KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Sakit perut


__ADS_3


...🦋🦋🦋...


“Kamu beneran udah gapapa?” tanya Clay begitu lembut ketika melihat tubuh Naura yang sedikit lemah.


“Aku gapapa, cuma masih sakit sedikit,” rintih Naura yang terus memegang perut nya.


“Kamu makan apa sih? Kenapa bisa begini?” tanya Clay dengan bingung.


Saat ini, keduanya memang benar ada di sebuah gazebo atau gubuk kecil yang berada di dekat toilet. Karena sejak tadi Naura bolak balik ke kamar mandi, tubuh nya kini sudah terasa sangat lemas dan perutnya terus terasa melilit. Maka dari itu Clay memilih menyusul Naura karena merasa khawatir. Awalnya tadi Naura hanya pamit untuk pergi ke toilet sebentar, tapi ternyata lama karena perut nya yang sedang tidak baik baik saja.


“Gapapa kok, sekarang udah mendingan. Ya udah ayo balik ke sana, pasti si Hary dan lainnya udah nungguin kita,” kata Naura, meski sedikit meringis namun ia berusaha untuk kuat.


“Aku gendong?” tawar Clay.

__ADS_1


“Mauuu, tapi malu,” kata Naura memanyunkan bibir nya dengan wajah yang di buat memelas.


“Kenapa mesti malu?” kata Clay mendengus, “Ayo, mau belakang apa depan?” tawar nya lagi namun membuat Naura terkekeh, “Kok malah ketawa sih.”


“Kamu itu kaya kak Daniel tau gak? Dulu waktu kecil, kalau aku berantem sama Ken, aku nangis pasti kak Daniel yang gendong. Dan dia pasti bakal ngasih tawaran mau di depan apa belakang gendong nya,” kata Naura kembali mengingat ingat masa kecil nya.


“Oh ya?” ucap Clay mengerutkan dahinya, “Karena sekarang bang Daniel gak ada, jadi biar aku yang menggantikan nya. Ayo cantik, mau di gendong depan apa belakang? Asal jangan samping, karena kamu bukan Claudia,” imbuh Clay kembali terkekeh.


“Belakang deh,” kata Naura lalu Clay segera berjongkok dan menggendong Naura, “Aku jadi pengen ketemu sama Claudia, dia pasti sangat lucu.”


Awalnya, Naura berfikir bahwa yang menghubungi itu mama nya Clay dan menyurhhnya segera pulang, namun ternyata Naura salah. Claudia begitu posesif kepada kakak nya dan selalu menagih permen lolipop, yang mengharuskan Clay tidak bisa menolak.


“Nanti pulang dari camping, aku ajak kamu main ke rumah ya, mau gak?” Tawar Clay sambil terus berjalan dengan menggendong Naura di belakang nya.


“Emang boleh?” tanya Naura sedikit takut, bukan apa.

__ADS_1


“Kenapa gak boleh?” kata Clay mengerutkan dahinya.


“Aku takut, ayah sama bunda kamu—“ Ia pernah melihat ayah nya Clay waktu datang ke sekolah, dan wajahnya sangat dingin dan datar.


Papa Kaisar juga dingin dan datar, namun aura yang di miliki ayah nya Clay sangat berbeda. Aura nya lebih tajam dan kuat sehingga Naura sedikit merasa takut


“Mereka orang baik, walau sedikit sangar wajah ayah ku. Tapi dia hatinya helokitty kok, tenang aja.” Balas Clay sedikit terkekeh ketika mengingat bagaimana kebucinan ayah nya kepada sang bunda. Bahkan sejak ia kecil karena gender nya laki laki bisa di cemburui oleh ayah nya sendiri.


Seumur hidup Clay, ia baru tahu ada orang tua yang ajaib seperti ayah nya. Namun bila di depan orang luar memang sosok ayah Stive begitu di takuti dan di segani.


“Dih, Clay kamu jahat banget sih!” seru Naura langsung memukul bahu Clay lalu keduanya tergelak bersama.


Sepanjang perjalanan menuju api unggun, Clay dan Naura terus bercerita dan teratwa bersama. Tanpa keduanya sadari, bahwa sejak tadi ada sepasang mata yang terus menatap dan mengikuti mereka dengan tatapan yang sulit di artikan. Dengan tangan yang mengepal kuat dan rahang mengeras, ia langsung melampiaskan rasa kesal nya dengan memukul pohon di depan nya.


‘Aaarrrkkkhhhh!” pekik nya tertahan.

__ADS_1


"Bisa bisa nya gue marah cuma karena hal kaya gini? Ckck, gue gak marah. Cuma kesel sedikit! Tentu aja, gak ada urusan gue marah! astagaaaa!" jerit nya semakin frustasi menghadapi perasaan nya sendiri yang akhir akhir ini ia rasa sedikit membingungkan.


__ADS_2