KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 89


__ADS_3

Empat tahun kemudian


Terlihat Adiittya menuruni anak tangga dengan menenteng tas kerja ditangannya. Menghampiri Ayuna yang sedang berkutat didapur membantu bu Siti asisten pengganti Bi ina. Dan sekarang bi Ina sudah meninggal karena penyakit jantung yang ia derita beberapa bulan yang lalu.


Dengan wajah sumringah, Adiittya memeluk Ayuna dari belakang, membuat istrinya terkejut


"Astaghfiruallah mas... bikin kaget saja.." ucap Ayuna sambil mengelus dada


"Kalau aku jantungan seperti bi ina gimana ??!!"


"Huussttt...!!!" Adiittya terkekeh membalikkan tubuh Ayuna "I'm sorry, sayang...." ucapnya sambil mencium kening Ayuna


"Dimana anak anak, mas.. kok nggak barengan ke sininya...??!!" tanya Ayuna sambil membalikkan badannya, melanjutkan memasak


"Mereka masih dikamar, sayang..." balas Adiittya kedua tangannya mengungkung tubuh mungil Ayuna


"Lepasin mas... gimana aku bisa gerak coba ??!! kalau dikungkung kayak gini..!!" protes Ayuna, namun malah mendapat ciuman kecil dibibirnya..


"Mas.. ihh.. ada bu Siti tuh !! nggak tau malu ihh...!!!" bisik Ayuna memprotes kelakuan suaminya yang tak pernah berubah


Adiittya berhasil mencuri satu ciuman lagi dari bibir ranum Ayuna,


"Aku merindukanmu, sayang."


"Setiap hari ketemu juga..!" protes Ayuna


"Karena sayang setiap hari semakin cantik.."


"Gombal.. sudah lepasin mas, aku nggak bisa gerak nih..!!!"


"Betulin dasi mas dulu... setelah itu sayang lanjutkan masaknya."


"Bu Siti... tolong lanjutkan ini dulu ya.."


"Baik bu.."


Ayuna memutar kembali tubuhnya membetulkan dasi Adiittya yang sengaja tidak dirapikan pemiliknya


Dengan menampilkan senyum jahilnya, Adiitttya menarik pinggang Ayuna agar lebih dekat dengannya dan m*lum*t lembut bibir berwarna pink Ayuna..


"Daddy, jangan ganggu mommyku." Arion menarik celana Adiittya sedangkan Rain menatap tajam dengan melipatkan kedua tangannya didada, memancing tawa bu Siti


"Ganggu saja sih kalian..??!!" sungut Adiittya pada kedua anaknya


"Masss... "


"Sayang... kita harus lebih sering buat baby lagi. Kali ini mas mau baby girl. Titik !!"


"Baby girl's ???!!" tanya Arion dan diangguki Adiittya "Are you happy ???"


"Yes !!" jawab Arion mantap, beda dengan Rain yang melotot tajam

__ADS_1


"No !!" tolak tajam Rain


"Why, Rain ??" tanya Adiittya kebingungan, mencium pipinya


"Don't kiss me, daddy !!!" mengusap bekas ciuman Adiittya


Adiittya geleng geleng kepala, sedangkan Ayuna terkekeh melihat putranya yang seperti foto copy suaminya itu


"Re, kenapa kau tak mau baby girls ?? she's funny...?" Arion membujuk Rain agar menyetujui Adiittya, dan tetap saja balita yang sifatnya sama persis daddynya itu tak bergeming.


"Baiklah daddy akan bekerja keras mulai malam ini." tutur Adiittya lalu menggendong Arion


"No !! Arion nggak mau daddy capek... daddy bisa sakit terus meninggal seperti opa dan bi ina.."


"Astaga sayang... masa Arion menyumpahi mas cepat mati sih !!!"


Ayuna dan bu Siti hanya terkekeh mendengar percakapan suaminya dan anak anaknya yang selalu membuat keributan setiap pagi


###


"Pagi bos.." sapa Rico diambang pintu kantor Adiittya


"Masuklah Rico, ada yang ingin aku sampaikan padamu"


Rico masuk sambil menautkan kedua alisnya


"Rico !! mulai hari ini aku ingin kau yang memimpin dan mengelola perusahaan Sea Food ini. Aku sudah lelah, aku ingin mengembangkan usaha propertiku saja. Aku ingin membangun banyak hotel sebanyak mungkin seAsia.. untuk bekal anak anakku kelak..."


Adiittya manggut manggut "Memang benar, tapi itu dulu.. sekarang aku hadiahkan perusahaan ini untukmu. Untuk saudara laki laki angkatku, yang selama ini setia menemani suka dan dukaku. Kamu jangan khawatir Rico, mama Mirna sudah setuju dengan keputusanku ini.. "


"Tapi boss... aku tak berhak menerimanya. Ini terlalu besar buatku..!! Aku merasa nggak enak hati sama tante Mirna. Aku diangkat diasuh disekolahkan tante Mirna saja sudah puji syukur, bos."


"Rico, bagi kami kau sudah bagian dari keluarga Adiittya. Kau juga anak mama, dan kau saudara laki lakiku.. terimalah. Jangan membuat mama murka padamu.. Anggap saja ini hadiah dari kami untuk kehamilan Lala.. dan untukmu yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah..."


