KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 27


__ADS_3

Kehadiran baby Arion memberi kebahagian dikeluarga pasangan yang juga sedang menanti calon buah cintanya. Baby Arion begitu lucu dengan pipi cubbynya, mampu menarik perhatian banyak orang.


"Sudah siang mas buruan mandi gih !! nanti telat lo kekantornya." kata Yuna didepan meja riasnya


"Iya sayang, bentar lagi." Kata Adiitya, masih menciumi pipi baby Arion yang tertidur pulas.


"Mas, tidak kerja ???" tanya Yuna jengkel melihat suaminya yang tak kunjung pergi mandi


"Hhmmm" dehem Adiitya masih menciumi Arion


"Aku mau buat susu untuk Arion, kalau aku kembali mas belum mandi, awas !!!" singit Ayuna lalu mencium pipi Arion dan pipi Adittya


"Dengar boy, daddy lagi dimarahin mommy. Boy cepat besar ya, biar ada yang ngebelahin daddy." kata Adittya pada sang putra


"Ku pastikan hidupmu tidak akan kekurangan apapun baby boy." janji Adiitya pada anak angkatnya


Melihat sang suami yang menyayangi baby Arion membuatnya merasa bersyukur. Adiittya juga memberi peringatan keras pada siapapun yang berani mengatakan jika baby Arion bukan anak kandungnya. Beruntungnya wajah baby Arion mirip dengan Adiitya, mungkin karena gen Andrew lebih kuat membuat baby Arion memiliki manik mata berwarna biru langit.


"Sayang, Arion nangis mungkin dia haus." kata Adiitya menggendong Arion turun dari tangga


"Cup cup sayang, anak ganteng mama haus ?? sini sama mama ya ?? Udah diem anak pintar." Kata Ayuna mengambil alih Arion yang masih menangis di gendongan Adiitya lalu mendudukkan bokongnya untuk menenangkan anaknya.


"Mas !!!" pekik Ayuna menyadari Adiitya masih memakai celana boxer dan bertelanjang dada


"Apa !!!" cicit Adiittya merasa tak bersalah masih asyik menciumi pipi Arion


"Mas tidak kerja ??? kenapa belum mandi juga?? bentar lagi Rico datang. Kasihan Rico masss, setiap hari menjamur manunggumu. Mas belum sarapan pula." jengkel Ayuna


Cup


Adiitya mencium bibir Ayuna sekilas lalu naik ke lantai dua. Sudut bibirnya tersungging geli melihat tingkah suaminya.


"Bi, apa bibi dulu sebahagia saya saat punya anak." celetuk Ayuna sambil memberi susu botol Arion di meja makan.


"Pasangan mana yang tidak bahagia ketika diberi kepercayaan oleh Allah untuk menjaga titipannya, Nyonya." jawab Bi ina sambil menata makanan dimeja makan.


"Iya ya bi. Aku jadi tidak sabar menunggu anak saya lahir. Lebih mirip siapa ya anakku nanti." kata Ayuna sambil memegang botol susu yang menancap di mulut Arion


"Yang pasti mirip Tuan dan Nyonya." Canda bi ina


"hahaha... bibi bisa saja. Saya bersyukur mas Adiitya juga menyayangi Arion seperti anaknya sendiri. Kadang aku suka nangis, kenapa dia harus bernasib sama dengan ibunya. Membayangkan kelak saat dia tahu kalau kak Andrew tidak pernah menginginkannya saja, hatiku terasa perih." kata Ayuna matanya berkaca kaca


"Semoga saja Tuan Andrew segera menyadari sebelum Tuan muda tumbuh besar ya Nyonya."


"Ammiiinnnn." ucap Ayuna

__ADS_1


Tiba tiba perut Yuna merasa mual dan ingin muntah saat mencium bau nasi yang baru matang dari dapur.


Hooeekkk hooeekkk


"Nyonya kenapa ??" tanya bi ina menghampiri Ayuna dimeja makan yang terhubung langsung dengan dapur


"Tidak tahu bik, tiba tiba perutku mual saat bibi membuka megicom tadi, biasanya juga tidak seperti ini"kata Ayuna sambil bergidik membuat kedua bahunya bergoyang


"Sepertinya nyonya akan merasakan morning...apa ya.." ucap bi ina mengingat ngingat


"Morning sickness" ucap Ayuna, keduanya tertawa geli


"Morning, seru banget sayang." ucap Adiitya datang tiba tiba lalu mencium kening dan bibir ranum istrinya agak lama


Wajah Ayuna berubah jengkel mendapat serangan tiba tiba dari suaminya.


