
Pagi ini Adiittya bangun lebih awal dari Ayuna. Ia menatap istrinya yang tertidur pulas akibat ulahnya semalam. Adittya menutup bahu istrinya yang terbuka dengan selimut, saat ini ayuna sedang tidak memakai sehelai kainpun ditubuhnya. Ternyata diusia lima bulan kehamilan istrinya tidak menyurutkan baginya untuk menyalurkan hasrat laki lakinya.
Adiittya tertawa kecil mengingat bagaimana sulitnya ia ingin menjamah istrinya selama seminggu yang lalu. Untuk mencium keningnya saja ia harus mencuri curi.
Adiittya mencium kening istrinya yang terlihat lelah. Beranjak pelan dari tempat tidurnya, berbalut kimono piyama diatas lutut yang baru saja ia ambil disofa samping ranjangnya ia pergi kekamar mandi.
Setelah mandi dan berganti pakaian olahraga ia pergi kekamar Arion. Disana Arion sudah nampak segar dengan bedak baby yang memoles wajahnya, dengan memperlihatkan dua giginya, bocah itu semakin membuatnya gemas. Adittya menggendong Arion untuk diajaknya olahraga ditempat gym yang tersedia didalam rumah mewahnya.
Hingga matahari sudah menampakkan sang surya dan Ricopun sudah menjemputnya untuk kekantor. Melihat istrinya masih betah dibawah selimut, membuat Adiittya tidak tega membangunkan nya.
"Bi, jangan dibangunkan istriku. Biarkan dia terbangun sendiri. Sepertinya dia lelah." perintah Adiittya menarik satu kursi dimeja makannya
"Baik Tuan" Bi ina mengangguk
Rico dan bi ina tersenyum tipis melihat tanda merah dileher Adiittya menebak apa yang terjadi semalam.
"Apa !!!" sentak Adiittya menyadari dua asistennya sedang menertawainya
"Seneng saja lihat kau dan nyonya baikan. Benar kan bi." jawab Rico asal sambil mengerlingkan matanya pada bi ina
Bi ina tersenyum dengan kejahilan Rico
"Siapa dulu dong, Adiittya Sebastian. Bisa bikin istrinya tidur sepulas itu." Adiittya membanggakan diri
Rico manggut manggut "Ya...ya...ya.. i believe you can do it." jawab Rico malas
"Taa...ta..paa...app.." celoteh Arion digendongan Lala saat kedapur yang menyatu dengan meja makan.
"Hey, come here boy." ajak Adiittya sembari mengelap sisa makanan dimulutnya
Lala mengalihkan Arion pada Adiittya, ia membalikkan badan membuat susu Arion.
"Ngapain La" bisik Leo menyenderkan tubuhnya dikulkas sebelah dapur sambil memiringkan kepalanya agar bisa melihat wajah Lala
"Lagi buat susunya tuan muda, Tuan." jawab Lala gugup
"Pasti enak ya La susumu." goda Rico, pandangan matanya jatuh didada Lala
"Maksud Tuan ??" tanya Lala terkejut
"Maksudku pasti susu buatanmu enak." elak Rico tersenyum jahil
Blusshh
Wajah Lala merona, tersenyum kecil untuk menutupi malunya
"Boleh dong kapan kapan minta susunya."
"Boleh Tuan ??" tanya Lala serius
Rico mengulum senyum menahan tawanya melihat ekspresi wajah Lala yang polos
"Okey Rico kita berangkat sekarang." Sahut Aditttya
__ADS_1
"Rico !!! jangan gangguin anak orang kamu !!" dengus Adiittya kesal karena Rico tak mengindahkannya
Rico tersenyum nyengir sambil menggaruk rambut kepala belakang yang tidak gatal
"Boy daddy kerja, kamu baik baik dirumah. Jaga mommy dan ade diperut untuk daddy, okey !!" pesan Adiittya
"La, aku akan menunggu janjimu." bisik Rico menggigit kecil telinga Lala
Tubuh Lala menegang membuat jantungnya berdesir mendapat perlakuan seperti itu dari Rico. Wajahnya kembali memerah.
"Rico !!!" teriak Adiittya
"Iya ya bos, lagi usaha juga." gerutu Rico
"Na...na...an....na.." celoteh Arion ketika Adiittya dan Rico masuk mobil.
Sementara itu didalam kamar, Ayuna mengubah posisinya menjadi tertidur miring. Tangannya beringsuk bergerak merasakan sisi disebelahnya yang kosong. Ia mengucek mata dan membukanya lebar.
"Astaghfirullahal'adzim" pekik Ayuna terkejut melihat jam dinding diangka sebelas
Dia buru buru pergi mandi untuk membersihkan diri. Hari ini Ayuna memakai daster hamil selutut bercorak dora awan membuatnya nampak imut meski dengan perutnya yang buncit.
