
Setelah mendengar semua cerita dari Ken, akhirnya Naura bisa sedikit lega karena ternyata dugaan nya salah. Pagi ini, ia tidak mau pergi ke sekolah, ia akan pergi ke rumah sakit dan kantor polisi untuk menemui bunda juga kakak nya.
“Jangan khawatir, bunda sudah di tangani dokter terbaik. Aku yakin bunda kuat, dia akan segera sembuh,” kata Ken menggenggam tangan Naura untuk menenangkan nya.
“Hiks hiks hiks, kenapa bisa sampai begini. Aku gak tega lihat bunda begini Ken hiks hiks.” Naura mengusap lembut jemari tangan bunda nya dengan sangat hati hati.
Saat ini, keduanya tengah berada di ruang perawatan Bunda. Tidak bisa lama, karena keadaan bunda belum begitu stabil. Matanya menatap leher bunda yang tertutup perban penuh, bahkan di perban itu masih terlihat jelas bekas darah yang mungkin masih keluar, entah Naura juga tidak tahu. Ia begitu sakit melihat keadaan bunda nya, ia tidak bisa membayangkan sedalam apa luka itu sampai membuat leher bunda nya separah itu dan hampir meregang nyawa.
“Ken, dimana bajingann itu? Kapan akan di makamkan?” tanya Naura dnegan raut wajah datar.
__ADS_1
“Akan di makamkan hari ini. Kamu mau datang?”
“Enggak!” jawab Naura dengan cepat, tangan nya mengepal dengan kuat setiap kali mengingat bagaimana perlakuan orang jahat yang sudah membuat hidup nya menderita serta bunda seperti ini.
Ya, orang itu adalah orang tua angkat Naura. Sony, dia yang sudah tega membuat nyawa bunda nya hampir melayang. Naura masih belum tahu apa motif percekcokan antara ayah dan bunda angkat nya. Namun menurut cerita Ken, Daniel datang di saat yang tepat, ketika ayah Sony masih menancapkan pisau di leher bunda nya, Daniel langsung menari ayah nya menjauh dan berkelahi, hingga mengakibatkan pisau itu tertusuk tepat di jantung ayah Sony. Tak berapa lama ada beberapa tetangga yang datang, saat itu juga tetangga mengira bahwa Daniel lah yang sudah membunuh ayah dan ibu nya sendiri, sehingga kini dirinya di tahan di kantor polisi.
Sebelum di bawa ke kantor polisi, Daniel terus memberontak dan memohon agar bunda nya di bawa ke rumah sakit terlebih dahulu. Awalnya semua orang mengira bahwa bunda Ratna juga sudah tewas seperti suaminya, namun ternyata bunda masih hidup sehingga segera di bawa ke rumah sakit.
“Kita keluar, biarkan bunda istirahat.” Ajak Ken untuk keluar dari ruangan bunda.
__ADS_1
“Aku mau ketemu kak Daniel,” gumam Naura lirih.
“Baiklah, kita ke kantor polisi.” Kata Ken langsung menggandeng tangan Naura keluar.
Lagi lagi Naura menghela nafas nya dengan berat, ia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan anak dan istri dari kakak nya yang harus di tinggal. Di tambah kini keadaan kakak ipar nya tengah mengandung, Naura tidak bisa membayangkan bila dirinya di posisi itu.
“Ken,bantuin kak Daniel. Aku mohon, hiks hiks. Bilang ke Papa sama om Abas, aku yakin mereka pasti bisa bantuin kak Daniel,” pinta Naura memohon mengatupkan kedua tangan nya, air matanya terus berlomba meluncur membasahi wajah nya.
Hati Ken begitu nyeri melihat kesedihan di mata Naura, membuat nya tak bisa berkata kata lagi, ia segera menarik tangan istrinya dan memeluk nya erat.
__ADS_1
“Aku sudah bicara dengan papa, dan kamu jangan khawatir, bang Daniel gak akan lama di penjara,” kata Ken setengah berbisik karena suara nya juga sudah sangat serak menahan tangis.