti ku, beritahu para pelayan agar menyiapkan makanan untuk mereka,’” kata Clay lagi sambil berjalan menuju lift yang akan membawa nya ke rooftop dimana jemputan nya datang menjemput.

__ADS_1


Sekali lagi, Clay menghela nafas nya dengan kasar. Memejamkan matanya erat, dan membuang nafas kasar, lalu ia segera naik helikopter yang akan mengantarkan nya ke bandara. Dan ketika ia hendak emnutup pintu, ternyata seorang laki laki lain yang seusia nya, datang dengan nafas terengah berusaha menahan nya.


“Mau kemana?” tanya nya dengan nafas yang amsih memburu karena telah berlari.


“Jaga dia, jangan sampai aku kembali untuk merebutnya,” jawab Clay datar dan dingin.


“Brengsekk! Gue tanya lo mau kemana!” sentak nya begitu marah, tadi dirinya hendak tidur namun terbangun ketika mendengar suara helikopter, dengan cepat ia memakai pakaian nya dan berlari mencari arah menuju atap rumah.


Clay tidak menjawab, ia hanya tersenyum kecil menatap sahabat nya. Namun tak bisa ia pungkiri, hatinya merasa begitu sesak karena lagi lagi ia harus menghadapi yang namanya perpisahan. Meskipun Clay begitu dingin dan kejam, namun tak ada yang tahu bahwa hatinya sangat tulus dan lembut. Ia begitu rapuh bila harus menghadapi sebuah perpisahan.


“Enggak! Lo bisa bilang itu sendiri sama dia. Kenapa harus gue!” seru Ken tak terima.

__ADS_1


“Karena kamu berhutang budi padaku, berkat ku kau dan dia sudah bersatu. Jadi sebagai imbalan kau harus mau menyampaikan salam ku kepada Hary.”


“Gue gak sudi!” jawab Ken dengan cepat, “Dan gue gak ngerasa berhutang apapun sama lo!” serunya masih menatap tajam pada sosok Clay yang sudah berada di dalam helikopter.


Lagi lagi Clay hanya tersenyum getir mendengar kata kata Ken yang maish saja angkuh dan tidak mau mengalah. Namun Clay cukup peka dan tahu bahwa Ken sengaja mengatakan begitu karena ingin menahan nya agar tidak pergi.


“Sebentar lagi ujian, lo gak bisa pergi apalagi kabur. Come on lay, kenapa lo ikut jadi pengecut begini! Ayo turun!” seru Kne hendak menarik tangan Clay dan dengan cepat Clay menggelengkan kepala nya dan menepis kasar tangan Ken.


“Lo bisa kabur setelah ujian selesai. Kalau lo kabur sekarang lo gak bakal bisa lulus sekolah. Gak lucu Clay, seorang pemimpin tapi gak lulus sekolah! Malu Clay, ayo turun!” paksa Ken lagi hingga membuat Clay menghela nafas nya dengan kasar.


“Pastikan dia bahagia atau aku akan menjemput nya,” ucap Clay dingin, lalu ia segera memerintahkan kepada pilot nya untuk segera pergi begitu saja meninggalkan Ken yang terus berteriak memanggil namanya. Tidak hanya memanggil namun juga mengumpat kasar. Tidak ada raut kemarahan di wajah Clay, ia hanya tersenyum getir karena kini dirinya akan kembali melupakan hari hari bahagia nya.

__ADS_1


Tak bisa ia pungkiri bahwa kehadiran para sahabat nya memberikannya warna begitu cerah dalam hidup nya. Sikap Ken yang begitu random membuat nya sedikit terhibur, dan bila boleh jujur dirinya begitu berat harus pergi. Namun, ada sebuah tugas yang tidak bisa ia hindarkan lagi, dan kini mau tak mau ia harus kembali dalam dunia nya.


‘Hampir tiga tahun, sudah cukup Clay. Jangan serakah,’ gumam nya lagi sambil menarik nafas dalam.


__ADS_2