KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Perempuan


__ADS_3

Hari berganti hari dengan begitu cepat. Tanpa terasa ujian nasional pun sudah usai. Hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Hari ini libur sekolah, semua keluarga besar berkumpul karena Opa dan Oma baru saja pulang dari Vietnam. Sengaja karena tak sabar menunggu kabar baik dari Ken dan Naura. Walau sebenarnya Ken dan Naura sendiri belum tahu dengan apa yang terjadi.


Hingga saat ini, mama Kiara dan papa Kaisar belum juga mengatakan kecurigaan mereka, atau menyuruh Naura menggunakan testpack. Karena masih menunggu kepulangan opa dan oma terlebih dulu. Dan kini, Naura tengah duduk di ruang keluarga bersama Faiz dan juga Erish. Sementara para orang tua sedang melakukan rapat paripurna di taman belakang sambil menikmati teh.


“Faiz anteng banget sih?” celetuk Naura ketika melihat Faiza sejak tadi hanya berdiam diri di ujung sofa sambil bermain HP.


“Hah, kenapa kak? Kakak bilang apa?” tanya Faiza seketika menjadi gagap.


“Kakak Naura, jangan nanya ke kak Faiz. Dia begitu, kuping nya suka ilang lupa naruh kalau sudah sama HP nya,” jawab Erish memanyunkan bibir nya kesal setiap melihat sang kakak yang terus asik dengan dunia nya sendiri.


“Apaan sih Dek, ih ganggu aja!” cetus Faiza langsung mendengus menanggapi adik nya.


“Emang kamu main apaan sih?” tanya Naura penasaran dan langsung menghampiri tempat duduk Faiza.


Sontak hal itu membuat Faiza terkejut dan berusaha menghindar. Entah mengapa dirinya begitu takut bila ada yang mendekati nya dan melihat isi ponsel nya. Bahkan, orang tua nya pun tidak ia berikan izin untuk mengecek ponsel nya. Namun meski begitu, dirinya berani menjamin bila dirinya tidak pernah menyimpan video atau situs tidak benar.


“Faiz!” seru Naura kesal ketika dirinya malah terjungkal dari sofa.


“Hehehe, maaf kak. Ini privasi Faiz, jangan lihat!” katanya dan langsung memasukkan ponsel nya ke dalam saku celana belakang.

__ADS_1


“Dih, kakak Cuma mau nanya, ih mana sakit banget lagi,” keluh Naura langsung mengusap pantat nya, untung saja masih ada bantal sofa yang menjadi sandaran tempat jatuh nya.


Bukan membantu, Faiza dan Erish malah terkekeh melihat Naura kesakitan. Hingga tiba tiba Faiza merasa ada yang menarik ponsel nya dari saku belakang hingga membuat nya memekik terkejut.


“Kiano!” pekik nya histeris ketika ternyata orang itu adalah Kiano, manusia paling dingin dan irit bicara di keluarga besar nya, “Siniin gak!”


Kiano tidak menjawab atau pun memberikan ponsel itu, ia membolak balik sambil terus menatap nya seolah ikut penasaran dengan apa isi nya, “Apa isinya?” tanya nya mengerutkan dahi.


“Rahasia, jangan kepo!” cetus Faiza dan hendak merebut ponsel nya, namun dengan cepat Kiano mengangkat tangan nya ke atas hingga membuat Faiza tidak dapat menjangkau nya, “Kiano sumpah kamu itu ngeselin! Siniin!” rengek nya memohon.


“Kamu itu masih kecil, fokus belajar jangan pacaran!” kata Kiano datar namun tatapan nya begitu tajam seolah perkataan nya tidak boleh di bantah.


Faiza tidak menjawab, ia hanya mendengus, hingga tiba tiba ia melihat Ken yang baru saja menuruni tangga sambil bermain ponsel, membuat Faiz langsung tersenyum menyeringai.


“Menurut mu?”


“Oke.” Jawab Faiza kembali tersenyum. Untuk sesaat, Kiano menatap bingung dengan apa yang di lakukan sepupu nya, terlebih ketika gadis itu langsung menjatuhkan dirinya ke lantai sambil berteriak. Sontak semua mata menatap ke arah nya, termasuk Naura dan Erish yang sejak tadi memilih fokus dengan film kartun.


“Kak Ken, tolongin! Nih Kiano kasar banget sama Faiz!” adu Faiza menatap Ken, dan kini Kiano langsung mengerti bahwa Faiza sedang memerankan drama.

__ADS_1


“Kiano!” tegus Ken langsung menghampiri keduanya.


“Ckckc dasar perempuan, licik! Baiklah kalau begitu, sekalian saja, HP kamu aku bawa!” setelah itu, Kiano langsung berlari menuju lantai dua hingga membuat Faiza kembali berteriak dan mengejar nya.


“Kianoooo!! Kalau sampai kamu buka, aku marahhhh!” teriak nya sambil menaiki tangga.


“Astaga, aku heran kenapa perempuan itu mulut nya begitu heboh! Gak mama, gak Kaila, gak tante Nisa, dan nanti kamu Rish ikutan kaya kakak kamu!” kata Ken berdecak dan langsung duduk di samping Naura.


“Maksud kamu aku juga begitu?”seru Naura tiba tiba langsung menghadap ke arah Ken dengan wajah merah padam.


“Hah, bu—bukan Sayang. Aku gak ada bilang kalau kamu begitu, aku—“


“Sama aja, kamu bilang semua perempuan. Kamu lupa kalau aku juga perempuan!”


“Sa—sayang ... “


“Gak ada sayang sayangan, sono sayang sayangan sama Hary! Jangan cari perempuan!” pekik Naura dan langsung beranjak pergi begitu saja meninggalkan ruang keluarga.


“Kakak kamu pada kenapa sih Rish?” keluh Ken menghela nafas nya berat.

__ADS_1


“Bukan kak Naura yang kenapa, tapi kak Ken kenapa?” kata Erish ikut kesal, lalu ia segera ikut beranjak dan menyusul kakak nya ke lantai dua.


“Ini orang pada kenapa sih ah!” seru ken begitu frustasi.


__ADS_2