KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 103


__ADS_3

"Itu tadi suami kamu, Yuna ???"


"Iya. Apa mas Adiittya tadi bicara kasar padamu...???"


Wajah getir Ayuna nampak jelas, Cilla tersenyum


"Biasalah Yuna. Namanya juga orangtua, ya pastilah membela anaknya, meski anaknya bersalah..." kata Cilla tersenyum masam, mengingat perdebatannya dengan Adiittya pagi tadi


"Sudah ku duga" desis Ayuna, pindah duduk disebelah Cilla "Maafkan mas Adiittya dan anakku ya Cil, keduanya memiliki sifat yang sama, keras kepala...."


Cilla tersenyum tulus


"Nggak apa Ayuna. Aku pun juga akan melakukan yang sama seperti suamimu"


Ayuna tersenyum


"Oh ya... mana suamimu ??? kok nggak ikut ??"


Cilla tersenyum masam


Mengangkat kedua alisnya, "Sibuk ??!!"


Mengambil nafas panjang lalu mengeluarkan pelan "Entahlah...!!!" menggelengkan kepala


"Kalian ada masalah ??" pertanyaan Ayuna tak mendapat jawaban dari Cilla "Maafkan aku Cil, jika pertanyaanku membuatmu ta....."


"Suamiku pergi Yuna" potong Cilla "Sudah lima bulan ini, dia tak pernah pulang ke Surabaya juga tak pernah mengirim nafkah untukku...." ceritanya


"Lalu apa kau sudah...."


Mengangguk "Aku sudah mencarinya kemana mana, bertanya ke teman temannya. Tapi nggak ada yang tahu keberadaannya. Dia juga sudah tidak tinggal lagi dikontrakannya. Terakhir aku dengar dia sedang menjalin hubungan spesial dengan wanita lain...." jelas Cilla, dengan air mata dan sesak didadanya yang sudah tak kuat menahannya lagi


Memeluk Cilla "Kamu yang sabar ya, Cil. Aku turut prihatin...." tangan Ayuna mengusap lembut punggung temannya itu


"Sayang..... !!!!" Adiittya masuk dengan gontai "Kenapa ??" tanyanya pelan


Ayuna menempelkan jari telunjuk dimulutnya sambil menggelengkan kepala


Adiittya manggut manggut, kemudian membisikkan sesuatu ke dua jagoannya yang masuk bersamanya


"Kalian bermain dulu sama Adam ya boy ???" bisiknya, Arion dan Re mengangguk


Melepaskan diri "Eh.. maaf Ayuna, aku terbawa emosi."


"Nggak apa Cil, lalu apa rencanamu sekarang ??"


Melihat putrinya yang terbaring pulas setelah mendapat jahitan ditelapak tangannya oleh Leo


"Rencananya sore nanti aku akan kembali ke Surabaya. Aku nyerah, ku pasrahkan saja sama Allah. Aku akan mulai dari awal lagi..."


"Cill, kamu harus kuat, kamu harus tetap berjuang mendapatkannya kembali demi anakmu. Bagaimana nanti jika putrimu bertanya tentang bapaknya ???"


Cilla kembali tersenyum masam "Bunga tidak akan mencarinya, ia tahu jika Hendrik bukan ayah kandungnya."


"Maksudnya ???!!" kali ini Adiittya yang kepo


"Iya, saat Hendrik menikahiku, aku sudah hamil 3 bulan. Aku pikir dia laki laki baik, karena mau bertanggungjawab yang tidak pernah ia lakukan. Kau tahu kan ?? Hendrik itu gimana sifatnya waktu disekolah dulu ??? makanya aku langsung menerimanya, sekaligus untuk menutupi aibku..."

__ADS_1


"Hendrik ??? Murid kelas IPS III itu ??" Cilla mengangguk "Cowok pendiam yang selalu juara itu ?? cerca Ayuna, Cilla mengangguk lagi


"Siapa sayang...??? mantan sayang....???" hardik Adiittya, mukanya kesal karena istrinya sangat antusias bercerita tentang Handrik


"Bukan mass.... dia itu sainganku. Karena dia kelasku pernah mendapat juara 2 se sekolahan, biasanya aku yang no 1."


"Nggak usah kesal sayang" pindah duduk dibelakang Ayuna, lalu mencium rambut belakang Ayuna "Sayang selalu no 1 dihati mas.."


"Apaan sih mas !!!" protes Ayuna "Lalu dimana ayah kandung Bunga sekarang ???" Ayuna kembali bertanya Cilla


Cilla menggeleng "Aku nggak tahu. Setelah tahu aku hamil, dia meninggalkan aku begitu saja. Bahkan orangtuanya datang kerumah dan mencaci maki aku dan orangtuaku..." mata Cilla berkaca kaca "Aku pikir saat itu Abdi menikahimu, ternyata kau menikah dengan orang lain"


Adiittya dan Ayuna menautkan kedua alisnya "Abdi Sanjaya ??? jadi ayah Bunga Abdi Sanjaya ??!!!"


Cilla mengangguk "Iya"


"Jahat sekali dia." desis Ayuna


"B*eng*ek benar laki laki itu !!! Kau ingin tahu dimana Abdi Sanjaya sekarang ini ???" timpal Adiittya, Ayuna mengangguk menyetujui dengan tawaran suaminya


Cilla menatap bingung Adiittya dan Ayuna bergantian


"Apa kau ingin bertemu dengannya ?? Suamiku bisa membantumu ???"


