
...🍁🍁🍁...
Malam sebelum hari keberangkatan ke puncak untuk camping. Naura terlihat begitu heboh dan bingung karena mencari tas nya yang tidak kunjung ketemu. Ia sudah mencari di seluruh kamar nya, namun tidak ada padahal seingat nya ia sudah membawa nya ke rumah Ken.
“Ken, lo lihat tas biru gue gak? Yang—“
Naura langsung menghentikan ucapan nya ketika melihat pemandangan di depan nya. Ini salah nya, oh bukan. Tapi ini salah pemilik kamar yang tidak mengunci pintu kamar nya, sehingga Naura bebas masuk begitu saja karena mengira sang pemilik kamar sudah mau tidur atau sudah tidur.
“Setan!” pekik keduanya lalu Naura segera kembali membanting pintu kamar Ken.
“Ngapain lo kesini hah!” pekik Ken marah dari balik pintu.
“Gue mau cari tas gue, tapi sial nya malah lihat elo begitu!” pekik Naura tak kalah marah, bukan marah namun kesal.
"Lo kan bisa ketok pintu dulu Ra!" teriak Ken dari dalam kamar nya.
"Ya mana gue tahu! Lagian buat apa lo punya walk in closed kalau lo pake baju disitu hah!" pekik Naura dengan sangat kesal.
__ADS_1
Bagaimana tidak kesal, ini sudah jam satu malam. Bisa bisa nya, Ken baru selesai mandi jam segini, dan ketika Naura masuk, ia melihat pemandangan yang sama sekali tak pernah ia bayangkan. Dimana Ken tengah memakai pakaian nya, ralat hendak memakai pakaian nya yang dalam. Padahal ada walk in closed, entah mengapa Ken malah memakai pakaian itu di dekat tempat tidur yang mana bila pintu terbuka maka akan terlihat dengan jelas.
‘Oh Shittt!’ umpat Naura memekik dalam hati ketika mengingat kembali bagaimana matanya dengan jelas melihat pemandangan dari tubuh Ken.
‘Mau dapet sial ini gue kayaknya.’ Gerutu Naura terus memukul mukul kepala nya.
Cklek!
Lagi lagi ia terkejut ketika pintu kamar Ken kembali di buka dari dalam. Kini, Ken sudah berpakaian lengkap dengan celana pendek selutut dan kaos berwarna putih tulang.
“Sengaja lo ya?” tuduh Ken langsung memberikan tatapan tajam pada Naura.
“Cih, harusnya lo bangga. Karena lo cewek pertama selain mama yang lihat gue,” ucap nya berdecak.
“Astagfirullah, sadar Ken. Jangan terbang tinggi tinggi! Nanti lo kalau kejedot sayap pesawat jatuh, nyusruk langsung mati!” seru naura tak habis pikir,"Gue gak mau jadi janda secepet itu!"
"Muluttt!" seru Ken langsung menepuk mulut Naura.
“Udah ah, jadi mana tas gue?” tagih Naura langsung mengadahkan tangann nya kepada Ken. “Gue yakin pasti ada sama lo!”
__ADS_1
“Cari aja sendiri, males gue!” ucap Ken langsung merebahkan dirinya di tempat tidur dan membuka ponsel.
“Emang dasar kang rusuh lo ya. Gak bisa tanggung jawab, selalu aja buat ribet!” cetus Naura menghentakkan kaki nya ke lantai dan masuk ke dalam walk in closed Ken mencari barang nya.
Dan benar saja, ketika Naura mencari di sana, ia langsung menemukan nya. Awalnya, ia ingin marah namun ia urungkan karena ternyata dlaam tas itu sudah berisi pakaian nya. Entah sejak kapan tas itu bisa ada di kamar Ken dan ada baju nya.
“Lo yang nyiapin ini?” tanya Naura meletakkan tas nya di sisi tempat tidur Ken.
“Bukan!” jawab nya cuek, “Mbok Inah yang nyiapin.”
“Bohong banget!” seru Naura mencibir, memang benar Naura tak percaya karena tidak mungkin mbok Inah yang menyiapkan pakaian nya dan Ken. Karena Ken tidak akan berani menyuruh wanita tua itu untuk menyiapkan pakaian nya.
“Tapi, makasih yah,” kata Naura lagi dengan tersenyum tulus, "Ternyata lo masih punya sisi baik juga."
“Baru sadar ya lo, kemana aja hah! udah sana sana pergi. Gue mau pacaran,” usir Ken menyuruh Naura segera kembali ke kamar nya.
“Baru juga di puji dikit, ngeselin nya udah balik lagi. Tau ah, dasar kang rusuh!” cetus Naura dan ia segera kembali ke kamar nya, "Emang nya lo doang yang punya pacar! Cih!"
Naura masih berusaha untuk menekan perasaan nya, namun seiring berjalan nya waktu. Kini dirinya juga sudah mulai terbiasa dengan sikap Ken, dan ia sudah merasa nyaman dengan Clay. Dan Naura juga berharap, kelak suatu saat dirinya benar benar bisa melupakan perasaan nya kepada Ken.
__ADS_1