
...~Happy Reading~...
Setelah sampai di rumah sakit, Naura segera di bawa menuju ruang persalinan. Dokter Widi yang menangani Naura begitu terkejut, lantaran pembukaan Naura sudah lengkap dan siap untuk melahirkan. Namun, wanita itu masih tetap tenang memakan sisa kue serabi yang tadi ia beli.
HIngga setelah beberapa saat, ketika kue serabi nya sudah habis. Naura baru merasakan kontraksi yang begitu hebat. Membuat nya seketika menjerit dan mendesis kesakitan.
“Atur nafas kamu, Ra. Kita mulai persalinan nya sekarang ya,” tutur dokter Widi membuat Naura hanya bisa menganggukkan kepala nya.
“Aaaaahhh, sakittt!” jerit Naura terus mencengkram kuat lengan suami nya.
Jangan kira, ketika Naura sudah merasakan kontraksi, maka rasa sakit yang Ken rasakan juga berakhir. Tidak, nyatanya saat ini rasa sakit yang Ken rasakan jauh lebih kuat karena cengkraman dari tangan Naura. Bila tadi ia merasakan sakit di perut nya, kini ia merasakan sakit berkali lipat di tangan dan juga rambut nya yang mungkin saja sudah rontok.
“Sayang, sakittt!” pekik Ken lagi ketika rambut nya kembali di jambak oleh Naura.
“Aku lebih sakit, Ken!” seru Naura di sela mengatur nafas nya.
Oeekkk
Oekkkk
__ADS_1
Suara tangisan bayi pertama, membuat air mata lolos membasahi wajah Ken dan Naura. Ia tidak menyangka bahwa dirinya berhasil melahirkan seorang bayi. Dan kini, dirinya benar benar menjadi orang tua.
"Aahhhh sakit lagi Dok!"
Baru saja dirinya merasa terharu dengan kelahiran bayi pertama mereka, kini ia kembali merasakan kontraksi ketika si bungsu juga mendorong ingin keluar. Naura terus mengikuti instruksi dari dokter Widhi, hingga beberapa saat kemudian ia berhasil melahirkan kedua bayi nya.
“Kamu berhasil Sayang, terimakasih,” ucap Ken langsung menciumi wajah Naura dengan penuh cinta dan kasih sayang. Ia memeluk kepala Naura dengan cukup erat untuk mengutarakan rasa bahagia nya.
“Selamat ya, Ken dan Naura. Mereka sangat cantik dan tampan, sehat dan tampa kurang satu apapun,” tutur dokter Widhi tersenyum, lalu ia mengangkat bayi kedua Naura dan memperlihatkan nya kepada orang tua nya.
Namun hal itu malah membuat kepala Ken berdenyut ketika ia melihat bayi nya masih berlumuran darah dengan tali pusar yang masih menggantung dan akhirnya ia jatuh tak sadarkan diri.
“Astaga aku lupa!” gumam dokter Widhi merutuki kebodohan nya. Seharusnya ia memperlihatkan bayi nya ketika sudah di bersihkan.
“Tidak apa Dok, sebentar lagi dia akan bangun,” ujar Naura tersenyum dan menghapus air mata nya.
Dokter Widhi segera menyuruh perawat nya untuk memanggil perawat laki laki agar bisa mengangkat tubuh Ken dan memindahkan nya ke ruangan lain, sementara dirinya melanjutkan pekerjaan nya untuk membersihkan sisa persalinan Naura.
...🦋🦋🦋...
__ADS_1
“Selamat Sayang,” ucap Kiara memberikan ucapan selamat kepada menantu nya. Ia kini tengah menggendong cucu kedua nya sementara papa Kaisar menggendong cucu pertama nya.
Ken sudah sadar sejak tadi. Ia pun juga sudah meng adzanin kedua anak nya. Dan kini Naura sudah di pindahkan ke ruang perawatan dimana keluarga dan teman teman nya datang untuk melihat baby Twins.
"Jadi, siapa nama mereka?" tanya mama Kiara begitu gemas kepada cucu nya.
"Raka dan Kara," jawab Ken dan Naura bersamaan lalu keduanya tersenyum lega.
“Terimakasih karena sudah memberikan ku jagoan dan putri yang begitu sempurna. Maaf bila selama ini aku belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu.Tapi mulai saat ini, aku akan belajar dan berusaha menjadi yang terbaik untuk kalian bertiga,” ucap Ken lalu kembali mengecup tangan Naura dengan lembut.
“Kita sama sama belajar bersama. Kita jaga dan rawat mereka bersama, hingga mereka dewasa dan menemukan pasangan mereka kelak,” balas Naura tersenyum bahagia.
“Hemmm,” Ken tersenyum dan ia kembali bangkit untuk memeluk istri nya. Rasanya, kebahagiaan nya saat ini tak bisa tergantikan dengan apapun. Ia bahkan tidak bisa mengutarakannya dengan kata kata.
^^^.^^^
.......
.......
__ADS_1
...Nah kan, udah lunas yaaa. Baby twins sudah launching dan punya nama masing-masing. Dan kali ini cerita mereka cukup sampai disini, jangan minta extra part lagi wkwkwkwkwk...