"Aku juga bisa menemukan keberadaan suami keduamu ??" tawar Adiittya menyombongkan diri


"Bagaimana ??" tanya Ayuna


"Kau benar tahu dimana Abdi ??" tanya Cilla tak percaya, Ayuna mengangguk


Kemudian Ayuna menceritakan kejadian waktu itu


"Kau jangan kaget ya Cil, Abdi dipenjara sekarang ini" jelas lirih Ayuna, merasa tidak enak "Maafkan kami, suamiku yang memenjarakannya"


"Nggak apa Ayuna. Manusia seperti dia pantas mendapatkannya, aku juga sudah melupakannya. Tapi jika aku menemuinya, bagaimana dengan Bunga ??"


"Bunga biar sama aku saja. Nggak apa, kau pergilah !!! Mumpung masih ada waktu, nanti sore kau akan ke Surabaya kan ???" tutur Ayuna semangat


Cilla mengangguk mantap "Terimakasih ya Yuna, Tuan Adiittya..."


Adiittya, Ayuna mengangguk kemudian memeluk sebentar Cilla untuk memberinya kekuatan. Dan Adiittya segera menghubungi Toni dan Adam memberi perintah untuk mengantar Cilla menemui Abdi yang saat ini berada dirutan.


"Daddy...!!! Mommyy.....!!!" Re dan Arion berlari masuk kekamar tamu


"Ssttt.... jangan berteriak sayang. Kasihan Bunga, nanti terganggu tidurnya." kata Ayuna memeluk Rain yang saat itu langsung menghambur kepelukan Ayuna


"Mommy !! kenapa Daddy kasih tugas Adam ?? Kita lagi asyik bermain ???!!" protes Re cemberut dengan pistol plastik ditangannya


"Daddy butuh bantuan Adam, sayang" mengusap keringat didahi Re "Main apa sih sayang, sampai berkeringat begini. Mana basah banget lagi bajumu..."


"Polisi polisian. Adam dan Toni, jadi maling. Aku dan Arion jadi Polisinya." mendongak menatap Ayuna "Adam payah, Mommy !!! Dua orang tua itu cemen !!! selalu kalah !!" ledek Re pada Adam dan Toni


Adiittya mengulum senyum "Bukan Adam yang kalah, Adam sengaja mengalah. Takut sama Daddy !! karena kamu anak Daddy..." sindir Adiittya


Menatap sinis Adiittya "Bukan seperti itu !!!" sentak Re


"Re, jangan berteriak sayang. Bunga lagi tidur."

__ADS_1


Re menoleh Bunga sekilas, kemudian mulutnya mencebik "Tidurnya lama bangett...!!!"


"Kasihan Bunga.... pasti tangannya sakit sekali. Makanya kakek Leo membungkus tangannya begitu.." celetuk Arion duduk ditepi ranjang Bunga


"Ganti saja dengan tanganmu !!!" ketus Re


"Kau yang menyebabkan Bunga seperti itu !!!" balas Arion nyolot


"Dia yang tuli." bentak Re tak terima "Pasti telinganya banyak batu batanya" desis lirih Re yang masih bisa didengar, membuat Adiittya terkekeh


"Re !!! kau itu salah, tapi tak mengaku" Arion ganti membentak Re


"Dia yang salah !!! Kau seharusnya membelaku !!! bukan membelanya !!!???"


"Re, Arion sudah !!! stop !!! jika kalian masih bertengkar Mommy tinggal nih !!!"


"Menjenguk baby yuk, Mom" goda Adiitttya sambil memainkan alisnya naik turun


Ayuna melotot


"No Momm.... Re ikut Mommy, Daddy disini saja sama Arion !!!"


"Kalau hari minggu sudah jatah Daddy peluk peluk Mommy ya Re !! Jatah kamu sama Arion sudah expired."


"Nggak ada !!!" serbu Arion dan Re kompak


"Mass sudahlah !!! mengalah sama anak kenapa sih ??!! Bikin tambah ribut saja. Bunga bangun nanti...!!!" amuk Ayuna


Adiittya tertawa kecil, tak sampai disitu Adiittya menggoda putranya, meski sudah mendapat amukan istrinya. Pasalnya ia senang sekali melihat Re kalau sedang marah


"Asal kalian tahu ya !! Mommy itu milik Daddy seutuhnya dan selamanya !!! Kalian itu hanya menyewa Mommy sementara, bukan selamanya. Itu saja Daddy lakukan karena Daddy kasihan sama kalian..." tersenyum tipis melihat Re yang sudah merapatkan kedua alisnya, sementara Arion tak begitu menghiraukan godaan Adiittya, Arion lebih suka fokus pada Bunga yang masih tidur efek obat bius


"Mass.... beneran nih aku tinggal !!!" ancam Ayuna "Capek aku lama lama mendengar anak sama bapak nggak ada akur akurnya, selalu saja ribut."


"Re, Arion sudah siang. Kalian tidur gih !!!"


Re menggelengkan kepala "Tidur sama Mommy..."


"Arion disini saja. Arion mau temenin Bunga..."


"Ya sudah kalian berdua tidur disini, temani Bunga. Daddy sama Mommy tidur dikamar utama " ujar Adiittya, beranjak dari duduknya


"No !!!" cegah Re, mata elangnya menatap sinis Adiittya


"Mass....!!!"


Tanpa sadar teriakan Ayuna dan Re telah mengusik tidur Bunga, membuat putri tidur itu bangun. Dan mencari mamanya. Sementara Cilla mungkin sudah mengobrol banyak dengan ayah kandungnya.





🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....🌹


🌹Ajak teman teman yang lain untuk ikutan baca novel ini, kakak kakak lophers....🌹

__ADS_1


__ADS_2