
"Lo nyonya kok pulang lagi." Tanya bi ina melihat Ayuna berlari sambil menangis
"Mas Adiittya jahat bi." jawab cepat Ayuna berlari kekamarnya
Sambil menggendong Arion, bi ina menghampiri Ayuna kekamar.
"Bertengkar lagi sama Tuan ??"
Ayuna mengangguk, mengusap air bening yang keluar dari matanya
"Kenapa sih mas Adiittya egois banget bikk ?? semua harus sesuai keinginannya. Dia tidak pernah tanya apa yang aku mau." kata Ayuna sesenggukkan
Melihat Ayuna yang menangis sampai sesenggukan hati bi ina terasa sakit. Pasalnya sejak Ayuna berstatus menjadi kekasih Tuannya, bi ina sudah menyayanginya seperti anaknya sendiri, begitu juga Ayuna.
Bi ina menidurkan baby Arion lalu duduk ditepi ranjang sebelah Ayuna.
"Memang Tuan Adiittya melarang nyonya melakukan apa ?" tanya bi ina sambil mengelus punggung Ayuna
"Mas Adiittya menyuruhku resign bik, padahal dia kan tahu ini cita citaku sejak kecil. Butuh perjuangan besar untukku bisa seperti ini. Dan sekarang....baru saja aku menikmati dari pengorbananku, dia memaksaku berhenti begitu saja."
"Tuan Adiitya pasti punya alasan untuk itu Nyonya. Mungkin tuan tidak ingin nyonya kelelahan. Apalagi nyonya sedang hamil. Belum juga nyonya harus mengurus tuan muda Arion dirumah."
"Tapi kan tidak harus membentakku bik !! mas Adiitya melakukannya didepan Rico !! Aku malu biiikk, aku ini istrinya bukan bonekanya !! huuuwwwaaa...."
Ayuna menangis semakin keras membuat Arion bangun dari tidurnya
Oooeekkk Oooeekkk
"Tolong bawa Arion bi, aku ingin sendiri."
kata Ayuna kemudian beringsuk naik
"Nyonya istirahat saja ya. Jaga kesehatan nyonya dan si baby." ucap bi ina kemudian pergi membawa baby Arion yang masih menangis
Di kantor
Seharian ini Adiitya hanya duduk termenung menatap laptopnya yang tak ingin dia sentuh. Rasanya tidak ada gairah untuk memainkan jari jari tangannya diatas keyboard. Pandangannya kosong, hanya suara notifikasi diponselnya saja yang meramaikan ruang kantornya.
"Bos, hari ini kita ada meeting dengan Pt. Chen Xie food." kata Rico dipintu tidak ada niat masuk keruangan Adiitya
Melihat Adiitya tak bergeming membuat Rico mengurungkan niatnya yang hendak mengambil laporan untuk presentasi nanti. Rico masuk dan berjalan ke meja kebesaran Adiitya.
"Masih kepikiran istrimu ??" tanya Rico sambil menepuk bahu Adiitya pelan
Pukulan pelan Rico mengejutkan Adiittya yang sedari tadi melamun
"Sejak kapan kau disini Rico" ucapnya dingin
"Sejak bos membuka laptop dan menatapnya." sindir Rico sambil menggeret kursi didepan meja Adiitya, padahal dia sendiri tidak tahu sejak kapan bosnya melamun
"Rico apa aku terlalu keras sama istriku." ucap Adiitya lirih
"Kau yang tau jawabannya bos"
__ADS_1
"Aku melakukan ini demi kebaikkannya Rico !! aku tidak ingin terjadi apa apa dengannya!! apalagi usia kehamilannya masih sangat muda, masih sangat rentan sekali. Apa dia tidak sayang sama anaknya sendiri." sungut Adiitya
"Tapi caramu salah bos"
"Salah bagaimananya ???" bentak Adiitya
"Kau tidak harus membentaknya seperti tadi, dia pasti malu padaku."
"Brengsek !!! kenapa kau membelanya Rico !!! aku yang memberimu hidup bukan istriku !!"
sungut Adiittya
"Huuffff" Rico mengeluarkan nafas kasar sebelum melanjutakan kalimatnya lagi
"Pasti saat ini istrimu sedang menangis, bos."
