
Setelah beberapa saat, kini Ken sudah sampai di kediaman Arthajaya, namun di sana sangat sepi. Hanya ada beberapa pengawal yang berjaga, dan setelah Ken tanyakan keberadaan sang pemilik rumah, Ken baru tahu bahwa ternyata keluarga Clay sedang tidak ada di rumah. Juga, untuk Clay sendiri sudah dua hari tidak pulang ke rumah.
Ken sungguh di buat frustasi, dirinya sudah berputar mencari keberadaan Naura, namun tidak menemukan nya. Ken sangat yakin bahwa Naura di bawa oleh Jesika untuk bertemu dengan Clay. Karena ia sangat tau dan kenal siapa Jesika bagi Clay.
“Ken!” seru Jesika yang baru saja tiba dan langsung keluar dari mobil nya, ia langsung menghampiri Ken yang masih duduk bersandar di motor sambil mengutak atik ponsel.
“Jesika?” gumam Ken mengerutkan dahi, namun sedetik kemudian ia seolah tersadar dan langsung berdiri dengan tegak menatap Jesika dengan tatapan penuh kemarahan,”Dimana Naura!”
“Na—Naura sama Clay, tadi a—“
“Mereka dimana?” tanya Ken langsung mencengkram tangan Jesika hingga membuat gadis itu memekik kesakitan.
“Lepasin dulu Ken, sakit!” pinta Jesika memekik, dan akhirnya Ken melepaskan nya begitu saja karena tidak tega.
“Sekarang katakan, dimana mereka? Dan kenapa kamu bawa Naura pergi tanpa izin dari gue!” tanya Ken beruntun, “Gue yakin banget kalau Naura lagi sama Clay, iyakan? Cepat katakan dimana mereka? Dan kalau sampai ada apa apa sama Naura, gue pastiin lo orang pertama yang gue bunuh!”
__ADS_1
“Gue kirim alamat mereka sekarang, tapi lo harus hati hati,” kata Jesika dengan tangan bergetar mengetik sebuah alamat lewat pesan WhatsApp kepada Ken.
"Kenapa? Ini dimana?" tanya Ken mengerutkan dahi nya setelah membaca alamat yang di kirimkan oleh Jesika.
"Hutan barat, di sana banyak pengawal dan penjagaan cukup ketat. Hati hati lah," kata Jesika, tanpa menjawab apapun lagi, Ken segera pergi mengendarai motor nya dengan kecepatan penuh.
Jesika menatap nanar akan kepergian Ken, lagi lagi ia hanya bisa tersenyum getir dengan apa yang terjadi saat ini. Menghela nafas nya dengan kasat, Jesika segera masuk ke dalam rumah mencari keberadaan bunda Ella, namun tidak ada siapapun. Hingga beberapa saat ketika ia hendak pergi lagi, ia melihat sebuah mobil yang membawa bunda Ella dan Claudia memasuki halaman rumah.
“Bunda!” panggil Jesika dan langsung berlari menghampiri bunda Ella.
“Jeje, kenapa? Tumben?” tanya bunda Ella langsung menurunkan Claudia dan membiarkan putri kecil nya berlari memasuki rumah dengan di ikuti oleh pengasuh nya.
“Kenapa dengan Clay?” tanya bunda Ella langsung memotong ucapan Jesika.
Jesika pun langsung menceritakan semua yang ia tahu dari awal hingga akhir kepada bunda Ella. Tentang bagaimana hubungan Clay dengan Naura dan bagaimana kini Clay menyekap Naura di rumah hutan yang biasa di buat ayah Stive dan papa Jhon berkumpul serta meng-ekskusi musuh nya.
__ADS_1
“Kenapa Clay tidak pernah bicara kepada bunda kalau dia punya pacar?” gumam bunda Ella begitu lirih.
“Bun, bukan itu inti masalah nya sekarang. Naura, Jeje takut kalau Clay akan menyakiti Naura Bun,” kata Jesika terlihat sangat panik, terlebih ketika ia tanpa sengaja melihat sebuah obat yang berada di kamar Clay beberapa hari yang lalu.
Obat yang di yakini Jesika bukan obat biasa. Clay memang tidak mengatakan rencana nya kepada Jesika, ia hanya menyuruh Jesika membawa Naura ke apartemen milik Clay. Namun ternyata Jesika malah membawa Naura ke tempat yang begitu jauh.
“Clay tidak akan menyakiti perempuan, Sayang. Percaya sama bunda,” kata bunda Ella sedikit tersenyum mengusap bahu Jesika dengan begitu lembut.
“Tapi Bun, bagaimana kalau Clay melakukan hal yang lebih kepada Naura?” kata Jesika menggigit bibir bawah nya.
“Melakukan hal lebih? Maksud kamu?” tanya bunda Ella langsung mengerutkan dahi nya menatap Jesika.
.
.
__ADS_1
.
Halo semuanya... Mommy mau menyapa lagi nih. Untuk pemenang GA Kenzo yang belum DM Mommy, masih Mommy tunggu ya... 🥰 Dan untuk yang kenal dengan beliau mungkin sedang sibuk atau apa, boleh dong tolong bantu beritahu agar segera mengirimkan DM ke IG mommy ya, makasih 🥰🥰🥰