
Adiittya dan Ayuna tiba dikediamannya ketika menjelang maghrib. Karena kepadatan ibukota yang menumpuk, ditambah lagi saat mereka pulang bersamaan dengan jam pulang kantor.
"Assalamu'alaikum....."
"Wa'alaikumsalam......" jawab Siti, mengambil tempat makan dari tangan Ayuna
"Terimakasih. Bu Siti masak apa malam ini ??"
"Anu.... belum masak Nyonya. Nunggu perintah dari Nyonya."
"Kamu ingin makan apa mas ??"
"Makan kamu saja sayang." jawab Adiittya, membuat Siti tertawa geli
Re mendongak menatap Adiittya "Daddy pemakan daging manusia ?? Monster dong ???? hahahahaha....."
"Iya monsternya Mommy "
"Jelek dong ?? Monster kan buruk rupa ??"
"Ngawur saja !!! Gini gini... banyak gadis yang antri nungguin Daddy !!!" balasnya tak mau kalah
"Mass... bicaranya itu lo !!! dijaga dikit napa ???" protes Ayuna kesal
Terkekeh "Roti bakar saja sayang, mas masih kenyang sama susu ya bu Siti..."
"Baik Tuan." jawab Siti menahan tawa
"Kalau aku sayur asam sama pepes pindang saja bu, ada kan pindangnya ???"
"Ada Nyonya. Kalau mas Re minta dimasakin apa ??"
Memutar bola matanya berpikir sejenak "Sama seperti Daddy, minumnya susu coklat nggak mau putih"
"Apa ??? mau makan Mommy, sepertiku ???!!" goda Adiittya
"Aku bukan monster !!!"
Jawaban ketus Re membuat Adiittya tergelak sambil menggandeng Re menaiki anak tangga yang diikuti Ayuna di belakangnya
"Sayang itu harus makan yang bergizi, biar si baby sehat. Bukannya makan apa tadi pempes...???"
"Pepes mas. Enak lo itu, nanti mas cobain deh. Jadi ingat bapak ibu, aku dan ibu suka sekali masak itu."
Ayuna menghentikan perkataannya, ketika Adiittya membuka pintu kamarnya
ceklek
Ayuna masih mengekor dibelakangnya kemudian duduk disebelah Adiittya
"Mas capek ya ??" tanya Ayuna melihat Adiittya memijit pelipisnya, lalu dengan sigap tangan Ayuna memijat pundak suaminya
"Sedikit" masih memejamkan matanya
"Aku siapkan air hangat ya mas, biar mas bisa cepat mandi."
Adiittya diam, masih memijat pelipisnya dan memejamkan matanya
Setelah menyiapkan air, Ayuna kembali duduk disebelah Adiittya
"Airnya sudah siap mas" Ayuna kembali duduk dan memijit pundak Adiittya
"Iya sayang sebentar lagi"
"Mas boleh aku minta sesuatu"
__ADS_1
Mengangkat satu alisnya, menoleh ke arah Ayuna "Apa yang sayang minta ??"
"Aku ingin ke Surabaya mas. Sudah lama nggak ke makam ibu bapak. Aku kangen mereka."
"Apa itu nggak membahayakan kandungan sayang nantinya ???"
"Insyaallah nggak mas. Tapi agar lebih yakin, kita konsul saja sama Dokter Manda."
"Baiklah, kita tanyakan Dokter Manda besok saat kontrol" mengecup pucuk kepala Ayuna
"Terimakasih mas." mencium pipi Adiittya "Mas buruan mandi gih, keburu airnya dingin" ujar Ayuna sambil mengelus pipi Adiittya yang ditumbuhi bulu halus
Adiittya tersenyum kecil, kemudian mengecup bibir Ayuna sebentar
"Sayang, kau membangunkan yang dibawah sini lho !!!" ucap Adiittya pelan, hanya Ayuna saja yang dengar sambil menyatukan keningnya ke kening Ayuna
Ayuna terkekeh "Maaf"
Namun Adiittya seakan melupakan penganggunya yang berada dikamarnya saat ini, Adiittya kembali menempelkan bibirnya diatas bibir Ayuna. Menyesap, m***m*t dan menautkan lidahnya kelidah Ayuna.
Adiittya benar benar menikmati ciuman yang dibalas oleh istrinya.
"Mommy !!! Re mau mandi, gerah !!!" teriak Re menatap sinis kedua orangtuanya, sekaligus membuyarkan rasa kenikmatan Adiittya
"Ck.. selalu !!!" decak kesal Adiittya, kemudian menyandarkan tubuhnya
"Sabar ya mass..." Ayuna terkekeh, seraya mengelus dada Adiittya
"Kamu mau apaan sih Re !! menganggu saja !!!" dengus Adiittya menatap jengkel putranya
"Re gerah !!! ingin mandi !!!" katanya mengulang kalimatnya
"Sini sayang, lepas dulu bajunya"
"Aarrgghhhh....."
"Kenapa sayang ???" tanya Adiittya panik melihat istrinya meringis kesakitan
"Re !!! Mommy kenapa ???" Adiittya menatap putranya
"Maaf Dad. Re tidak sengaja..." ucapnya pelan sambil menundukkan kepalanya
"Apa yang kau lakukan ???" muka Adiittya berubah murka
"Re tidak sengaja meninju perut Mommy" masih menunduk
"Mas sudah...." sergah Ayuna agar Adiittya tak memarahi putranya
"Kenapa kamu nggak bisa diam sih, Re !!!" menatap tajam Re
Re masih diam dan menunduk
"Lihat !!! akibat ulahmu, Mommy kesakitan seperti itu. Kau ingin membunuh adekmu, hah !!!" bentak Adiittya
Balita itu hanya diam menunduk, tak berani mengangkat wajahnya. Mulutnya mengatup rapat.
