
"Sayang, tenangkan dirimu !! sahabatmu pasti akan baik baik saja. Ingat kandunganmu." teriak Adiittya melihat istrinya berjalan setengah berlari
"Stop sayang !! mas akan marah jika sayang terus berlari seperti itu."
Adiittya sedikit kesal melihat istrinya yang terus saja berlari kecil. Mendengar ancaman suaminya, Ayuna mendadak menghentikan kakinya.
"Sayang, mas tau sayang mengkhawatirkan Tata, tapi jangan lupa ada anak kita didalam perutmu. Sayang bisa membahayakannya."
"Maaf mas..., karena kekhawatiranku pada Tata, aku melupakan anak kita." kata Ayuna dengan mata berkaca kaca sambil mengelus perutnya
"Iya sayang.. mas maafkan." mencium pucuk kepala Ayuna
Mereka kembali berjalan menyusuri koridor rumah sakit, dan berhenti di ruang praktek dirinya dan Alan. Sekarang adalah hari libur Ayuna sebenarnya. Libur Alan dan Ayuna tidak sama, mereka bergantian karena itulah jadwal yang sudah ditentukan oleh pihak rumah sakit.
"Alan, dimana Tata sekarang ???"
"Di ruang operasi bersama dokter Manda. Pergilah !!! sebentar lagi aku menyusulmu."
"Terimakasih Alan."
Ayuna dan Adiittya menuju ruang operasi yang dimaksud Alan. Mereka duduk dibangku panjang, tangan Ayuna menggenggam tangan erat suaminya. Dan satu tangan Adiitya yang lain merangkul pundak Ayuna untuk menguatkan istrinya.
Sangat lama pintu operasi belum terbuka juga. Itu membuat Ayuna semakin khawatir dan berpikir yang tidak tidak.
"Mas, Yuna takut jika terjadi apa apa dengan Tata ?"
"Ssttt.. sayang tidak boleh berpikiran buruk. Lebih baik sayang berdo'a untuk kebaikan Tata, semoga dilancarkan operasinya. Agar Tata dan bayinya selamat."
kini tangan Adiitya mengelus pipi Ayuna dan menyenderkan kepala Ayuna dibahunya.
"Mas, terimaksih uda ngijinin Yuna untuk menemani Tata." Mendonggakkan kepala
"Iya sayang, bagaimanapun juga Tata itu sahabatmu." menundukkan kepala mencium bibir istrinya kilat
Mereka berdua kembali termenung dengan pikirannya masing masing. Tiba tiba Ayuna mengingat sesuatu.
"Mas, kau harus memberitahu kak Andrew sekarang, katakan jika anaknya akan lahir." Kata Ayuna bersemangat
"Kamu benar sayang, baiklah mas akan memberitahu Andrew dan menyuruhnya kesini."
Ayuna mengangguk semangat. Kemudian Adiittya mengambil ponsel dari saku celananya dan menghubungi Andrew, sepupunya.
Lama benda pipih itu menempel ditelinga Adiitya, tapi bukan suara Andrew yang didengar melainkan suara operator simcard yang dipakai Andrew.
"Bagaiman mas ??? bisa ??" tanya Ayuna karena melihat suaminya yang berkali kali menelpon Andrew
Menggelengkan kepala "diluar jangkauan, sayang." Adiitya menjedah kalimatnya
__ADS_1
"Dimana anak itu sekarang ??" guman lirih Adiitya tapi masih bisa didengar Ayuna
"Mas, apa mungkin kak Andrew mencoba lari dari tanggungjawabnya ??"
"I think so" kembali duduk dan melingkarkan tangannya ke pinggang Ayuna
Tidak lama kemudian terlihat Alan berjalan ke arah Adiittya dan Ayuna. Walaupun Adiitya dan Alan sedang tidak baik karena insiden perkelahian beberapa hari yang lalu, tapi mereka mencoba mengusirnya demi Ayuna.
"Bagaimana Yuna, apa sudah ada kabar ??" kata Alan
"Belum, bahkan tim dokter saja belum ada yang keluar untuk memberitahu keadaannya."
Alan mendudukkan bokongnya disebelah Ayuna
"Aku tidak menyangka ternyata Tata sudah menikah ?? apa kau kenal suaminya ??" kata Alan
Ayuna menggeleng
"Lalu bagaimana kita menghubungi keluarganya, mereka sekarang pasti mencemaskan Tata." kata Alan lagi
Ayuna menoleh ke suaminya, seakan bertanya 'apa aku harus bercerita yang sebenarnya'. Seakan mengerti apa yang dipikirkan istrinya Adiitya menganggukan kepala dan tersenyum.
flasback off
"Rico cari yang namanya Tata, bawa dia kehadapanku sekarang juga !!!" bentak Adiitya setelah tahu jika yang menyebarkan fitnah tentang istrinya dikampung adalah Tata, sahabat istrinya sendiri.
