
“C—Clay .. “ gumam Naura terbata, ia bisa melihat wajah Clay kini semakin terlihat dingin dan menyeramkan.
“Aku kesini mau lihat keadaan kamu. Tapi sepertinya kamu sudah sehat,” kata Clay dengan wajah datar.
Naura menarik nafas nya sedalam mungkin, lalu ia hembuskan perlahan. Matanya melirik ke arah tangan Clay yang terlihat mengepal kuat dengan rahang yang mengeras. Naura tahu pasti Clay marah melihat dirinya dan Ken seperti itu. Meskipun ia dan Ken tidak melakukan apapun, namun bila di lihat dari posisi belakang pastilah seolah ia dan Ken tengah berciuman.
“Clay tunggu!” Seru Naura langsung mengejar Clay yang hendak menuruni anak tangga.
“Lo sama Naura ngapain?” tanya Hary menatap Ken. Sementara itu, Ken hanya mengangkat kedua bahu nya dan tersenyum tipis melihat Clay marah dan Naura mengejar nya.
“Ken, lo gak lagi anu kan sama Naura?” tanya Susan sedikit ragu.
“Donat bantet, maksud pertanyaan lo itu apa?” cetus Ken menggelengkan kepala nya.
“Lo ciuman sama Naura!” jelas Susan dengan wajah kesal karena lagi lagi Ken selalu memanggil nya donat bantet.
Lagi lagi Ken hanya mengangkat kedua bahunya cuek, lalu ia segera masuk ke dalam kamar nya. Meninggalkan teman teman nya di penuhi rasa penasaran dan curiga.
__ADS_1
Susan dan Hary sempat saling menatap, namun hanya beberapa detik lalu keduanya memutuskan untuk kembali turun ke bawah dan menyusul Naura juga Clay karena memang tujuan nya datang hanya ingin menjenguk Naura.
“Clay aku bisa jelasin. Ini gak seperti yang kamu lihat. Aku sama Ken—“
“Cukup Ra, sudah cukup!” potong Clay dengan cepat, kini keduanya berdiri di halaman rumah tempat di sebelah mobil milik Clay.
“Clay, kamu marah sama aku?” tanya Naura dengan mata berkaca-kaca.
“Selama kita kenal, apa aku pernah marah sama kamu?” tanya Clay balik tanpa menjawab pertanyaan Naura.
“Serius Clay, tadi aku dan Ken gak ngapa-ngapain. Dia lagi mabuk, jadi tolong maklumin sikap dia yang semakin gak waras. Tapi beneran aku dan dia gak—“
“A—apa?” kata Naura kembali membuka suara.
“Apa kamu sudah mencintaiku? Atau kamu masih mencintai Ken?” tanya Clay dengan wajah serius.
Deg!
__ADS_1
Naura hanya diam dan tak bisa menjawab, kini dirinya semakin di liputi rasa takut, bersalah dan rasa bimbang. Haruskah dirinya jujur? Atau dirinya harus berbohong demi kebaikan semuanya, ia tidak tahu harus menjawab apa.
“Kalau misal aku meminta seperti yang di lakukan Ken padamu, apakah kamu akan memberikan nya?” tanya Clay lagi yang membuat mata Naura langsung membola dengan sempurna.
“Kamu tahu Ra, kalau aku sudah mencintai kamu. Bahkan aku baru kali ini merasakan rasa sejauh ini kepada lawan jenis ku,” gumam Clay mengusap lembut wajah Naura dengan tangan nya. Namun entah mengapa, kini Naura malah merasa takut melihat sikap Clay yang tidak seperti biasanya.
“Clay, aku—“
“Jawab saja Ra, apakah kamu sudah mencintai ku? Apakah cintaku sudah terbalaskan? Jangan buatku terlalu lama menunggu Ra,” bisik Clay tepat di telinga Naura dengan tangan yang masih terus memberikan sentuhan sentuhan lembut namun mematikan di wajah Naura.
“Clay jangan buat aku takut,” lirih Naura menahan tangis.
“Aku tidak ingin menakuti mu, aku hanya ingin tahu bagaimana perasaan mu. Bagaimana perasaan mu terhadap ku.”
“A—aku ... “
“Kamu tahu Ra, aku paling benci di bohongi, dan aku benci pengkhianatan.”
__ADS_1
Kini Naura sudah tak mampu berkata kata lagi, air mata nya menetes begitu saja membasahi wajah nya. Sungguh, ini adaah akli pertama ia melihat sisi lain dari Clay yang ternyata jauh dari ekspetasi nya. Ia tidak menyangka bahwa Clay bisa bersikap se menakutkan seperti ini.