KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 99


__ADS_3

Waktu hampir menunjukkan lewat jam makan malam. Namun pemilik rumahnya tak kunjung ada yang menengok makanan di meja makan yang sudah Siti siapkan sedari tadi. Hingga makan malam yang Siti masak tadi tak hangat lagi.


Tanpa tahu apa yang terjadi dilantai atas, dengan percaya diri Siti naik ke lantai dua guna memanggil majikannya.


"Maaf Tuan.... anu... anu...." kata Siti tergagap, melihat wajah merah Adittya saat membuka pintu kamarnya


"Anu.. anu... anu apa ??? katakan yang jelas !!!" sentak Adiittya


"Makan malamnya su...dah dingin Tuan ???"


"Buang semua !!!" kata Adiittya sambil menutup keras pintu kamarnya, kemudian berjalan menuju kamar putranya yang bersebelahan dengan kamarnya


Tergesa gesa Siti segera turun, dan menyimpan masakannya dalam lemari pendingin


"Sayang..... sudah dong marahnya ??? mas minta maaaaffff banget." pinta Adiittya, mencium bahu Ayuna yang sedang tidur miring menghadap Re


"Sayang... ayo pindah ke kamar kita...??!!!"


Ayuna masih diam, mengabaikan rengekan Adiittya. Tiba tiba bocah kecil itu mendongak kepalanya melihat sang daddy


"Re... bujuk Mommy gih !! supaya mau pindah kekamar utama"


Kepala Re menggeleng


"Re....!!!!"


"No !!! Daddy jahat !!!" teriaknya, kemudian kepalanya menyusup ke ketiak Ayuna


"Re itu kan milik Daddy ?? seharusnya Daddy yang disitu, bukan kamu !!!" goda Adiittya


"Ayuna is my Mom" ucapnya dalam sembunyiannya diketiak Ayuna


"She is my wife" enyel Adiittya


"Sudah mas... sana tidur sendiri. Mas kan nggak butuh kita."


"Siapa bilang ??? aku membutuhkanmu, sayang. Always !!!"


"Re... mau nggak Daddy ajak ke pasar malam ?? wahananya banyak lo Re, yang jual mainan juga banyak, bagus bagus lagi." rayu Adiittya


"Yang jual martabak telor juga ada. Ukuran jumbo malah..." ucap Adiittya sambil melirik Re yang penasaran. Terlihat putranya itu sesekali mengintip dirinya


"Uumm... besok jika Arion tiba, Daddy mau ajak dia naik wahana dipasar malam ahh...."


Dan benar saja putra sulungnya itu langsung mendongak menatap matanya


"Really !!! Arion akan kemari ???"


Adiittya mengangguk mantap "Sure. Uncle Andrew sudah bilang sama Daddy....."


"Mass... jangan ajari anakmu dengan kebohongan. Nggak baik untuknya kelak."


"Mas nggak bohong sayang. Andrew sendiri yang menelfonku. Dia bilang akan menitipkan Arion kembali pada kita. Karena Alone akan pergi ke Amerika untuk berobat."


"Horee.... Arion comeback.." Re berteriak kegirangan sambil mengangkat kedua tangannya


"Hati hati sayang... nanti kakimu mengenai perut Mommy lagi..."


"Apa hari ini kita akan pergi ke pasar malam ???"


Adiittya manggut manggut sebenarnya ia malas dan rasa capeknya yang belum hilang juga


"Yes, sure... come on kita pergi sekarang...!!"


"Nggak usa mas, sudah malam"


"Nggak apa sayang, bentaran doang. Kasihan Re udah terlanjur happy."


Re nampak riang matanya berbinar binar, akhirnya bisa menjajaki wahana dipasar malam.


Sifat Adiittya yang overprotektif membuat Re dan Ayuna tidak bisa main ataupun jajan disembarang tempat.


"Dam, awasi anak gue !!! Pastikan mainan yang dia naiki tidak terkontaminasi dan aman dari virus."

__ADS_1


"Siap bos"


Melihat anaknya yang tertawa riang berlari kesana kemari, naik dari satu wahana ke wahana yang lain membuat bibir Adiittya mengembang meski ada setitik kekhawatiran virus yang akan menempel pada anaknya.


"Daddy !!! Re mau martabak telor "


"Okey !! akan Daddy belikan, tapi setelah itu kita pulang okey !!!"


"Okey !!!" jawabnya mantap diikuti ibu jarinya yang menyatu dengan jari telunjuknya, membentuk O


Adiittya mengulum senyum, karena berhasil membujuk putranya. Itu menjadi tanda jika malam ini, dirinya akan tetap mendapat jatah dari Ayuna


#######


"Sayang.... !!!"


"Sayang.....!!! Dimana dasi dan jam tanganku.."


Ayuna kembali naik ke lantai atas, yang sebelumnya berada didapur membantu Siti menyiapkan sarapan.


"Apa sih mas... kenapa berteriak ???"


"Dasi dan jam tangan, aku tidak menemukannya "


"Modus saja kamu mas !! ini apa ???" Ayuna segera mengalungkan dasi biru dongker keleher Adiittya


Cup


"I love you" goda Adiittya


Mata Ayuna menyipit "Itu kan yang mas mau ???"


