
"Dokter Allan...."
"Dokter Rizky !!" pekik Allan, kepalanya clingak clinguk mencari seseorang yang mungkin datang bersama dengan Rizky " Sendiri ??!!" tanya Allan, yang diangguki Rizky "Kok tahu tempat tinggalku.."
Kedatangan Rizky membuat dua laki laki beda usia ini menghentikan obrolannya yang serius.
"Shiittt !! kenapa dokter ***** ini kemari. Ganggu saja." Andrew mengumpat dalam hati ketika Rizky berjalan ke arahnya.
"Dari suster Rara." ia duduk, "Kau ???!! ngapain kau disini ??!!" tanya Rizky pada Andrew saat ia menyadari ada seseorang yang sejak tadi menatapnya tajam
"Apa ??!! aku juga teman Allan." jawab Andrew santai
Rizky berdecak kesal "Teman kok makan teman."
"Apa maksudmu !!" Andrew berdiri, tangannya mencekeram kerah leher Rizky siap membogem
"Kak Andrew !!! Jangan buat onar disini." cegah Allan
"Lebih baik aku pulang saja." Andrew beranjak dari duduknya
Rizky terkekeh kecil "Sepertinya..... kalian sedang ada pembicaraan serius" mengambil cemilan lalu memasukkan ke mulut, membuat Andrew mengurungkan niatnya "Lanjutkan saja.... !! aku mau melihat lihat isi rumah dokter Allan. Sepertinya menyenangkan..." ia berjalan mengamati foto foto Allan yang terpajang apik baik didinding juga diatas meja.
Matanya berhenti saat melihat foto selfi seorang wanita dibelakang Allan dengan jari yang membentuk huruf V
"Dok, siapa wanita ini" tanya Rizky, menunjuk foto dimeja Allan
"Ayuna, sahabatku."
"Ayuna ??!! sepertinya tidak asing." Rizky mencoba memutar kembali ingatannya
"Dia sudah menikah. Suaminya kemarin yang mukul Allan." sahut Andrew
"Dokter Ayuna yang aku cerita kemarin.." timpal Allan
"Kau cerita apa padanya ??" hardik Andrew tidak senang, lalu Allan bercerita supaya tidak ada kesalahpahaman lagi.
"Dia dari Surabaya, bukan ???!!"
Andrew dan Allan mengernyit, "Kok tahu ??!!""
Rizky terkekeh, ternyata tebakkannya gak salah
"Saat aku dinas disurabaya, aku bertemu dengannya. Yang kebetulan bapaknya adalah pasienku. Aku sempat ke rumahnya juga, mengantar pak Hendrawan yang saat itu sudah diperbolehkan pulang."
"Benarkah ???" Allan terkejut
Rizky mengangguk sambil bibirnya tersungging, ia merasa bangga pada dirinya sendiri
"Jadi Ayuna temanmu sama dengan Ayuna sahabatku. Ternyata dunia ini hanya selebar daun kelor."
"Begitulah....!!!" jawab Rizky yang disambut dengan tawa mereka berdua, kecuali Andrew yang memang tidak senang dengan Rizky sejak pertama kali bertemu.
"Dimana rumahnya dokter ?? aku ingin memberinya kejutan." tanya Rizky antusias
__ADS_1
"Coba saja kalau berani." timpal Andrew geram, membuat Allan menatap malas Andrew
"Saranku jangan dok, suaminya lebih garang daripada srigala." sergah Allan "Kau lihat sendiri kemarin.... Aku sahabatnya saja dihajar habis habisan....Apalagi kamu yang hanya kenal sekilas saja.." Allan tersenyum tipis "Bisa bisa hanya tinggal nama kamu dok..!!!." Allan sengaja menyindir Andrew yang sedari tadi memasang wajah jutek
"Brengsek kau Allan. Ingat kau masih berhutang padaku." Andrew bangkit dari duduknya lagi setelah menegak jus buatan Allan.
"Mau kemana kau kak ??!!" teriak Allan melihat Andrew diambang pintu,
"Pulang. Eneg aku lihat kalian berdua."
Allan menggelengkan kepalanya
####
Ayuna sudah selesai menyiapkan makan malam, dan akan kembali kekamar untuk membangunkan suaminya yang tidur sejak sore tadi setelah melepas rindu bersamanya.
Ia duduk ditepi ranjang menunggu suaminya keluar dari kamar mandi, yang ternyata sudah bangun lebih dulu sebelum dibangunkan olehnya
"Kita tunggu daddy dulu sayang, setelah itu kita makan bersama..." ucap Ayuna pada Arion yang mulai gemar memasukkan tangannya ke mulut
"Hai... kecayangan daddy..." Adiitttya keluar dari kamar mandi "Arion kesini dengan siapa sayang." tanya Adiittya sambil memakai baju gantinya yang sudah disiapkan oleh Ayuna
"Mbak Lala, katanya Arion nangis mencariku."
Adiiittya tersenyum "Arion kangen ya sama mommy, hem.." memainkan pipi gembulnya
"Iya dong daddy.... Daddy sih jahat gak di bolehin ketemu mommy ??!!" sindir Ayuna "Iya sayang... daddy jahat ya...??!!"
