KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 53


__ADS_3

Maaf teman teman kakak kakak, author lama tidak up. Beberapa hari lalu author sedang ada sesuatu yang tidak bisa author ceritakan disini. Kira kira seperti itulah alasannya 😁😁😁


Itu saja penjelasan author kenapa lama tidak up, so sekarang ikuti cerita selanjutnya.. monggo 👇👇👇👇


Eiittsss.... jangan lupa tinggalkan jejak teman teman kakak kakak untuk menekan LIKE, KOMENT, DAN BINTANG LIMA yachh ??? eehhh... jangan lupa juga kasih VOTE doongg biar semangat author nulis ceritanya 🙏🙏


Untuk yang udah kasih vote koment like dan bintang limanya, author ucapkan banyak banyak terima kasih buwaaannnyyaaakkkk...🙏🙏


 


*******************


 


Didalam kamar, nampak Ayuna membantu suaminya mempersiapkan barang barang yang akan dibawanya ke Malang besok. Sebenarnya Ayuna juga berat harus berjauhan dengan suaminya, apalagi sejak kehamilannya itu ia akan bisa tidur jika dipeluk suaminya. Mungkin bawaan dari si baby mereka.


"Sayang..... kemarilah " panggil Adiittya yang ia lebih duduk disofa bed dalam kamar mereka


Ayuna menurut, ia duduk dipangkuan suaminya dengan kepala disandarkan ke dada suaminya dan tangan yang dikalungkan ke tengkuk leher Adiittya. Sepertinya Ayuna ingin bermanja dengan sang suami sebelum mereka berjauhan nantinya.


Adiittya menyeka peluh didahi dan leher Ayuna" Sayang capek, hemm." tanya Adittya yang diangguki Ayuna


Cup


Adiittya mencium pucuk kepala Ayuna " Mas akan merindukanmu dan Arion, sayang."


"Aku juga mas, apalagi ini." balas Ayuna sambil tangannya mengelus perutnya.


Adiittya tersenyum dan ikut meraba raba anaknya yang masih didalam perut istrinya "Daddy juga akan merindukanmu dan kakakmu, boy."


"Kenapa tidak Rico saja sih mas !!" protes Ayuna yang merajuk


"Tidak bisa sayang, kali ini harus mas sendiri yang kesana. Kalau tidak, cabang Malang akan tutup selamanya. Kasihan karyawan mas disana, nanti bertambah banyak pengangguran."

__ADS_1


"Hhmm tumben kamu bijak mas ??!!" sindir Ayuna dengan bibir mencebik


"Itu sudah sejak lahir lo sayang. Muka tampan kaya bijaksana pula. Wanita mana yang tidak ingin menyentuh tubuh sixpack ku ini. Artis artis Indonesia mah kalah jauh sayang sama mas." kesombongan Adiittya, membuat Ayuna memutar bola mata malas


"Kata orang, cewek malang itu cantik cantik lo mas." ujar Ayuna menguji suaminya


Adittya tersenyum jahil " Benarkah ??" Ayuna mengangguk "Baguslah kalau begitu." Adiittya tersenyum menyeringai jahil


"Apanya yang bagus mas !!" cerca Ayuna mengintimidasi suaminya


"Ya bagus, mas bisa betah diMalang nanti. Jadi... mas tidak takut kekurangan asupan nutrisi. Mas bisa semangat kerjanya. Mas jadi nggak sabar nunggu besok, pingin cepat berkenalan sama cewek cewek malang." kata Adiittya yang sengaja menggoda istrinya, ia ingin tahu seberapa besar cinta istrinya untuknya. Karena memang selama menikah Ayuna tidak pernah menyatakan cinta padanya.


Dan benar saja pelupuk mata Ayuna sudah menggenang dengan cairan bening. Tidak mau Adiittya tahu, Ayuna langsung beranjak turun dari pangkuan suaminya dan berjalan keluar kamar. Ia akan kekamar baby Arion


Adiittya terkekeh kecil melihat istrinya ngambek, masih dengan jahilnya ia bertanya "Sayang... mau kemana, hem ??" tanya Adiittya saat istrinya hendak sampai dibibir pintu kamarnya


Dan Ayuna masih melanjutkan langkahnya "Lihat Arion, uda tidur apa belum" jawabnya dengan suara getar menahan tangis


Senyum kemenangan terbit dibibir Adiittya, masih dengan dramanya, setengah jam kemudian ia menyusul istrinya dikamar anak laki lakinya.


"Maaf mas aku lelah" Ayuna menolak Adiittya, meski ia merasa tubuhnya sudah memanas, ia berusaha menahan desahannya agar tidak keluar.