Adiittya terkekeh "Sayang.... mas nggak usa kerja ya ??? mas pingin seharian sama sayang ???!!" rajuknya sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Ayuna


"Nggak !!! Mas wajib kerja !!!"


"Huuffttt"


"Tenang sayang, Re ada kok !!"


Dahi Ayuna mengernyit, kepalanya menoleh kesana kemari


"Re, kenapa disana Nak." tanya Ayuna, melihat putranya duduk di sela sela antara meja rias dan lemari


"Disuruh Daddy" Re berjalan ke arah Ayuna "Daddy bilang, jika Daddy dan Momny mesra mesraan, Re harus sembunyi. Nggak boleh lihat."


"Astaghfiruallah masss....."


Adiittya tersenyum nyengir mendapat protesan dari istrinya. Setelah membantu Re mamakai baju seragamnya dan Adiittya sudah rapi dengan setelan baju kantornya. Ayuna mengajak anak dan suaminya turun untuk makan paginya.


"Jangan lupa nanti siang, jadwal memeriksa kandunganku lo mas"


"Iya sayang, mas tidak lupa. Seperti biasa biar Toni menjemputmu..."


"Mommy, Re ikut boleh ???!!"


"Boleh sayang, nanti kita sama sama lihat kecil"


"Yeee....."


#######


Setelah menempuh perjalanan panjangnya di udara, dua orang dewasa ini tersenyum lega. Apalagi anak laki laki kecil yang berada digendongan bapaknya. Sejak sebelum terbang tadi bibir mungilnya terus saja mengembang.


"Indonesia !!!" teriaknya girang


"Kamu senang son ???"


"Yes, i'm happy !!!" binar matanya tak bisa membohongi kedua orangtuanya


"Kamu jangan nakal ya ?? jangan berantem sama Re... Jangan nyusahin Mommy dan Daddy"


"Yes, Mam"

__ADS_1


Tak terasa, tiba tiba saja mobil yang membawa mereka dari Bandara sudah tiba dibangunan besar nan mewah yang berada di paling ujung jalan.


Setelah pintu mobil terbuka, balita laki laki itu keluar dan berlari sekencang kencangnya


"Mommyyyyyy.......!!!!!"


"Reeee.......!!!!"


Sayangnya meski ada penjaga keamanan rumahnya, pintu kokoh utama dari rumah itu tertutup rapat dan seperti tak berpenghuni


"Mommy...!!! mommy...!!!"


"Ree !!! Re...!!! Rain Angkasa Raya !!!"


Kedua orangtuanya hanya menyaksikan tingkah putranya yang tak henti hentinya berteriak memanggil mama dan adek angkatnya


"Maaf Tuan muda, Mas Re saat ini nggak dirumah " kata petugas keamanan yang berlari menghampirinya


"Dimana ??"


"Saat ini mas Re sekolah"


Balita itu manggut manggut, kembali mendongak "Mommy ???"


"Jika Nyonya ada, beliau disamping rumah sama bu Siti"


"Ngapain pak ?? mereka disamping rumah ???" tanya ayah anak kecil itu


"Sedang menanam bung...."


Belum selesai petugas keamanan rumah Adiittya menjelaskan, bocah laki laki itu sudah berlari meninggalkan orang orang dewasa yang lagi berbincang


"Mommy !!!"


"Mommy !!!"


"Mommy !!! i'm coming !!!"


"Son, hati hati jangan lari !!!"


Si ibu tiri anak kecil itu mengikuti anaknya yang berlarian mencari ibu angkatnya


"No mami, aku sudah hafal tempat ini !!!" berhenti sejenak, karena nafas ibu tirinya itu nampak tersengal sengal "Aku tahu dimana Mommy !!!"


Si ibu tirinya tersenyum lembut "Kita akan menemui Mommymu bersama bersama son, Mami juga sangat rindu padanya..."


Membalas senyum lembut si ibu "Baiklah kita pergi bersama " menggandeng ibu tirinya dan berjalan beriringan.


"Mommy !!!"


Sesekali bibir mungilnya berteriak memanggil ibu angkatnya, sesekali bibirnya bercerita pada ibu tirinya saat dia berada dirumah ini


Merasa ada yang memanggilnya, Ayuna beranjak pelan dari duduknya digazebo. Sambil memegangi punggung belakangnya, mata Ayuna menyipit memastikan seseorang yang tak asing baginya


"Arion ??? Benar kau kah Arionku ??" pekik Ayuna sambil merentangkan tanganya, tubuhnya sedikit dicondongkan


"Mommy !!!" Arion melepas genggaman tanganya dari Aloena kemudian berlari sambil merentangkan tangannya menyambut pelukan Ayuna


"Ya Allah anak laki lakiku.. kau datang nak ??? kau benar benar datang...!!!" ujar Ayuna, air mata bahagianya keluar, terharu akhirnya anak yang sempat membuatnya dilema beberapa bulan lalu akan benar benar bersamanya lagi


Meski Arion tak lama di Indonesia, setidaknya rasa rindu yang selama ini hanya dilemparkan lewat Video call saja. Kini ia bisa memeluknya secara langsung.






🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....🌹


🌹Ajak teman teman yang lain untuk ikutan baca novel ini, kakak kakak lophers....🌹

__ADS_1


__ADS_2