
"Boosss !!! Awwwaaaasssss......!!!!"
Ddduuoooorrrrrrrr........
"Aaawwwwhhhh....." jerit Abdi, yang lebih dulu terkena tembakan dari seorang polisi yang sudah mengintai sejak tadi
Muka Rosi memucat melihat Abdi tertembak, dengan cepat ia menggerakkan kakinya berlari kecil. Menyadari Rosi hendak melarikan diri, Adiittya segera mengambil pistol yang disembunyikan dibelakang jasnya setelah memberikan Arion kepada Lala.
"Adiittya !!! Please... jangan main main dengan barang itu. That's dangerous !!"
"Really...!!" matanya memicing "I don't know if it's dangerous, but i like playing it. Then how abaut this !!!" tersenyum menyeringai
"Adiittya, please... listen to me. Okey !! aku ngaku salah. Maafkan aku.... kumohon turunkan pistol itu."
"No !! sebelum kau mati ditanganku"
"Hahahaha... Adiittya Adiittya... Kau jangan bodoh !!! demi anak haram itu, kau rela melumuri tanganmu sendiri" Rosi tertawa penuh kemenangan, sedangkan Adiittya nampak menahan marah
"Bagaimana dia bisa tahu, Arion lahir tanpa pernikahan." bathin Adiittya
Tangan Adiittya mulai melemah dan tak fokus, dia tak menyangka rahasia yang ia dan Ayuna sembunyikan rapat, tanpa diketahui oranglain justru Rosi juga mengetahuinya.
Kedua alis Rosi menyatu, melihat sikap aneh Adiittya. Perlahan tangan Rosi mulai bergerak hendak mengambil pistol dari tangan Adiitttya. Sayangnya, misinya lagi lagi gagal, karena Andrew membekuk kedua tangan Rosi dari belakang.
"Jangan macam macam kau wanita ular." bisik Andrew, yang langsung membuat Adiittya sadar dari lamunannya
"Andrew !!! what are you doing, in here ??!!" selidik Adiittya
Andrew tersenyum tipis "I help my brother."
"Lepaskan brengsek !!! kau tak berhak ikut campur urusanku dengan Adiittya !!"
"Why ???!!" jawab Andrew ditelinga Rosi
"Andrew bekerjasamalah denganku, aku bersumpah kau akan menyesal telah berada dipihak Adiittya, setelah aku mengatakan rahasia besar yang disembunyikan Adiittya darimu..."
"Rosi !! tutup mulut busukmu !! atau aku akan membunuhmu !!!" gertak Adiittya
"Hai, sayang kau kenapa ??? takut ??!!" tersenyum masam "Tak perlu takut, aku tak akan membongkar rahasiamu pada Andrew. Dengan satu syarat, ceraikan Ayuna dan menikahlah denganku."
"Ciihhh !!!"
"Hohoho.... jika itu maumu, Andrew sebenarnya anakmu tidak men...."
"Cukup Rosi !! hentikan omong kosongmu itu !!!"
Andrew melepas Rosi, karena dia penasaran rahasia apa yang dimaksud teman kecil Adiittya ini.
"Adiittya !! ada apa ini, rahasia apa yang dimaksud wanita ular itu."
"Nothing. You go on. Please take Arion and Lala to the car." kata Adiittya mengalihkan rasa penasaran Andrew, dan diiyakan oleh Andrew
"Hahahaha... Andrew andrew.. kau itu benar benar bodoh !!!" teriakan Rosi berhasil membuat Andrew berhenti, dan dengan keras tangannya mencekeram kedua pipi Rosi.
"Apa maksud loe !!!" suara lirih Andrew, tegas dan penuh kemarahan
"Kau itu bodoh !! makanya dengan mudah Adiittya membodohimu, kau tahu...."
__ADS_1
"Rosi !!! aku bersumpah akan membunuhmu !!" ancam Adiittya
"Kenapa adiittya !! kau takut, kau takut jika Andrew akan mengambil anak haramnya dari tangan Loe...!!!"
Adiittya terkejut, wajahnya memucat. Ternyata Rosi benar benar membongkar rahasianya didepan Andrew
"Anak haram ???" melepas cengkeramannya "Siapa anak haram yang dimaksud wanita ular ini Adiittya." selidik Andrew pada Adiittya yang tak bisa fokus lagi dengan wanita didepannya
"Rosi berbohong padamu, Andrew. Kau pergilah !!"
"No !!! aku ingin tahu, siapa anak haram yang harus aku ambil darimu Adiittya ???!!" geram Andrew, mencekeram jas Adiittya
Bibir Rosi tersungging miring "Tontonan bagus..."gumamnya melihat dua bersaudara saling bersitegang
Tak menunggu lama, Rosi berlari menuju pintu keluar. Sayang, nasib baik enggan memihak padanya. Kurang beberapa langkah lagi, langkah kaki jenjangnya terhenti karena gerombolan polisi mengepungnya.
