
Rasanya, Ken sangat ingin merutuki kebodohan mulut nya sendiri. Akibat dari cetusan nya kemarin, hingga kini Naura masih mendiamkan nya. Walaupun dirinya sudah meminta maaf dan merayu, namun tetap saja wanita itu hanya diam dan membuang muka setiap kali ia dekati.
"Yank, udah dong. Jangan begini terus. Aku kan sudah minta maaf!" Ken terus mengejar langkah kaki Naura yang terlihat buru buru menuju kelas.
"Eke ken sedeh mente meef," cibir Naura menirukan ucapan Ken dengan wajah kesal nya.
"Sayang.... "
"Udah lah, sana masuk kelas kamu. Jangan temui aku dulu, termasuk istirahat nanti!" Naura langsung mendorong tubuh Ken ketika hendak masuk ke dalam kelas nya. Setelah itu ia segera berlari menuju bangku nya, dimana di sana sudah ada Jesika dan Sudan yang menunggu.
"Cie, Sayang sekarang yah," goda Susan terkekeh mendengar suara Ken yang tadi memanggil Naura dengan sebutan sayang.
"Iks apaan sih San," kata Naura berdecak.
__ADS_1
"Oke, karena bintang utama kita sudah datang. Jadi, bagaimana kalau kita mulai rapat nya," ujar Jesika tiba tiba.
"Tapi kita eksekusi nya pas istirahat kan?" tanya Naura memastikan, dan langsung di balas anggukan kepala oleh Jesika.
"Guys, tapi aku takut kalau gagal," gumam Susan lirih.
"Tenang San, kamu harus percaya diri." kata Naura menyemangati sahabat nya.
Beberapa waktu yang lalu, Hary sempat datang ke rumah Ken dan curhat tentang kekasih nya yang sedang merajuk dan meminta solusi kepada Ken juga Naura. Dan di saat yang bersamaan, Susan juga tengah kesal dengan kekasih nya. Naura jadi berfikir bahwa sebenarnya mereka adalah sepasang kekasih virtual, namun keduanya sama sama menolak untuk percaya.
Hary dan Susan sama sama percaya bahwa kekasih mereka tengah berada di luar negri jadi tidak mungkin kalau kekasih mereka adalah teman sekelas sendiri.
Jam istirahat pun tiba, Naura Jesika dan Susan pun langsung pergi ke kantin. Karena tadi sudah melihat Hary berjalan lebih dulu ke sana. Susan dan Hary memesan makanan yang sama, namun keduanya sama sama tidak tahu. Hingga ketika duduk, Naura sengaja mengajak Susan duduk tepat satu bangku dengan Hary.
__ADS_1
"Kalian kenapa malah jadi ngikutin aku sih?" tanya Hary mengerutkan dahi nya. Bila dulu, dirinya di ikuti oleh Naura, its oke. Dia tak! masalah, namun sudah lama dirinya tidak dekat dengan Naura setelah pernikahan z Naura dan Ken.
"Emang kenapa? bangku nya kosong," jawab Naura pura pura bingung, "Lo gak lagi janjian sama cewek lo kan?" tanya Naura mengerutkan dahi.
"Ngaco, mana ada gue janjian sama cewek!"
"Ya kali aja cewek lo datang gitu," saut Jesika sambil memakan somay nya. Sementara Susan ia hanya diam dengan minuman jus di depan nya. Tangan nya terus mengotak atik game kesukaan nya untuk mengurangi rasa gugup.
Ya gugup, karena Susan mulai percaya dengan ucapan Naura. Namun ia tidak terlalu berharap banyak, ia tidak mau kecewa nanti nya. Apalagi ia tau bagaimana sikap Hary selama ini padanya.
"Cewek gue masih di Singapura, gak bakal disini," ujar Hary mendengus lalu kembali memakan makanan nya.
"Si—singapura?" gumam Susan menelan saliva nya dengan susah.
__ADS_1