"Mas, kebiasaan !! ada bibi juga, main nyosor saja." gerutu Ayuna cemberut


"Mana !!!" tanya Adiitya tak ada niat mencari keberadaan bibi, dan mengambil alih Arion dari gendongan Ayuna


"Sayang, wajah sayang pucat sekali, sayang sakit ??"


"Tidak mas, hanya mual saja tadi."


"Sayang tidak usah kerja ya, mas temani dirumah."


Begitulah Adiitya semenjak hadirnya Arion ada saja alasan buatnya untuk tidak pergi kekantor.


Dengan menggendong bayi mungil, Adiittya dan Ayuna melangkah keluar rumah.


"Jangan nakal ya baby boy, daddy dan mommy berangkat kerja, cari uang buat beli susumu." pamit Adiitya pada sang putra yang sudah beralih digendongan bi ina


"Titip Arion ya bi, kalau ada apa apa segera telpon aku atau mas Adiittya."


"Baik nyonya."


Adiitya dan Ayuna kemudian berangkat kerja. Seakan menjadi rutinitas setiap pagi Adiitya akan mengantarkan istrinya ke rumah sakit dulu.


"Masss sudah ikhhh, geli tau." bisik Ayuna kesal merasa risih semenjak masuk mobil Adiitya tidak berhenti ndusel ndusel dilehernya, satu tangannya mengelus elus perut ratanya


"Diam !!!" hardik kasar Adiitya sambil menepis tangan Ayuna yang akan menyingkirkan tangannya dari perut rata istrinya.


"Masss...hiks hiks" Suara Ayuna tercekat menahan tangisnya, hatinya merasa perih mendengar suami membentaknya


Menyadari tangannya dijatuhi tetesan air, Adiitya memiringkan kepalanya, melihat wajah Ayuna. Tidak ingin dilihat suaminya menangis, Ayuna memalingkan muka dan menghapus air matanya.

__ADS_1


"Sayang, menangis ???" tanya Adiitya


Ayuna tidak menjawab, dia terus menghapus air mata yang kini sudah mulai merembes kepipinya.


"Sayang, lihat mas." kata Adiitya mencoba menarik dagu Ayuna agar berbalik menghadapnya


"Tidak mau." jawab yuna cepat


"Sayang...kamu kenapa sih ???" tanya Adiitya masih dengan posisi yang sama


Ayuna kembali tidak menjawab suaminya dan menghempas suaminya kasar.


Mendapat perlakuan kasar, dan Ayuna yang mengacuhkannya membuat Adiitya naik pitam.


"Lihat aku Ayuna !!!" bentak Adiitya


Suara keras Adiittya mengagetkan Rico dan Ayuna. Adiittya menatap tajam istrinya, setelah pandangan Ayuna kedepan. Tahu jika sedang ditatap sang suami, tangis Ayuna semakin terisak.


"Rico balik kerumah !!! perintah keras Adiitya


"Tapi mass, aku sudah telaaat." kata Yuna masih terisak.


"Trus kamu akan kerja dengan mata sembabmu itu. Mau bikin malu aku hah !!!"


"Mass, aku sering sekali ijin, aku nggak enak sama manajer ru..." kalimat Ayuna terpotong oleh Adiitya


"Resigh saja."


"Tapi masss..." Lagi lagi Ayuna harus menghentikan kalimatnya, melihat Adiitya yang sudah menatapnya tajam.


"Lagipula kamu sedang hamil sekarang, aku tidak mau ada apa apa sama anakku. Dan besok, kita akan pindah kerumah yang baru. Untuk babysister Arion aku masih mencari, agar kau dan bi ina tidak kewalahan."


Mobil hitam metalic sudah memasuki area parkiran apartemen milik Adiittya, dengan segera Ayuna turun sambil menghentakkan satu kakinya berjalan cepat meninggalkan suaminya.


"Sayang...!!!" panggil Adiitya


Ayuna menoleh kebelakang sekilas dengan muka cemberut sambil terus berjalan cepat.


"Hhuuuufffftttt." Adiitya menghela napas panjang


"Bos, seharusnya kau tidak terlalu keras padanya. Ingat Nyonya lagi hamil, emosinya sedang naik turun." ucap Rico


"Sudahlah, Nanti aku akan menelponnya sesampai kantor. kita berangkat sekarang."


🌹to be continue 🌹

__ADS_1


Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih πŸ€—πŸ€— πŸ€—


i_eyyun 😘😘


__ADS_2