Kepalanya menoleh kekanan, kiri dengan senyum licik
"Andrew !!!" teriaknya, membuat Andrew dan Adiittya menoleh padanya "Keluarkan aku !!! aku janji akan memberitahumu, siapa anak haram Adiittya....!!!" dan berhasil membawa Andrew dan Adiittya menuju padanya
"Stop !!! jangan buat aku gila, dasar wanita ular !!! aku tak percaya lagi padamu !!!" bentak Andrew
"Fine !! Arion adalah anak kandungmu, Andrew !!!" tersenyum girang "Apa kau masih tak percaya ???!! Arion anak haram itu adalah anak Tata yang titipkan pada Ayuna si wanita j****g. Benar begitu Adiittya ???!! hai..... ayolah Adiittya kasihan sepupumu itu, dia sudah tersiksa selama ini. Kau tahu, selama ini Andrew sering datang kemakam Tata, dan menagisi anak yang disangkanya sudah meninggal... benar kan Andrew ???!!"
"Benar itu Adiittya !!!" bentak keras Andrew
Adiittya mengangguk "Aku bisa jelaskan semuanya dirumah."
Tanpa menjawab ucapan Adiittya, dengan langkah cepat Andrew berlari dimana Arion dan Lala sedang diamankan didalam mobil
"Andrew !! tunggu, Andrew !!!" teriak Adiittya yang tak di gubris Andrew
"Baik Tuan."
Ketika Adiitttya sudah diparkiran mobilnya, ia hanya menemukan Lala yang melemah dan tak melihat anak angkatnya.
"La, dimana Arion."
"Dibawa tuan Andrew, tuan. Katanya dibawa pulang."
"Aarrgghhhhh.... kenapa kau biarkan sih La.."
"Maaf tuan."
Sebenarnya ada kekesalan dihati Adiittya pada Lala, namun melihat kondisi pengasuh anaknya itu. Membuat hatinya mengiba
"Rico !! bawa Lala kerumah sakit." teriak Adiittya, Rico pun mengangguk "Aku pulang dulu, Arion dibawa Andrew, entah kemana."
"Hati hati tuan..."
Kini Rico melajukan mobilnya kerumah sakit, membawa gadis desa yang sebenarnya ia sukai belum lama ini.
Sedangkan Adiittya dimobil yang berbeda, mencoba menguhungi Andrew berkali kali namun tak ada jawaban dari sepupunya itu
"Shiitt !! kau bawa kemana anakku, Andrew !!" ucap Adiittya sambil memukul mukul setir mobil
#####
__ADS_1
Masih dilokasi penculikkan
"Brengsek !!" Abdi memegangi lengan kirinya yang baru saja tertembak polisi
"Jangan bergerak !!! Anda sudah dikepung sekarang..."
"Shitt !!! Brengsek kau Adiittya !!!" umpat Abdi
Setelah ambulance datang, Abdi segera dibawa kerumah sakit, sedangkan Rosi ditahan dikantor polisi
###
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam....." segera Ayuna berdiri, wajahnya tiba tiba muram melihat suaminya pulang dengan tangan kosong
"Dimana Arion mas...???"
Adiittya tak menjawab, lidahnya terasa keluh untuk mengatakan
"Mas... kamu tak menemukan dimana Arion. Kamu janji membawa Arionku, dimana dia sekarang...." Air mata Ayuna mulai merembes mili kepipinya
"Masss !!! ayo kita cari Arion berdua. Aku yakin aki bisa menemukannya. Ayo masss...." Ayuna menyeret lengan kekar Adiitttya yang tak bergerak
"Masss !!!" bentak Ayuna menyadari suaminya tak mengindahkannya, dengan cepat Adiittya memeluk erat tubuh kecil Ayuna "Jangan khawatir sayang... Arion baik baik saja."
"Benarkah !! Dimana dia sekarang, aku sudah merindukannya mas.."
"Maaf sayang... mas tidak bisa membawa Arion pulang."
Ayuna melepaskan diri dari dekapan suaminya "Apa maksudmu mas..."
"Sayang... kau yang ikhlas ya... Andrew membawa Arion pergi, dia sudah mengetahui semuanya dari Rosi." ujar Adiittya memegangi kedua bahu Ayuna
"Apa ???!!!"
Adiittya mengangguk, lalu menarik istrinya kepelukannya lagi.
"Maafkan mas sayang,,, tidak bisa melindungi Arion."
"Tidak mas... kak Andrew tidak boleh membawanya.... kita harus menyusulnya mas.... ayo mas pasti kak Andrew masih diapartemennya.."
"Sayang... sayang... dengarkan. Mas sudah dari apartemennya, dan Andrew sudah tidak ada disana. Kita tunggu saja ya... anak buah mas sudah aku sebar.. untuk mencari mereka.."
"Ya Allah mas... bagaimana jika Arion menangis, atau lapar. Kak Andrew kan tidak tahu caranya merawat balita...."
"Yuna, kamu tenang ya. Berdoa saja semoga mereka baik baik saja. Biar bagaimanapun, Andrew kan ayah biologisnya. Beri kesempatan andrew merawat anak kandungnya." tutur Aisyah
"Ibu kamu benar, sayang." sahut Mirna, membelai rambut Ayuna
Ayuna mengangguk pelan, meski begitu hatinya merasa tak tenang. Bagaimana mungkin Andrew membawa lari anak angkatnya yang ia sayang, bahkan sudah seperti anak kandung baginya.
•
•
•
__ADS_1
🌹 Kakak lophers kasih vote doong, biar semakin semangat lagi authornya....😢😢🌹