"Awww... sakit sayang...!!" Ayuna mencubit Adiittya,
"Terus aja ngeledeknya.... akkhhh...." sengit Ayuna merajuk
"Habisnya kamu semakin cantik kalau cemberut gini, Sayang...." mendekatkan mukanya ke telinga Ayuna "Bikin gemas saja." bisiknya
"Mulai deh.. mesumnya..." memutar malas bola matanya
Ayuna kemudian menyiapkan baby chair untuk Arion yang diletakkan disamping kursinya. Setelah itu mengambilkan nasi serta lauk untuk suaminya yang sudah dipesan Adiittya tadi. Melihat suaminya makan dengan lahap membuat senyum Ayuna mengembang.
"Adiittya.. !!! dimana kamu... !!!" teriak Andrew
"Ada apa anak itu. Malam malam teriak teriak gak jelas." gerutu Adiittya dengan mulut penuh makanan mengabaikan teriakan Andrew
"Disini rupanya ?!!" menarik satu kursi dan duduk "Apa menunya malam ini ??!!" matanya menelisik satu persatu menu diatas meja
"Sayur bayam dan jagung, sama ikan pindang dan ayam kentucky. Kakak mau ??!!" tanya Ayuna sembari membersihkan bekas buah naga di mulut Arion yang sekarang gemar makan buah.
Andrew mengangguk "Wow seger kayaknya." ia mengisi sayur dimangkuknya.
"Ada sambal terasi juga kak yang diirisi jeruk nipis unyil. Tu didapur.." tunjuk Ayuna dengan dagunya
"Waahhh mantap nih !!"
Adiittya dan Ayuna geleng geleng kepala melihat Andrew yang makan tanpa jeda.
__ADS_1
"Hai... jangan dihabiskan sayur nya Andrew !!!"
"Kamu mau lagi ???"
"Hm.."
"Buruan nambah, sisanya buat aku semua !!"
Setelah sayuran dibagi rata, mereka berdua kemudian melahapnya seperti meminum air dimangkok.
Ayuna terkekeh melihat dua manusia yang saling berebut makanan itu. Suaminya dan kakak angkatnya itu sama sama gemar masakan indonesia, tapi untuk Adiittta ia tak menyukai sambal. Sedangkan Andrew suka sekali dengan sambal. Tanpa sambal seakan duania nya tak berwarna. Pikirnya.
"Huek.... kenyangnya...." Andrew bersendawa sambil mengelus perutnya
"Jorok !!!" sungut Adiittya
"Tersenyum lebar "Tidak sia sia aku malam ini datang."
Setelah makan malam seperti biasa, Adittya selalu menyempatkan duduk santai diruang keluarga sambil menikmati tv juga menemani sang anak bermain main dahulu.
"Mas.. kapan kita adakan syukuran tujuh bulanan kehamilanku." tanya Ayuna
"Apa itu perlu sayang."
"Iya dong mas... itu sudah jadi adat kita orang orang Indonesia. Tapi itu tidak wajib. Boleh dilaksanakan, boleh tidak. Tapi aku sebagai orang jawa yang masih kental dengan adat seperti itu. Lebih baik kita adakan saja, ya... sambil bersedekah untuk anak anak yatim juga orang orang yang tidak mampu mas...."
"Baiklah sayang, gimana enaknya kamu saja. Mas menurut saja."
"Jadi kapan ?? sekalian kita syukuran mudun lemah buat Arion."
"Apalagi itu sayang...??!!! mud..mud...akkhh..." tanya Adiiittya frustasi
Ayuna terkekeh melihat wajah frustasi suaminya yang tidak paham sama sekali bahasa jawa
"Mudun lemah ??!! mudun lemah itu bahasa indonesianya turun tanah atau tedak siten. Itu menandakan jika si anak itu sudah diperbolehkan menginjak tanah."
Kemudian Ayuna menceritakan tahapan tahapan acaranya yang harus dilakukan.
"Kita undang juga mas.. anak anak dari panti asuhan, anak anak pesantren, ibu ibu pengajian. Minta doanya dari mereka agar rumah tangga kita juga kehidupan anak anak kita selalu dalam tuntunan Nabi Muhammad SAW. Amiiinnn...."
"Amiiiinnn... terserah sayang saja. Sayang yang atur. Nanti minta bantuan sama bi ina dan Lala.. untuk makannya kita pesen dari hotel mas saja. Supaya sayang dan yang lain tidak capek. Okey !!"
Ayuna mengangguk "Terimakasih mas.." menyenderkan kepalanya didada suaminya
"Sama sama sayang." mencium pucuk kepala Ayuna.
>Mon maap jika penjelasan mudun lemah ada salah, karena author tidak terlalu paham arti dan maksudnya. Yang Author tahu mudun lemah itu biasa dilakukan oleh orang orang jawa seperti saya dan sebagai pertanda pertama kali boleh turun ketanah untuk bayi usia 7 bulan. Jika salah maapken nggeh...😁😁😁 Please !!! jangan dibully,,, galau lo akunya ??!!!!"
•
•
🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹
__ADS_1