
Adiittya masih menekuri laptop hingga menjelang sore. Ditoleh sekilas, ternyata sang istri masih nampak terlelap diatas ranjang. Setelah ia tadi menemaninya tidur siang.
Perlahan mata Ayuna mengerjab ngerjab lalu membuka matanya, mendapati suaminya sedang fokus sama laptopnya. Ayuna masih memandangi suaminya hingga tak berkedip. Suaminya terlihat lebih tampan jika sedang serius seperti itu. Bibir Ayuna mengembang menikmati ciptaan Tuhan yang begitu sempurna didepannya.
"Masss" panggil Ayuna
Adiittya meregangkan otot ototnya yang terasa kaku. Ia berjalan dan duduk dipinggir tempat tidur. Memperhatikan wajah istrinya yang selalu membuatnya tak bisa beralih pada wanita lain, apalagi dengan kehamilan istrinya saat ini. Membuat Ayuna semakin imut dan menggemaskan.
"Sayang sudah bangun."
Ayuna mengangguk
"Mass sini." rajuk Ayuna
Adiittya mencondongkan tubuhnya mendekat pada istrinya.
"Ada apa sayang, hem." tanya Adiittya
"Tidur sini mass." rengek Ayuna, tangannya menepuk tempat kosong disebelahnya
Adiittya berbaring disebelah istrinya sesuai kemauan Ayuna. Memeluk pinggang istrinya, dan kini mereka tidur saling berhadapan.
"Sayang masih mau lagi ??" tebak Adiittya tersenyum nakal
"iiisshhh... mas Adiittya pikirannya mesum terus." desis Ayuna
Adiittya memeluk erat istrinya, menenggelamkan kepala istrinya didada bidangnya. Dan itu membuat Ayuna merasa nyaman.
"Katakan apa yang sayang mau. Mas tahu sayang sedang modus kan ??" tebak Adiittya mencium rambut pucuk kepala Ayuna
__ADS_1
Ayuna tersenyum kecil mendongakkan kepalanya menatap suaminya.
"Mass besok yuna mulai kerja, boleh ??" pinta Ayuna getir
"Emang masa cuti sayang sudah habis ??"
Ayuna mengangguk.
Lama Adiittya tidak menjawab pertanyaan sang istri. Karena ini sudah sering dibahas dan sudah pasti Ayuna pun tahu jawabannya. Tapi kenapa istrinya masih kekeh pada kemauannya yang akan mengakibatkan pertengkaran dirumah tangganya.
"Maasss." rengek Ayuna, matanya sudah berkaca kaca
Melihat istrinya yang merajuk, membuat hati Adiittya tidak tega jika menolaknya
"Ada syaratnya "
Ayuna tersenyum " sayang tidak boleh capek, sayang tidak boleh telat makan, jaga anak kita." sahut Ayuna menirukan kata suaminya
" Apa !!"
"Sayang dilarang tebar pesona sama laki laki lain terutama Alan." cicit Adiittya
"Aku dan Alan hanya sahabat mas, kita juga rekan kerja satu ruang. Lagian Alan sekarang lagi dekat sama suster Rara." jelas Ayuna
Bibir Adiittya menjelajahi leher Ayuna sambil mendengarkan penjelasan istrinya
"Mas tidak mau tahu. Pokoknya sayang harus jauh jauh dari Alan. Kecuali sayang mau mas marah."
"Maasss...iiihhhh.... geli." protes Ayuna merasa risih daritadi bibir suaminya tak lepas dari lehernya
__ADS_1
"Sayang sudah membuat yang dibawah sana bangun, sekarang sayang harus tanggungjawab."
"Itu maunya kamu saja mas."
"Pinter." puji Adiittya mencubit keras hidung mancung Ayuna
"Sakiitt." rajuk Ayuna cemberut, mengusap hidungnya
Cup
Adiittya mencium hidung Ayuna
"Mandi yuk, sudah sore nih." Ajak Adiittya, bangun dari tidurnya.
Ayuna merentangkan kedua tangannya, memberi kode pada suaminya meminta gendong padanya. Adiittya tergelak melihat sikap manja istrinya. Dengan senang hati, ia menyibakkan selimut yang membungkus tubuh polos Ayuna. Menggendong masuk kekamar mandi.
"Rico ngapain kamu ???" cerca Adiittya saat melihat Rico dikamar tidur anaknya bersama Lala
"Bermain sama Arion."
"Keluar kamu Rico !!! jangan macam macam ya kamu !!" ancam Adiittya
"Mas kenapa sih kamu." cegah Ayuna
"Rico nggodain Lala terus sayang." bisik Adiittya
"Biarin saja mas, siapa tahu mereka jodoh."
"Sayang, Lala itu masih muda. Mas khawatir Lala hanya mainan untuk Rico."
__ADS_1
Adiittya menggendong Arion sambil satu tangannya merangkul bahu istrinya, berjalan menuju meja makan. Kemudian keluarga kecil Adiittya termasuk Rico menikmati makan malam yang sudah dihidangkan oleh bi ina.