"Ya, kau benar. Bisanya dia hanya menangis saja." kata Adiittya lirih lalu meraup wajahnya kasar
Ruang Adiitya menjadi hening beberapa menit, sebelum seketaris Adiitya masuk
Tok tok tok
"Masuk" perintah Adiitya
"Tuan, perwakilan Pt. Chen xie sudah datang dan sekarang sedang menunggu diruang meeting." ujar seketaris itu
"Baiklah, siapkan presentasinya."
"Segera Tuan." pamit Seketaris Adiitya
Rumah sakit
"Sus, Yuna tidak masuk lagi ??" Tanya Alan yang baru datang dan duduk di kursi kerjanya
"Sepertinya dok."
"Baguslah." kata Alan tersenyum nakal
"Maksud dokter ????" tanya suster mengernyitkan dahinya
"Iya bagus, jadi kita bisa berdua." jawab Alan santai sambil menaik turunkan alisnya
Blusshh
Wajah suster Rara seketika memerah mendengar gombalan Alan. Untuk memyembunyikan rasa malunya, Rara segera bergegas menyibukkan diri, tapi masih satu ruang dengan Alan.
Alan hanya terkekeh melihat tingkah suster Rara
"Ra, kesinilah aku mau tanya ke kamu !!"
"Baik dok." jawab Rara segera menghampiri Alan dan berdiri di samping meja konsultasinya Alan
"Benar benar cantik" pujian Alan setelah melihat wajah ayu Rara yang masih memerah
__ADS_1
"Maaf dok, apa yang bisa saya bantu." tanya Rara kebingungan karena Alan tak kunjung mengatakan bantuan apa yang dimaksud.
"Ohh.. iya saya mau tanya, buat apa kamu bawa tomat !! mengganggu konsen ku saja !!" gerutu Alan pura pura
"Yang saya bawa bekal makan siang dok, bukan tomat." elak Rara
"Bawa !!! aku lihat sendiri kamu bawa tomat banyak sekali. lihat saja dulu." ujar Alan sambil mengulum senyum
Rara mengiyakan perintah Alan, kepalanya cecelingukkan di tas bekalnya mencari yang dimaksud pria berjas putih itu
"Sudah ketemu Ra !!" tanya Alan
"Belum dok." jawab Rara
"Jelas nggak ketemu Ra!! La wong tomatnya pindah ke mukamu kok."
Blusshhh
Lagi lagi Rara menampakkan wajah merahnya karena malu. Hatinya tidak bisa berbohong pertama kali bertemu, Rara sudah menaruh hati pada dokter muda yang slengekan itu.
"Orang ini salah makan atau apa sih, tumbenan ngombalin aku. Tapi aku seneng juga sih. hihihihi." bathin Rara
"Ra !!" panggil Alan saat Rara keluar dari ruang prakteknya
"Iya dok." Jawab Rara setengah gugup
"Mau kemana ???"
"Mau ambil daftar pasien dok, sudah jamnya pemeriksaan." jawab Rara dibuat senetral mungkin
"Aku pikir mau ambil hatiku, Ra." goda Alan
Rara semakin dibuat salah tingkah dengan kelakuan Alan hari ini.
Drrttt ddrrttt
"Hai istri orang kaya !!! kau pikir ini rumah sakit suami mu hah !!! seenaknya saja nggak masuk tanpa pemberitahuan. Buruan datang banyak pasien nanyain kamu tuh !!!" cerocos Alan saat melihat panggilan layar ponselnya tertera nama Ayuna
"Hiks hiks hiks maaf Alan aku tidak masuk." kata Ayuna terbata bata
"Yuna.. Yuna kamu menangis ??? apalagi yang diperbuat laki laki keparat itu, hah !!! lihat saja akan ku patahkan kakinya." ujar Alan giginya menggereget dengan tangan mengepal
"Tidak Alan, ini tidak ada hubungannya dengan mas Adiittya. Aku hanya ingin istirahat saja. " kata Ayuna berbohong
"Yuna aku sahabatmu. Jika kau ada masalah, aku siap membantumu, mendengar keluh kesahmu. jangan memendam masalahmu sendiri, hem ??" selidik Alan
"Iya Alan, terimakasih. Assalamu'alaikum"
๐นto be continue๐น
Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih ๐ค๐ค ๐ค
i_eyyun ๐๐
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca karya saya, semoga teman teman menikmatinya.