"Boosss..."


"Sudah tidak ada penolakan. Dan.. Pt. Laut Jaya milik Abdi sekarang sudah resmi menjadi milik kita, terserah mau kau apakan perusahaan itu.."


"Boss..." menghamburkan diri kedada Adiittya "Thanks, aku tidak tahu membalas kebaikan kalian dengan apa. Terutama tante Mirna... huaaaa.." curhat Rico sambil menangis


Menghapus air matanya yang jatuh kepipi "Jangan kau pikirkan itu" menepuk nepuk punggung Rico "Aku dan mama selamanya akan menjadi keluargamu, tempatmu berlindung tempatmu melepas lelah..."


Rico mengangguk dalam pelukan Adiittya dan setelah itu Adiittya melepas pelukannya karena tangis Rico semakin kencang


"Dasar lelaki cengeng.." memukul bahu Rico "Kau bisa menangis juga rupanya.."


"Itu aku dapatkan dari testimoni mu Adiittya !!" ujar Rico disertai tawa bebarengan oleh Adiittya


"Oh ya Rico, aku hampir lupa. Untuk cabang yang di Malang biarkan si Wahyu saja yang memimpinnya, renacananya aku akan memberika cabang itu pada Wahyu tanda terimakasih ku karena dia dulu sangat baik pada Ayuna."


"Bos... kau dermawan sekali... sungguh aku padamu, bos.."

__ADS_1


"Ihhhh... jijik gue !!" Adiittya bergidik ngeri "Udah ah.. gue pulanh dulu.. mau bikin baby girl.."


"Dasar otak mesum" cicit Andrew, namun tak dihiraukan oleh Adiittya yang terus berjalan menuju pintu keluar "Masih pagi ini woooyyyy...." teriak Rico seraya menggelengkan kepala


#####


Melihat acara televisi, Ayuna dibikin terkejut melihat suaminya yang belum satu jam yang lalu berangkat kekantor dan sekarang sudah menunjukkan batang hidungnya didepannya dengan mengulas senyum yang penuh arti.


Duduk disebelah Ayuna, melingkarkan kedua tangannya dipinggang Ayuna dari samping


"Kamar yuk." bisik mesra Adiittya ditelinga Ayuna, membuat siempunya telinga merasa panas


"Mass... ihhh.. geli..." bisik Ayuna merasa bulu kuduknya berdiri yang dibangkitkan oleh Adiittya, dan tanpa permisi tangan Adiittya sudah meraba paha mulus yang tertutup mini dress Ayuna


"Mass... ih.. tangannya nakal... nanti dilihat anak anak gimana?!!" suara parau Ayuna, mulai memanas


Adiittya terkikik melihat Ayuna yang berusaha menahan gairahnya. Kemudian ia mengambil remot dan mematikan acara tv yang sedang ditonton Ayuna, lalu dengan cepat mengangkat tubuh Ayuna masuk kekamar.


Sesampai dikamar, tanpa buang waktu lama. Adiittya segera melorotkan dress Ayuna membuat gundukan kembarnya terekspos indah.


"Mumpung anak anak sedang bermain sayang... mas sudah menahannya sejak pagi tadi..." ucap Adiittya sambil melorot separuh dress Ayuna.


"Uumpphh... dadamu semakin kenyal dan kencang, sayang... i like it.." bisik Adiittya seraya mencium gunung kembar Ayuna yang masih terbungkus bra dengan tangan diselundupkan bergerilya m*m*lin dan memutar bagian kecil yang menonjol didada kembar Ayuna.


"Sssttt.... aaahhhh... massss.... " desah Ayuna, tangannya meremas rambut Adiittya


"Mendesahlah sayang... panggil mas terus... eehhmmm... enak sekali sayang..." rancau Adiittya ditengah tengah m*ng*l*m dada kembar Ayuna


"Maaass.... Addiittyaaa.... nggak... kk...uuatt..."


"Keluarkan dulu sayang... nggak apa.." sambil menggigit kecil p*ting Ayuna "Mas tahu... sayang sudah nggak kuat....." tersenyum girang melihat istrinya yang akan mencapai klimaks


"Massss....... aaahhh..... sssttt... ngg...akk..... kuu....atttt..." ucap Ayuna bibirnya bergetar hebat


"Okey. Wait kita keluarkan bareng bareng ya..."


Kemudian Adiittya membuka celananya dan membuka celana dalam Ayuna. Lalu memposisikan dirinya dan tak butuh lama


"Aaahhhhh......" mereka berdua merasa lega karena ronde pertama sudah mencapai klimaksnya


"Terimakasih sayang..." mengecup kening Ayuna "Istirahatlah sebentar, hari ini mas ingin lima kali lagi, sayang..."


"Hah !!!"


Ayuna terkejut mendengar permintaan suaminya. Bukan kenapa napa, pagi tadi sebelum mandi, Adiittya sudah meminta jatah Ayuna. Itupun dua kali ia melakukan, dan sekarang mau nambah lima ronde lagi... sungguh suaminya itu Luuuuaaaarrrrr biasaaaa.....




__ADS_1


🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹


__ADS_2