
“Jadi? Orang tua kandung Naura adalah kakak angkat anda?” tanya Daniel sedikit mengerutkan dahi nya ketika sudah mendengar cerita dari Kiara.
“Iya ... Liontin ini hanya ada dua. Di buat khusus oleh sahabat saya, ayah kandung Naura, namanya William. Karena nama saya dan kakak saya sama sama Kia, jadilah dia membuat nya menjadi KL, yang berarti Kia dan Liam. Kia untuk saya Kiara menjadi sebuah gelang sebenarnya, dan Kia untuk kakak saya, Zaskia menjadi sebuah kalung. ” Jelas Kiara seraya menghela nafas nya panjang, dada nya kian terasa sesak ketika ia harus mengingat kembali tentang dua orang yang sangat ia sayangi.
“Mungkin, bisa saja di luar sana banyak yang membuat liontin seperti ini juga. Tapi wajah Naura yang sangat mirip dengan kakak saya dan sahabat saya, membuat saya yakin bahwa ini bukanlah kebetulan. Sejak pertama kali saya melihat Naura, ketika masih kecil, saya sudah merasakan hal yang aneh. Tapi saya berusaha menepis nya, saya masih menyangkal dan berharap kakak saya masih hidup,” ucap Kiara sudah mulai terisak, “Naura ... apa kamu gak percaya dengan tante?”
“Bu—bukan gak percaya, tapi ... “ Naura menundukkan kepala nya, tangan nya saling bertaut dan meremas satu sama lain.
“Sayang, tante mohon. Kamu dan Ken sudah saling mengenal sejak kecil, dan tante hanya ingin mempersatukan kalian. Setidak nya, dengan kalian menikah, maka tante bisa merawat kamu dan menjadi wali kamu sepenuh nya.” Ucap tante Kiara lagi, kini ia sudah ikut duduk di brankar Naura dengan menggenggam tangan naura cukup erat.
“Hanya kamu satu satu nya keluarga Tante, hanya kamu Naura. Dan Tante tidak mau melihat kamu sendiri apalagi terluka lagi oleh—" imbuhnya dan sedikit melirik ke arah Daniel.
__ADS_1
“Tante, tapi ... “ Naura merasa di ujung dilema. Bagaimana bisa tante Kiara menyuruh nya menikah dengan Ken karena alasan seperti itu. Mungkin, bila Naura egois, dirinya akan langsung menjawa IYA. Naura sangat mencintai Ken, meskipun dirinya sudah berpacaran dengan Clay, namun tak bisa ia bohongi bahwa hati dan perasaan nya masih utuh untuk Ken.
Tapi Naura tidak ingin mendapatkan Ken dengan cara seperti itu. Dia tidak mungkin menyakiti ketiga orang yang sangat baik dengan nya. Ken, Clay dan juga Arsy.
Ketiganya sangat baik terhadapnya, bila ia menerima lamaran tante Kiara, maka ia akan menyakiti hati ketiganya. Tidak, ia tidak mungkin melakukan itu, Naura menggelengkan kepala nya dan emmejamkan mata dengan sangat erat.
“Sayang, kamu gapapa? Kamu kenapa?” tanya tante Kiara panik ketika melihat tubuhNaura sedikti bergetar.
“Mau apa?” tanya Kiara dengan penuh selidik.
“Mah!” tekan Ken menatap penuh harap kepada mama nya.
__ADS_1
“Ayo Sayang, kita keluar dulu. Biarkan Ken yang membujuk Naura,” ajak papa Kaisar seraya memeluk mama Kiara dari samping dan mengajak istrinya keluar.
“Tapi—“ Kiara begitu enggan meninggalkan Naura dan Ken berdua, ia masih takut bila Ken akanmenyakiti Naura.
“Sayang, ... “ tekan Kaisar lagi, hingga akhirnya Kiara menganggukkan kepala nya dan dengan berat hati ia mengikuti perintah suaminya.
“Kakak tunggu di luar yah,” kata Daniel mengusap bahu adik nya sebentar, lalu ia ikut keluar menyusul orang tua Ken.
Dan, kini di ruangan itu hanya tersisa Ken dan Naura. Keduanya hanya salign diam dengan pikiran masing masing. Naura benar benar di ujung dilema, tak bisa ia pungkiri, saat berdua dengan Ken, jantung nya selalu berdetak dengan begitu cepat. Bukan karena bahagia, melainkan karena sesak. Ya, sesak ketika sadar bahwa laki laki itu bukan untuk nya. Laki laki itu sudah berpunya dan memiliki hati lain.
“Ayo kita menikah!”
__ADS_1