"Morning my boy" sapa Ayuna ikut gabung diruang bermain Arion bersama bi ina dan Lala
"Siang mommy, ini tidak pagi lagi." sahut bi ina mewakili Arion dengan menirukan suara anak kecil
Tersenyum masam " Bi ina kok bangunin saya sih." tanya Ayuna mengalihkan
Ayuna mendengus kesal " ck, mas Adiittya mengatur sekali."
"Itu karena Tuan Adiittya sayang sama nyonya." timpal Lala
"Benar, aku juga bersyukur dia sangat menyayangi kami, sayang cemburunya membuta."
"Wajar kalau tuan cemburu, karena tuan takut kehilangan nyonya." sahut bi ina
"Iihh.. jadi pengen disayangi seperti nyonya." timpal Lala
"Kamu dengan mas Rico saja La !!" celetuk bi ina tiba tiba
"Sayang !" teriak Adiittya saat tak mendapati Ayuna dikamarnya
"Sayang....!! sayang...!! sayangku dimana kamu..!! teriak Adiittya panik
Ayuna berjalan tergopoh dari ruang bermain Arion menuju suaminya berada
"Ada apa sih mas daritadi teriak teriak." protes Ayuna sambil memegang perut buncitnya
"Sayang kenapa disini, kenapa tidak istirahat saja dikamar." kata Adiittya, mencium kening istrinya
"Bosan tiduran terus dikamar. Trus mas kenapa kok sudah pulang."
"Mas mau menemani sayang makan siang." merangkul bahu Ayuna membimbing menuju meja makan
__ADS_1
"Kok sepi sayang, Arion mana" tanya Adiittya mencari keberadaan anaknya disela sela makannya
"Barusan tidur mas."
Setelah makan siang, Ayuna membereskan meja makan. Adiittya tersenyum, sebelah tangannya menarik pinggang Ayuna merapatkan pada tubuhnya. Bibirnya mencecapi leher istrinya
"Mas, duduk sana deh. Aku beresin meja nih." Ayuna menjauhkan wajah suaminya dengan telapak tangannya karena merasa geli
"Mas.." kembali Ayuna memprotes suaminya karena tak kunjung melepas dirinya.
Tiba tiba Adiittya membopong Ayuna menaiki tangga masuk kedalam kamar.
"Aaww.. masss turunin. Aku belum selesai itu." protes Ayuna
"Biar bi ina yang melanjutkan" jawab Adiittya santai
Sampai didalam kamar, Adiittya menutup pintunya menggunakan salah satu kakinya.
Ia mendudukkan Ayuna diatas ranjang kemudian berjalan mengunci pintu kamarnya.
Adiittya melepas kemeja yang melekat ditubuh yang membuatnya gerah. Tatapan Ayuna tertuju pada suaminya yang sedang melepas kancing kemejanya satu persatu. Wajahnya memerah melihat dada bidang suaminya yang memperlihatkan susunan otot dada dan perut yang begitu jantan ditambah sedikit tetesan keringat yang mengalir ditengah dada bidangnya membuat siapapun wanita normal menjadi gundah.
Rencana Adiittya mengganti baju, ia urungkan. Ia merangkak naik keranjang menatap intens wajah istrinya yang tak berkedip melihatnya.
Cup
Adiittya mencium bibir istrinya tidak lama.
"Apa sayang sedang mengagumi suamimu ini." kata Adiittya sombong
Benar ! melihat suaminya begini membuat Ayuna susah mengalihkan pandangannya. Tatapan mereka saling beradu, entah keberanian dari mana, tangan Ayuna mengusap dada suaminya untuk bermain main disana. Adiittya terdiam menikmati sentuhan istrinya. Bahkan kini mata Adiittya terpejam saat tangan Ayuna mulai menelusuri dada kotak kotaknya.
Adiittya tidak bisa menahannya lagi, Ayuna sudah membangunkan yang dibawah sana. Adiittya membuka matanya, mendekatkan wajahnya, menangkup wajah istrinya dan menyatukan bibirnya dengan bibir Ayuna.
Ciuman Adiittya yang selalu memabukkan, disambut dengan senang hati oleh Ayuna. Hingga mereka berlarut dalam ciuman panas yang menggebu. Akhirnya Ayuna melepaskan ciumannya karena mengingat sesuatu.
"Mas tidak kembali kekantor ??"
"Tidak."
"Kenapa ??"
"Ada yang lebih penting." jawab Adiittya asal
Ayuna mengernyitkan
"Ini yang lebih penting, mas ingin mengunjunginya." Adiittya mengusap perut Ayuna
"Lagi ??" tanya Ayuna
"Lagi."
Akhirnya mereka larut dalam siang yang panas dan menggebu gebu.
__ADS_1