KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Sakit hati


__ADS_3

“Clay hiks hiks hiks, maafin aku ... A—aku ga bermaksud nyakitin kamu apalagi ngehianatin kamu. Enggak Clay, aku gak ada niat seperti itu hiks hiks.” Ucap Naura sedikit terbata ketika sudha menjelaskan semuanya kepada Clay.


“Apa kamu bahagia sama dia?” tanya Clay memotong ucapan Naura.


“Clay hiks hiks.”


“Jawab Naura!” sentak Clay yang sudah lelah mendengar isak tangis Naura.


Clay memang type laki laki palign sabar di antara ketiga sahabat nya, namun sesabar sabar nya Clay. Naura bisa memahami bahwa Clay juga sama Manusia, yang memiliki batas kesabaran.


“Aku mohon Clay, jangan tanyakan itu hiks hiks.”


"Aku hanya ingin tau perasaan kamu Ra!"


Bug!


“Bangsatt!”

__ADS_1


“Ken!” pekik Naura tiba tiba ketika melihat Ken sudah berada d tengah tengah ia dan Clay. Bahkan laki laki itu berani memukul Clay hingga membuat nya terjatuh karena tanpa persiapan.


“Cuiihh!” Clay mengusap ujung bibir nya yang terasa cukup perih karena pukulan Clay bahkan sampai mengeluarkan darah segar.


“Sejak kapan lo berani bentak cewek hah! Terlebih itu Naura!” pekik Ken tak terima ketika mendengar Clay membentak Naura.


Awalnya, tadi Ken hanya ingin menonton saja seperti hal nya Hary dan Susan. Namun ketika ia mendengar Clay berbicara keras kepada Naura, karena mempertanyakan apakah gadis itu bahagia bersama nya atau tidak tentu saja Ken merasa tak terima.


“Kenapa?” tanya Clay dengan senyum getir di wajah nya, lalu ia bangkit dan menatap Ken tajam, “Ada masalah apa lo sama gue? Dia cewek gue.”


“Ken, udah cukup Clay berhenti, jangan begini,” ucap Naura berusaha menengahi perdebatan Ken dan Clay.


“Ken, gue mohon jangan bertengkar disini,” pinta Naura lagi namun ken dan Clay tak emmperdulikan nya.


“Asal lo tahu Ra, dia gak benar benar tulus sama lo. Dia cuma mau nyakitin elo doang, lo juga bakl di tinggal sama dia. Dia laki laki brengsek Ra!”


“Apa lo udah ngaca? Siapa yang udah nyakitin Naura selama ini? siapa yang lebuh banyak ngasih luka buat dia, dan siapa yang selalu ada buat dia. Mata lo kemana Ken? Ah bahkan gue ragu apa mata lo masih berfungsi,” cibir Clay begitu pedas, “Jadi siapa yang brengsek disini?’

__ADS_1


“Lo—“ Ken langsung meraih kerah baju Clay dan hendak melayangkan pukulan ke wajah nya, namun urung karena Naura segera menahan tangan nya.


“Gue bilang cukup!” teriak Naura frustasi, “kenapa harus sampai begini sih? Kita sahabat kan? Kita bersahabat, kita udah janji akan selalu ada dan selalu kompak. Kenapa kalian bertengkar,hanya karena gue? Gue gak mau, gue gak mau,” tubuh Naura luruh dan terjatuh, namun tangan nya masih memegang kedua ujung baju Ken dan Clay.


“Apa gue emang pembuat masalah? Kenapa kalian harus jadi seperti ini? kita bisa bicara baik baik, kan? Tidak perlu ada kekerasan. Kalian harus ingat, kita ini sahabat, kita gak boleh sampai seperti ini, gue mohon jangan begini. Kalau emang kalian seperti ini karena gue, biar gue pergi, tolong—“


“Kalian berdua ini kenapa sih? Jangan kaya anak kecil deh.” Seru Hary yang sejak tadi diam akhirnya kini mulai ikut bersuara, ia membantu Naura untuk bangun dan merangkul nya.


“Clay, lo yang paling dewasa disini, lo yang biasanya jadi penenang dan pendingin suasana, kenapa sekarang lo jadi kaya gini sih? Kalau Ken gue gak heran emmang dia tukang rusuh bikin onar, tapi elo Clay? Lo bisa—“


“Gue manusia, dan gue juga punya hati!” potong Clay dengan cepat.


“Oke gue tahu lo manusia bukan jin atau setan. Tapi gue setuju sama kata Naura, kita ini sahabat, ayolah kita bisa bicara baik baik. Bukankah sejak awal, sebelum lo maju, lo udah siap bila terjadi hal seperti ini? Tapi kenapa sekarang lo berubah?” tanya Hary menghela nafas nya dengan berat.


“Gue balik!” Tidak ingin terus terbawa emosi, akhirnya Clay memilih untuk pulang agar ia bisa mendinginkan hati dan pikiran nya. Memang benar, ia sudah emnyiapkan segala kemungkinan hal yang akan terjadi, namun ia tidak menyangka bahwa ia akan se baper seperti ini.


Apakah ini salah nya? Atau Naura? Bukan, ini bukan salah siapapun, perasaan nya tidak pernah salah, hanya saja kurang tepat. Clay akan kembali merenungkan segala sesuatu yang terjadi dan berusaha menerima keadaan walau sulit.

__ADS_1


‘Apakah aku bisa melepaskan mu untuk dia Ra?’ gumam Clay sambil mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh.


__ADS_2