"Tapi kenapa sayang..?? mas ingin bercinta dengan sayang malam ini. Besok mas sudah harus diMalang, dan itu artinya mas akan puasa selama disana."


"Kamu kan bisa menyalurkan hasyratmu dengan wanita wanita di sana. Jadi kau tidak perlu menahan hasyratmu." ujar sinis Ayuna, ia mencekal tangan Adiittya yang nakal


"Hahahaha.... jadi sayang marah ?? cemburu ?? heem." Adiittya mengangkat kepalanya dengan tangan kiri sebagai penopangnya agar bisa melihat wajah istrinya


Ayuna tidak menjawab, malah air mata yang ia bendung sejak dikamarnya tadi kini ia muntahkan.


Adiittya tersenyum tipis melihat istrinya yang menangis sesenggukkan. Tenyata ia berhasil membuat istrinya cemburu.


"Kenapa menangis sayang ??" tanya Adiittya pura pura bodoh. Namun Ayuna tetap tak mau berbicara " Sayang, mas hanya becanda tadi. Mana ada mas tidur dengan wanita lain. King Cobra mas ini tidak sudi masuk ke sembarang gua wanita lain, sayang. Cobra mas hanya ditakdirkan masuk ke gua sayang saja. Ayo kita pindah sayang." titah Adiittya sambil menciumi pundak mulus Ayuna yang terbuka oleh Adittya.

__ADS_1


Ayuna membalikkan badannya menghadap suaminya, menelisik dalam manik Adiittya


"Beneran mas tidak akan menggoda para wanita disana."


Adiittya mengangguk "Udah yuk kita kekamar." Adiittya bangkit dan berdiri disisi ranjang, tangannya meraih tangan Ayuna membantunya duduk


"Mas tidak bohong kan ??" selidik Ayuna, ia masih ragu dengan kejujuran suaminya


"Tidak sayang, tapi menemani mas minum saja tidak apa kan ???" senyum menyeringai menjahili istrinya


"Tidur sendiri saja, sana !!" Ayuna kembali membaringkan diri, ia marah


Tawa Adiitttya menggelegar " Sayang... sayang.. bangun doong... mas hanya becanda ??" Bujuk Adiittya


"Nggak mau !!"


"Well, malam ini kita bermain disamping Arion" kata Adiittya santai


"Jangan !! nanti ia terusik tidurnya." tolak Ayuna dengan cemberut, pasalnya suaminya itu pasti memintanya berkali kali karena Adiittya sendiri sangat kuat dan tidak punya lelah. Kemudian ia bangun dan langsung disambut oleh Adiittya digendongannya


"Sayang..." suara parau Adiittya, tangannya mulai melepas daster mini Ayuna hanya meninggalkan bra dan cd yang menutupi harta karun Ayuna. "Kamu begitu sexy dan menggoda sayang. Bagaimana bisa aku tidak merindukanmu nanti." desah Adiittya ditelinga Ayuna. Kemudian Adiittya mendaratkan ciumannya dibibir istrinya, pipi, tengkuk, leher lalu ke bahu Ayuna menyesap menggigitnya kecil, sesekali mendesahkan nafasnya ditelinga Ayuna.


Tubuh Ayuna bergetar saat mendapat ciuman dan sentuhan diperutnya.


"Mas geliii...ssshh..."


Adiittya tak berhenti, ia terus menciumi perut telanjang Ayuna." Mas sudah tidak tahan lagi sayang." lalu akhirnya ia merangkak naik menenggelamkan kepalanya didada Ayuna yang semakin kenyal dan padat dengan siku sebagai penyangga agar tidak mengenai perut Ayuna.


"Arrggghh...... eeemmbbb.... sshhh." erangan desahan Ayuna saat jari Adiittya yang menerobos kedalam celana dalamnya "Masss...."


"Diam saja sayang.... ikuti saja permainanku. Mas akan melakukan dengan pelan." Kemudian Adittyya mulai ******* biBir Ayuna penuh gairah. Hingga istrinya tenggelam dalam kenikmatan yang ia berikan.


"Mas janji di Malang nanti tidak akan macam macam dengan wanita lain." pinta Ayuna dengan wajah memelas

__ADS_1


Adiittya tersenyum sambil memeluk tubuh telanjang Ayuna " Mana mungkin mas macam macam sama wanita lain. Kalau sudah ada bidadari surga yang menunggu mas dirumah."


"Gombal...." Ayuna tersenyum girang, entah kenapa ia masih berat melepas suaminya ini.


__ADS_2