KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Ke Vila


__ADS_3

Karena setiap peta yang di dapatkan berbeda, maka kini kelompok Ken dan Naura mulai berpisah di persimpangan. Masih banyak juga yang satu alur dengan Naura, hanya saja untuk kelompok Ken memang harus berbeda arah.


“Ah gue capek banget!” keluh Jesika dengan nafas yang sudah terengah karena kelelahan.


“Sama,” sambung Arsy ikut duduk di bebatuan samping Jesika.


“Huuhh! Aku juga sih,” kata Naura, “Tapi bendera kita masa dari tadi Cuma dapet dua doang,” imbuh nya sambil memegang dua bendera.


“Kita kurang gesit, makanya keduluan yang lain.” Ucap Jesika sambil mengipas ngipas wajah nya dengan tangan.


“Kayaknya percuma juga kita mau nerusin, ujung nya bakal kalah,” kata Naura terkekeh.


“Aku punya ide!” seru Arsy tiba tiba dengan senyum mengembang di wajah nya.


“Gue kaya nyium aroma sesad,” kata Naura tiba tiba membuat Arsy tersenyum lebar.


“Gapapa kali ya, sekali kali aku mengajak kalian sesat,” balas Arsy terkekeh kecil.


“Apaan?” tanya Jesika penasaran.


“Kalian capek kan? Gimana kalau mampir dulu ke Vila keluarga ku, di sana kita bisa mandi sepuasnya, bisa santai dan makan. Yah, kalian kan tahu selama kita disini mana bisa mandi kaya biasanya, dan makanan juga hemmm kalian mengerti lah. Kebetulan keluarga ku juga sedang ada di sana.”

__ADS_1


“Mauuuu!” pekik Naura dan Jesika langsung berdiri.


“Oke!” Arsy pun akhirnya mengajak Naura dan Jesika kembali berjalan, bukan mencari bendera namun jalan menuju Vila keluarga mama nya.


Tidak begitu jauh, hanya butuh lima belas menit, mereka sudah sampai di depan sebuah Vila yang cukup megah di kelilingi oleh banyak pohon yang menjulang tinggi.


“Assalamualaikum!’ seru Arsy ketika membuka pintu.


Pintu tidak di kunci, itu berarti keluarganya masih berada di sana.


“Kok sepi sih Ar?” tanya Naura ketika melihat se keliling.


“Nah itu aku juga gak tahu. Harusnya sih rame, karena mereka bilang nya seminggu disini,” jawab Arsy, “Kalian tunggu disini dulu yah.”


“Astagfirullah ini pada kemana sih?” gumam Arsy sedikit berdecak.


“Om Mike?” teriak nya lagi sambil mengetuk satu buah bilik pintu. Ya, ia tahu bahwa iut adalah kamar Mike karena dirinya sering menginap juga di vila itu.


“Om di dalem yah, Om buka dong pintu nya!” teriak Arsy berusaha membuka pintu namun di kunci dari dalam, “Om buka pintu nya. Ini Chila om, om Mike buka gak!” teriak nya terus menerus hingga membaut seorang laki laki yang tengah istirahat di dalam kamar itu terusik.


Cklek!

__ADS_1


“Ngapain sih kmau disini!” seru Mike berdecak kesal.


“Hehehe, mama sama papa dimana? Kok gak ada?” tanya Arsy tanpa rasa bersalah sedikit pun.


“Pulang.”


“Hah, kok pulang? Bukannya wakut itu bilang nya mau seminggu disini? Kok udah pulang duluan? Padahal Chila mau ngenalin temen temen Chila sama mereka.”


“Berisik!” cetus Mike semkain kesal, “Lebih baik kamu ajak teman teman kamu untuk pergi dari sini. Kalian maish ada camping kan? Jadi kalian pergi dan jangan ganggu aku lagi!”


“Tunggu dulu Om!” seru Arsy menahan pintu ketika Mike hendak menutup nya.


“Om abis nangis yah?” tanya nya penuh selidik, dahi nya berkerut dan matanya memicing menatap wajah Mike dengan intens.


“Ngawur!” Mike langsung menyentil kening Arsy.


“Om patah hati sama kak Els yah?” tebak Arsy tersenyum menyeringai, “Apakah pada akhirnya kak Els sadar dan matanya terbuka.”


“Astaga Chila, mulut kamu lama lama gak bisa di rem!” Dengan kesal Mike segera mendoorng tubuh Arsy agar tidak menahan pintu nya lagi, namun berbeda dengan Mike, Arsy malah ikut mendorong dan terus menggoda om nya.


Dan terjadilah dorong mendorong antara Arsy dan Mike hingga tiba tiba Mike mengalah dan tak menahan pintu itu lagi. Namun akibatnya, tubuh Arsy malah terdorong ke depan dan menabrak dada bidang Mike dan jatuh ke lantai, hingga terlihatlah keduanya saling menindih.

__ADS_1


“Arsy!!”


__ADS_2