"Sudah mas... aku nggak apa kok" kata Ayuna seraya memegangi perut bagian bawahnya
"Nggak apa bagaimana ?? muka sayang saja meringis seperti itu. Masih bilang nggak apa...." kesal Adiittya
Memutar bola matanya keatas mengintip wajah Ayuna, lalu menunduk lagi
"Sini ikut daddy !!!" Adiittya menyeret paksa Re "Kamu gerah kan ?? kau ingin mandi kan ?? biar Daddy yang mandiin kamu !!!"
"No Daddy.... Ampuni Re.... Re tidak sengaja.... Huuuwaaaaaahaaaa....."
__ADS_1
Melihat putra sulungnya berjalan tersenyek senyek, membuat Ayuna naik pitam. Dia segera beridiri lalu mencekal tangan Re
"Mommy... help me Mom...."
"Lepaskan Re, mas !!! Mau kau apakan anak kita ???" Ayuna mengikuti Adiittya yang masih menarik Re
"Aku akan memberinya pelajaran" hendak mengangkat tubuh Re karena tangan putranya itu saat ini memegang pinggiran meja rias Ayuna, beruntung dengan sigap Ayuna menghalanginya
"Pelajaran apa mas ???" menatap tajam Adiittya "Kau mau pukuli anak kita ?? seperti yang kau lakukan padaku dulu...???" meraih paksa tubuh Re dari tangan Adiittya
"Sayang.... biar Re tahu kalau dia itu salah ???"
"Mananya yang salah ??? dia nggak sengaja mas.. namanya juga anak kecil, wajar dong !!! seharusnya mas itu senang mempunyai anak yang aktif, cerdas. Bukannya malah dipukuli..."
"Tapi sayang...."
"Apanya yang tapi...??? belum cukup mas menyiksanya sewaktu dia dalam kandunganku. Belum cukup membuatku beberapa kali pendarahan ?? belum cukup, mas hampir membuatnya kehilangan nyawa, hah !!!" Ayuna menangis, membuat Re ikut menangis
Mendongak melihat Ayuna meneteskan air mata "Mommy....." ucapnya terisak
"Iya sayang, sini" menggendong Re "Re nggak usa takut ya ??? Mommy and baby is fine..." mengecup puncak kepala Re
"Stop sayang. Turunkan Re. Biarkan dia berjalan sendiri..."
"Agar mas lebih muda menyeretnya ??? Apa mas ingin membunuhnya ??? Dia juga anak kita mas, Re yang paling sengsara hidupnya dibanding calon anak kedua kita. Re tak pernah mendapat kasih sayangmu waktu dalam perut. Kau selalu saja mengajakku bertengkar." berhenti sejenak mengumpulkan tenaga "Jika mas ingin menyiksanya, siksa aku saja mas. Jangan sentuh putraku. Dia kebanggaanku, dia hidupku. Biar aku saja yang menggantikannya.... Susah payah aku mempertahankan dia mas. Lalu seenaknya kau mau memukulnya..."
"Mommy..... don't cry.... stop mommy...." ucap Re sambil menangis, tangan mungilnya mengusap buliran halus yang keluar dari pelupuk mata Ayuna
"Tidak sayang" mencium pipi Re "Mommy tidak menangis, ayo kita mandi."
Ayuna melangkahkan kakinya hendak keluar kamar
"Sayang... turunkan dia. Re itu berat sayang...!!" Adiittya mencekal lengan Ayuna "Sini biar aku saja yang menggendongnya..." ujar Adiittya akhirnya ia mengalah daripada harus bertengkar sama istrinya, apalagi sedang hamil.
Adiittya tidak ingin mengulang kisahnya yang dulu saat Ayuna mengandung buah cintanya yang pertama
"Aku tidak mempercayaimu, mas !!!" menepis kasar tangan Adiittya
"Sayang..... maafkan mas ya ??? mas panik, mas takut sesuatu terjadi padamu... mas spontan marah sama Re !!! mas tidak benar benar marah kok ??? aku berani bersumpah atas nama anak anak kita, ya ??? sini biar mas saja yang gendong Re !!!"
Ayuna tak menghiraukan, ia terus saja berjalan sambil menggendong Re
"Sayang.... ayo dong... kesiniin Re ??" Adiittya masih membujuk Ayuna "Mas takut sayang... mas takut kau kembali mengalami saat melahirkan Re... mas tidak sanggup jika kehilangan kalian. Lebih baik mas yang mati, daripada kehilangan kalian..."
"Okey !!! sayang boleh menemaniku memandikan Re sampai selesai mengganti baju Re !!! tapi sini berikan Re padaku !!!" Adiittya mengulurkan kedua tangannya, agar Ayuna memberikan Re padanya
"Sini Re ikut Daddy..." ucapnya lembut
Re menggeleng "Re takut...." kemudian menyembunyikan kepalanya diceruk leher Ayuna
"Kau dengar sendiri kan mas... putramu saja takut sama kamu !!!" ucapnya ketus
Adiittya menjabak kasar rambutnya sendiri, ia merasa frustasi. Karena anak dan istrinya kini benar benar marah padanya dan tak mau lagi melihat wajahnya.
Dalam hati kecilnya, ada rasa takut. Takut jika Ayuna kembali meninggalkannya.
•
•
•
•
🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....🌹
__ADS_1