
...🍁🍁🍁🍁...
Setelah memesan tiket, Naura dan Clay pun segera masuk ke dalam teather karena memang ternyata film sudah di mulai sejak beberapa menit yang lalu. Ya, mereka sedikit terlambat karena tadi jalanan sedikit macet. Namun mereka beruntung karena masih mendapatkan tiket untuk masuk, karena memang film tersebut sedang ramai dan di sukai anak muda.
“Untung aja masih kebagian dua kursi,” kata Naura menghela nafas nya pelan ketika sudah duduk di kursi nya.
“Maaf,” bisik Clay tersenyum dan Naura menganggukkan kepala nya.
Selama film di putar, Naura tak henti henti nya menangis hingga membuat matanya sedikit sembab. Sementara Clay dengan sigap langsung memberikan sapu tangan nya untuk menghapus air mata Naura.
“Brengsek banget cowok nya hiks hiks hiks,” gumam Naura lirih dan terisak.
“Kamu ini, luar nya aja bar bar, tapi lihat beginian aja banjir,” kata Clay terkekeh dan menggelengkan kepala nya.
“Clay ... “ panggil Naura menatap ke arah samping nya.
__ADS_1
“Hem,” jawab nya masih dengan wajah tersenyum.
“Kalau aku seperti itu, menurut kamu gimana?” tanya Naura pelan dengan lelehan air mata dan menatap intens mata Clay.
“Hush, buang pikiran itu, aku tidak menyukai nya. Dan tidak akan pernah aku biarin kamu seperti itu.” Balas Clay dengan tegas, “Ra, apapun keadaan nya ke depan. Jodoh tak jodoh, kita akan selalu bersama. Aku akan selalu ada buat kamu. Jangan pernah berfikir untuk sendiri, ada aku yang akan selalu menemani kamu. Aku janji,” imbuh nya lalu mengecup tangan Naura.
“Aku tahu kamu masih belum bisa melupakan dia sepenuhnya. Tapi aku masih akan terus berusaha untuk menghapus sisa nama itu dari hati kamu.”
“Tapi bagaimana kalau sampai akhir, nama itu akan terus mengisi hatiku? Bagaimana kalau—“
“Sssttt, jangan katakan apapun lagi. Kita jalani seperti air mengalir, ingat?” kata Clay langsung menutup bibir Naura dengan jari telunjuk nya, lalu Naura mengangguk dan kembali bersandar pada bahu Clayton.
Ya, Ken sudah menyadari kedatangan Clay dan Naura sejak awal, namun sayang keduanya tidak menyadari nya. Dan entah mengapa, Ken tidak menyukai kedekatan Clay dan Naura. Terlebih saat Clay berani menyentuh bibir Naura, membuat rahang Ken mengeras dengan tangan yang mengepal kuat.
‘Ken sadar, mereka pacaran. Biarkan saja, lo juga lagi jalan sama Arsy, plis Ken jangan bodoh!’ gumam Ken dalam hatinya berusaha membuang perasaan aneh yang hinggap di hatinya.
“Ken, kamu kenapa?” bisik Arsy ketika melihat Ken melamun.
__ADS_1
“Hah, gapapa kok.Aku gapapa,” jawab Ken tersenyum dan kembali menggenggam tangan Arsy.
“Film nya sudah selesai, ayo keluar. Aku mau ke toilet,” ucap Arsy lalu beranjak dan menggandeng tangan ken keluar dari teater.
Ken menunggu Arsy di depan toilet, begitupun dengan seorang gadis yang sejak tadi ia pantau, kini ia juga sedang terlihat berdiri tak jauh dari toilet sambil bermain ponsel nya.
“Jaga jarak sama Clay!” ucap Ken tiba tiba yang berhasil mengejutkan Naura.
“Astaga!” pekik nya langsung membalikkan tubuh nya ke belakang, “Lo ngapain disini?”
“Mau beli rengginang!” cetus Ken, “Lo pikir gue kesini mau ngapain?”
“Ya mana gue tahu. Kali aja lo beneran mau beli rengginang!” kata Naura tak kalah ketus.
“Gue serius Ra. Jaga jarak sama Clay!”
“Kenapa?’
__ADS_1
“Pikir aja sendiri!” pekik Ken dengan geram, lalu ia pergi meninggalkan ruangan itu dan memilih menunggu Arsy di bangku luar.
“Dih, ke sambet penghuni bioskop kali yah?” gumam Naura seraya mengangkat kedua bahu nya dan menggelengkan kepala ketika melihat sikap Ken yang menurut nya aneh.