KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)

KENZO (Pernikahan Rahasia Saat SMA)
Extra Part II


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Sepanjang perjalanan menuju rumah, Ken hanya diam mematung sambil membuang wajah nya menatap jendela. Ia masih begitu kesal pada Naura yang malah mengajak nya makan sate, padahal dirinya dari rumah sudah sangat semangat ingin makan bubur.


"Kamu masih marah?" tanya Naura sambil mengusap bahu suami nya, namun dengan cepat Ken menepis nya hingga membuat Naura semakin mendengus dan berusaha menahan amarah.


"Pak, puter balik. Kita ke warung bubur ayam Pak," ujar Naura kepada supir yang membawa nya, hingga membuat Ken seketika menatap horor kepada sang istri.


"Jangan Pak, lanjut pulang!" ketus Ken menghela napas nya dengan kasar.


"Kamu itu maunya apaan sih Ken! jangan kaya anak kecil deh!" seru Naura yang sudah tidak bisa menahan emosi nya.


Sejak tadi Ken mendiamkan nya hanya karena sebuah sate. Naura sudah membujuk untuk putar arah, namun tidak mau. Maunya apa coba! batin Naura berdecak menghadapi sikap Ken.


Lagi lagi Ken tidak menjawab, ia malah melengos dan kembali menatap jalanan pada jendela mobil.


"Oke, marah aja terus. Marah! pak anter saya pulang ke rumah Oma, jangan ke rumah Papa!" ucap Naura ultimatum. Ia segera menyuruh supir untuk berhenti di pinggir jalan agar Naura bisa pindah duduk di depan.


Sementara Ken yang merasa tidak terima, kini semakin kesal lantaran Naura yang tidak bisa mengerti akan kemauan nya.

__ADS_1


"Kenapa harus pindah sih!" seru Ken langsung turun dan membuka pintu mobil depan. Namun Naura enggan untuk turun apalagi melihat ke arah Ken.


Dirinya malah asik bermain ponsel, membalas chat dari teman temannya. hingga membuat sang supir di landa dilema.


Bagaimana tidak dilema, bila menghadapi dua anak majikan nya yang sedang bertengkar di pinggir jalan hanya karena sebuah makanan.


"Den, Non, jadi kita pulang kemana? Ini sudah malam loh, gak baik atuh buat kandungan non Naura," ujar pak Supir sepelan mungkin agar tidak semakin menyulut emosi keduanya.


"Ke rumah lah!" ketus Ken dan Naura bersamaan.


"Ru—rumah mana?" tanya supir itu lagi karena masih bingung akan pulang ke. mana.


"Aku mau ke rumah Oma!" seru Naura kini mendongak dan menatap wajah Ken yang masih berdiri di samping mobil.


"Rumah Papa!"


"Rumah Oma!"


"Aku suami kamu! jadi kamu harus ikut aku!" kata Ken dengan tegas.

__ADS_1


"Seorang suami tidak akan mendiamkan istri hanya karena bubur ayam sialan itu!" pekik Naura mengeluarkan kekesalan nya.


"Dan seorang istri tidak akan memaksa bila suami nya gak mau!" balas Ken tak kalah seru.


"Kalau orang waras, gak mau di paksa ya gak usah buka mulut. Kenapa, kamu tetep buka mulut coba! kamu kan bisa nolak!"


"Ya karena aku laper!"


"Orang kalau laper di kasih makan udah kenyang ya udah. Diem dong, kenapa malah ngambek kaya bocil begini sih!" seru Naura kini ia sudah beranjak keluar dari mobil dan berdiri berhadapan dengan Ken, sehingga keduanya saling berteriak kesal di pinggir jalan meluapkan segala isi hati nya.


Drrtt... Drrtt.. Drrtt..


Sebuah getaran ponsel di saku pak Supir membuat pak Supir langsung menghela napas berat.


"Pak, ada dimana? ini sudah malam loh!" ujar Kiara dari seberang sana. Ia sudah berulang kali menghubungi Ken dan Naura namun tidak ada satu pun yang mengangkat, sehingga ia memutuskan untuk menghubungi pak supir.


"Anu, Ibu. Itu, den Kenzo sama non Naura lagi bertengkar," ujar pak Supir lalu mendekatkan telfon nya agar majikan nya bisa mendengar suara perdebatan antara Ken dan Naura.


"Allahuakbar!" Seketika Kiara langsung tepuk jidat ketika mendengar isi dari perdebatan anak dan menantu nya hanya karena soal makanan.

__ADS_1


__ADS_2