Tidak lama kemudian Rico sudah bersama Tata diruang kantor Adiitya.
"Jadi kamu yang namanya Tata !! apa maksudmu menyebar berita buruk tentang istriku dikampung."
Tata tidak bergeming, dia takut melihat mata biru Adiitya yang berubah menjadi merah bahkan wajahnya tak menampakkan kulit putihnya lagi.
"Jawab !!!" bentak Adiittya sambil menggebrak meja kerjanya
Tata tak juga menjawabnya, tubuhnya gemetar karena takut.
"Rico urus dia, buat mulutnya tidak bisa berbicara lagi."
"Jjj.. jangan Tuan, ss..saya akan menjawabnya." kata Tata gugup mendengar ancaman Adiittya
"Baiklah katakan apa alasanmu."
"Tuan Adiittya janji tidak akan membunuhku kan ???" tawar Tata
"Hahahah... ternyata ciut juga nyalimu. cepat katakan !!!" teriak Adiitya
Tata mengambil nafas sebanyak mungkin untuk mengumpulkan tenaganya
__ADS_1
"Sebenarnya saya iri dan sakit hati pada Yuna. Karena dia punya segalanya, orangtua, wajah cantik dan juga otak yang cerdas. Dia selalu unggul diatasku. Baik disekolah maupun dirumah. Yuna punya orangtua yang sayang padanya, sedangkan aku ?? bahkan siapa dan dimana orangtuaku saja aku tidak tahu. Yuna menjadi incaranku teman laki laki kami, bahkan cowok incaranku menyatakan cintanya ke Yuna didepan mataku. Dari situlah saya merasa sakit hati pada Yuna hingga sekarang. Dan rasa itu semakin meradang saat Yuna mendapat beasiswa kedokteran ditambah lagi Tuan Adiittya suka padanya. Disitulah saya mulai menyebar fitnah mengatakan kalau Yuna seorang penggoda."
Adittya dan Rico tertegun mendengar penuturan Tata.
"Rico pecat dia, jangan beri pesangon sepeserpun." kata Adiitya
"Tapi tuan, saya harus mencari kerja dimana?? ku mohon Tuan jangan pecat saya." pinta Tata mengatupkan kedua tangannya sambil berlutut
"Kau mau aku pecat atau aku buat kau tidak bisa bicara selamanya."
" Maafkan saya Tuan, jangan pecat saya. Saya janji saya tidak akan mengganggu Yuna lagi."
"Rico seret dia !!!"
Akhirnya Rico membawa paksa Tata dan memecatnya tanpa pesangon.
Dua hari setelah dipecat dari perusahaan Adiitya, Tata semakin stress dan kini targetnya adalah Andrew. Apapun akan dia lakukan asal dia bisa makan dan hidup enak.
ting tong ting tong
ceklek
"Tata ??? kenapa kau menangis ?? apa yang terjadi ???masuklah !!" cerca Andrew
Setelah Tata duduk dan meminum air darinya, Andrew melanjutkan pertanyaannya
"Katakan apa yang terjadi ?? kenapa kau membawa kopermu ??"
"Aku dipecat Tuan Adiitya, kak. Sekarang aku tidak punya uang untuk membayar sewa kamar dan aku tidak tahu harus kemana lagi. Pulang kekampung juga aku tidak ada keluarga"
"Dipecat ??? kenapa ?? tidak mungkin Adiittya memecat jika kau tidak ada salah !!"
"Ini semua karena Yuna yang menyuruh Tuan Adiitya memecat saya Kak." kata Tata berbohong
"Atas dasar apa Yuna melakukan itu ??"
"Sebenarnya Yuna membenci saya dari dulu saat kita sekolah bareng."
Merasa iba, akhirnya Andrew mengijinkan Tata tinggal diapartemnya
"Sudahlah jangan menangis, kau boleh tinggal disini. Tidurlah dikamar tamu. Mari aku tunjukkan." Kata Andrew sambil menuntun Tata masuk kamarnya
Sejak saat itu mereka tinggal satu apartemen. Hampir setiap malam Tata dan Andrew melakukan hubungan intim karena Tata sengaja memberi obat perangsang kedalam minuman Andrew setiap hendak tidur. Lambat laun Andrew mengetahui sifat asli Tata yang sebenarnya. Akhirnya Andrew mengusirnya dalam keadaan Tata hamil satu bulan.
πΉto be continue πΉ
Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih π€π€ π€
__ADS_1
i_eyyun ππ