
Setelah lagu selesai, tiba tiba saja Hary ikut bangkit dan menghampiri Ken di tengah lapangan, tak hanya Hary namun juga Jesika dan Susan yang ikut masuk untuk meramaikan.
“Eh tunggu tunggu dulu!” seru Susan ketika melihat Ken dan Hary saling berebut gitar. “Gue ada lagu bagus ini.”
Susan mengambil ponsel nya dan memutas satu buah lagu yang sudah ia siapkan sejak tadi ketika melihat Ken bernyanyi namun matanya fokus entah kemana.
“Donat bantet! Yang bener aja lo kalau ngasih lagu!” pekik Ken mendelik ketika lagu yang di putaroleh Susan adalah salah satu lagu koplo.
Tentu saja itu merusak gendang telinga nya ketika ia baru saja menyanyikan lagu romantis dan melow, tiba tiba berubah menjadi dangdut. Astaga.
“Biar gue aja,” kata Hary mengambil Hp susan dan menjadikaan nya seolah itu adalah mic.
Antara nyaman dan cinta
Sungguh ku dilema, harus memilah
Hati tuk siapa, ku mencintai mu .... ( Hary menunjuk ke arah Jesika)
Tapi ku nyaman dengan nya ( Tiba tiba memeluk Susan dari samping.)
Kamu sakiti, aku terluka
__ADS_1
Dia yang ada obati rasa
Aku terbiasa ...nyaman bersama dia ...
Kini posisi Hary berada di tengah tengah antara Susan dan Jesika. Sesekali dua gadis itu ikut bernyanyi dan berjoget mengikuti irama lagu, sementara Ken hanya terdiam menatap ke arah dua gadis yang sedang duduk di seberang sana dengan perasaan tak menentu.
Ya, mendengar suara Hary yang begitu cempreng, namun setiap kata yang ia ucapkan seolah memiliki makna yang begitu dalam untuknya. Menolak untuk sadar, akhrinya Ken menggelengkan kepala nya dan berlalu meninggalkan anak anak di tengah lapangan dan menghampiri Arsy dan Naura juga Clay.
Semakin malam, bukan semakin sepi namun malah semakin ramai. Lagu yang tadi di nyanyikan oleh Hary Susan dan Jesika rupanya begitu di sukai oleh yang lainnya sehingga tak sedikit yang ikut berdiri dan berjoget ke tengah lapangan.
Dan malam ini, mereka benar benar menikmati pesta dangdut di tengah hutan.
“Gara gara kang rusuh tuh, kita jadi gak pernah ikut camping!” cetus Naura langsung melemparkan ranting kayu ke arah Ken.
“Enak aja, kenapa gue yang di salahin?” kata Ken tak terima.
“Emang setan mana lagi yang selalu ngajak kita bolos setiap kali mau camping hah!” seru Naura semakin mendelik tajam pada Ken.
“Nah iya, setan rusuh nya Cuma elo Ken. Jadi udah akui kesalahan lo,” imbuh Hary terkekeh.
“Setan kalian semua, gue gak ada maksa kalian bertiga. Kalian aja yang mau ikut gue.”
__ADS_1
“Lo gak maksa gue dan Clay. Tapi lo selalu maksa Naura!” ralat Hary semakin membuat Ken berdecak.
“Emang temen gak ada akhlak kalian!”
“Pantas saja tahun- tahun sebelumnya aku gak pernah lihat kamu di acara camping,” saut Arsy tiba tiba membuat Ken langsung menatap ke arah samping nya.
“Ar, kamu harus maklum cowok kamu itu titisan biang rusuh. Jadi—emmmttttt!” Ken langsung membekap mulut Naura dengan tangan nya agar berhenti berbicara.
“Mulut lo itu lebih bagus diem Ra,” kata Ken begitu geram.
“Hahahha, lepasin hahaa! Ken sialan!” pekik Naura ketika tangan Ken tak tinggal diam dan kembali menggelitik perut nya.
“Clay .. tolongin!” rengek nya menatap memelas kepada kekasihnya.
“Ken, lepasin atau—“ Tanpa berkata lagi, Ken langsung melepaskan Naura ketika melihat Clay memberikan nya kepalan tangan.
Ken tidak takut hanya saja dirinya malas berdebat. Terlebih ia tahu keahlian bela diri Clayton jauh di atas rata rata. Jadi, daripada dirinya malu karena kalah, lebih baik ia berpura pura mengalah, begitulah pikir Ken.
“Hahaha, gue bahagia banget karena akhirnya ada yang lo takutin, hahahaa!” Naura semakin tak bisa menahan tawa nya ketika melihat wajah Ken yang begitu kesal, lalu sebelum Ken kembali menyerang nya, Naura segera berpindah tempat duduk di belakang Clay dan memeluk lengan laki laki itu agarKen tak berani mengganggu nya lagi.
Tanpa keduanya sadari, sejak tadi ada dua pasang mata yang menatap keasikan Naura, Ken dan Clay dengan perasaan sedikit campur aduk.
__ADS_1