
Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Naura terus tersenyum dengan bahagia. Baru saja ia mendapatkan kabar dari Susan bahwa dirinya sedang di culik oleh Hary. Bukan kasihan atau menolong, Naura dan Jesika malah tersenyum lega dan bahagia.
“Kamu kenapa sih?” tanya Ken yang memang belum tahu apapun.
“Kepo,” jawab Naura sedikit cetus, “Aku masih ngambek ya sama kamu.” Imbuh nya langsung melengos.
“Yank, jangan gitu dong. Aku udah minta maaf loh, berulang kali malah. Masa iya—“
“Bodo amat! Makanya jangan coba coba sama perempuan!” cetus Naura lalu diirnya langsung keluar begitu saja dari mobil ketika sadar bahwa mobil yang ia tumpangi sudah sampai di rumah.
“Yank!” teriak Ken langsung mengejar Naura masuk ke dalam rumah.
Brug!
“Ken!” pekik Naura kesal lantaran Ken malah menabrak nya dari belakang, untung saja Ken dengan cepat memeluk pinggang nya, andai kalau tidak, mungkin dirinya akan langsung tersungkur ke lantai.
“Maaf maaf maaf, lagian kamu kenapa berhenti mendadak sih?” kata Ken sedikit mencebik.
__ADS_1
“Kamu mau nyalahin aku lagi?” seru Naura tak terima.
“Astaga, enggak Sayang, enggak! Aku yang salah kok, maaf yah.” kata Ken frustasi, “Ya udah sekarang kamu kenapa berhenti dadakan begini?” tanya ken mencoba mengalah dan mengalihkan pembicaraan.
“Kamu cium bau sesuatu gak?” tanya Naura sedikit mengendus endus aroma masakan ketika hendak menaiki tangga.
“Bau banget! Bibi masak apan sih?” pekik Ken langsung menutup mulut dan hidung nya.
“Ih wangi banget tahu, bau darimana coba,” kata Naura terus menghirup aroma masakan yang baginya sangat nikmat, hingga membuat perut nya begitu lapar.
“Bau yank, aku gak kuat!” dengan cepat, Ken segera berlari menuju kamar mandi yang berada di kamar tamu, karena hanya itu yang paling dekat dengan posisi nya saat ini.
Hoekkk
Hoeekk
Hoeekk
__ADS_1
Ken langsung memuntahkan seluruh isi perut nya ketika sudha sampai di kamar mandi. Naura dengan sabar membantu memijit tengkuk Ken dengan pelan dan penuh perhatian. Walau pun ia maish kesal, namun ia juga tak tega bila melihat Kne sakit seperti itu.
“Udah?” tanya Naura sedikit meringis melihat wajah suaminya yang kini berubah menjadi sangat pucat dan lemas. “Kamu tadi makan apaan sih di sekolah? Makanya jangan minum es terus, masuk angin kan jadinya!”
“Yank, jangan ngomel terus kenapa sih. Sumpah, kamu udah mirip emak emak yang marahin anak nya sakit gara gara minum es!” keluh Ken dengan kesal.
“Kamu ngatain aku emak emak!” seru Naura tiba tiba dna langsung melepaskan tangan nya dari tengkuk Ken.
“Udah dong, jangan marah dulu. Pending dulu marah nya, perut ku maish mual,--“
Lagi dan lagi, perut Ken kembali bergejolak dan ingin muntah. Ia segera berdiri lagi menuju wastafel untuk mengeluarkan isi perut nya.
“Ini itu kualat sama istri tahu gak! Makanya jangan buly istri terus,” cetus Naura maish kesal.
“Yank ... “ rengek Ken memelas, kini tubuh nya kembali luruh dan terduduk di lantai kamar mandi.
“Jangan manja, kamu itu kaya bocil kebanyakan begadang main ep ep tau gak!” etus Naura balik mengomelin suaminya karena mengatai dirinya emak emak, “Ayo balik ke kamar!” ajak Naura hendak bangkit.
__ADS_1
“Bilang dulu sama bibi, hilangin itu baunya. Aku gak mau keluar kalau masih bau,” kata Ken menggelengkan kepala nya dengan cepat.