
Setelah beberapa jam dalam perjalanan, kini Clay dan Jesika sudah sampai di rumah sakit keluarga Ken. Clay sengaja meminta Mike agar mengantarkan nya ke rumah sakit karena memang tujuan nya pulang lebih awal hanya untuk menyusul Naura. Walau sebenarnya sudah sangat terlambat, karena nyatanya mereka baru sampai di Jakarta ketika sudah pagi.
“Chila langsung pulang!” kata Mike langsung menyuruh Arsy agar masuk kembali ke dalam mobil.
“Tapi Om, Chila mau—“
“Masuk sekarang Chila!” tekan Mike di sertai tatapan tajam pada Arsy, membuat gadis muda itu langsung berdecak dan memberengut kesal.
“Om itu ngeselin tahu gak!” ketus Arsy langsung menghentakkan kaki nya berulang, lalu segera masuk mobil kembali.
“Terimakasih Bang,” kata Clay tulus kepada Mike.
“Sama sama, tolong katakan kepada teman kalian. Chila minta maaf karena belum bisa mampir, dan katakan lagi Chila akan mampir nanti siang atau sore,” ujar Mike, yang langsung di balas anggukan kepala oleh Clay dan Jesika.
Setelah mobil Mike dan Arsy pergi, Clay segera bergegas masuk ke dalam dan mencari dimana ruangan Naura di rawat.
“Aku bingung, nama dia Arsy apa Chila sih? Dan juga, kayaknya aku mencium bau bau perasaan yang gimana gitu,” gumam Jesika ketika sedang berada di lift berdua dengan Clay, “Bagaimana dengan kamu Clay? Apakah—“
__ADS_1
“Jangan ngaco! Dan jangan ikut campur urusan orang!” potong Clay dengan cepat.
“Habis aku bingung sama kalian semua. Walaupun aku belum lama disini dan kenal kalian, tapi aku merasa aneh.” Gumam nya sambil menghela nafas berat.
“Jangan di pikrikan, cukup pikirkan urusan kamu sendiri!” kata Clay sebelum akhirnya ia melenggang keluar dari lift dan menuju kamar Naura.
‘Gimana aku mau mikirin urusan ku sendiri. Sementara orang yang mau aku pikirin itu, udah sibuk mikirin cewek lain. Tapi sayangnya cewek itu malah mikirin cowok lain, dan cowok itu mikirin cewek lain, eh cewek nya juga mikirin cowok lain.” Gumam Jesika berdecak, “Astaga, kenapa ribet banget sih!” jeritnya mengacak rambut dengan frustasi.
“Kayaknya seru kalau ini di jadikan cerita dalam novel, dengan judul aku mencintai cowok yang mencintai cewek lain, dan cewek itu mencintai cowok lain juga terus cowok itu lagi lagi mencintai cewek lain. Arrrkkhhhh ribetttt!” pekik nya lagi, terus menggerutu di depan pintu lift.
“Ya kalau bisa dua dua nya kenapa engak,” jawab Jesika sedikit memanyunkan bibir.
Setelah menemukan kamar Naura, Clay segera masuk dan melihat keadaan kekasihnya. Ketika masuk, ternyata keduanya masih tertidur lelap, dengan Ken yang merebahkan kepalanya di sisi Naura dan tangan saling menggenggam.
“Clay, kamu gak cemburu?’ bisik Jesika yang langsung mendapatkan sentilan di kening nya dari Clay, “Auwhh, sakit Clay!”
Sementara itu, Ken yang mendengar suara cempreng dari Jesika langsung membuka matanya, sempat beberapa kali mengerjab, hingga ia benar benar terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
“Sejak kapan kalian berdua datang?” tanya Ken masih dengan menguap.
“Baru saja,” jawab Clay dengan wajah datar nya.
“Oh.” Ken bangkit dan segera berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara itu, Clay juga segera menghampiri Naura yang masih tertidur pulas. Wajah yang biasanya begitu ceria dan cerewet, kini hanya terdiam dan terbaring di atas brankar rumah sakit. Kini wajah itu terlihat begitu sayu dan pucat, membuat hati Clay sedikit teriris perih.
“Sayang ... maafin aku, yang gak bisa jagain kamu,” bisik Clay begitu lirih tepat di telinga Naura, “Harusnya aku gak biarin kamu pergi kemarin, dan harusnya aku bisa dengan sigap selalu ada di dekat kamu. Maafin aku.”
“Bangunlah, aku sudah disini, dan aku janji gak akan biarin hal seperti ini terulang lagi,” imbuh Clay lalu mencium tangan Naura dengan lembut.
‘Sabar ... cinta tak harus memiliki, harus bisa ikhlas dan berusaha bahagia demi bahagia nya,’ gumam Jesika di seberang Clay yang sedang berusaha menguatkan hatinya sendiri.
Sementara itu, Ken yang ternyata sudah kekuar dari kamar mandi, hanya bisa terdiam dengan rahang yang mengeras dan tangan mengepal kuat. Entah mengapa setiap kali ia melihat Clay berbicara manis kepada Naura serta memegang tangan Naura apalagi mencium Naura meski itu hanya tangan, tapi Ken merasa dada nya terasa mendidih dan ingin meledak.
Lagi lagi dirinya menolak untuk sadar, ia tidak mau mengakui perasaan apa yang di rasakan nya, ia segera berusaha menepis. Hingga akhirnya ia memilih keluar dari ruangan Naura untuk mencari pelampiasan lain.
__ADS_1