
🌹Terimakasih buat readers lovers yang sudah membaca karyaku. Author berharap readers lovers bisa tinggalkan Like, Komen, Tip dan Vote yang banyak ya..... karena itu sangat berarti bagi Author. Semoga readers lovers selalu sehat dan bahagia 🌹
🌹selamat membaca🌹
Pagi ini dengan membawa motor gede, Andrew menyusuri jalanan padat ibu kota ke sebuah gedung bertingkat yang memiliki banyak ruangan tempat orang orang menyembuhkan segala penyakitnya.
Duduk di loby sebuah gedung berlambang palang merah dengan tulisan nama yang memutar RUMAH SAKIT MEDICA UTAMA. Kacamata hitamnya yang sedari tadi bertengger dihidung mancungnya, tak lepas menutupi manik birunya. Meskipun banyak pasang mata yang memandangi, tak menyurutkan kepercayaan dirinya, ia tetap stay cool.
Tok tok tok
"Dokter Allan, ada seseorang mencari anda dan sekarang sedang menunggu diloby" kata salah satu resepsionis rumah sakit itu
Dahi Allan mengernyit, pasalnya ia merasa tak ada janji dengan siapapun
"Okey, lima menit lagi aku kesana." jawab Allan sembari ia menulis resep untuk pasien didepannya.
"Dokter Rizky, aku tinggal menemui tamuku sebentar ya." pamit Allan pada rekan kerjanya yang baru.
"Iya dokter Allan, silahkan."
Allan bersyukur bisa secepat ini mendapat rekan kerja pengganti Ayuna dan ia berharap bisa kerja sama baik dengannya. Dan masalahnya sekarang siapa tamunya itu, tidak biasanya ia mendapat tamu dadakan seperti ini, kecuali Adiittya yang sedang mencari keberadaan istrinya.
Matanya menyipit ketika melihat seorang laki laki duduk dengan kepala menunduk memainkan ponselnya.
"Selamat pagi Tuan, anda mencari sa...." Allan nggak jadi melanjutkan kalimatnya, ia terkejut saat kepala laki laki itu mendongak "Kak Andrew ???"
Andrew tersenyum lalu beridiri dan memeluk pria berjas putih kedokterannya itu.
"Hai Allan, how are you. Long time no see you."
"Seperti yang kakak lihat, i'm fine. Kakak sendiri bagaimana ??"
"Aku selalu sehat, kau tau aku setiap hari olahraga. Jadi aku tak perlu memeriksakan kesehatanku." sindir Andrew, sambil tersenyum tipis
"Ya.. ya... ya... btw bagaimana kakak bisa tahu aku disini. Siapa yang memberitahumu."
"Itu nggak penting. Sebenarnya ada yang aku mau tanyakan padamu."
Allan tersenyum kecut, ia sudah mengetahui arah pembicaraan laki laki didepannya ini
"Bertanyalah, masalah penting apa yang membawa seorang pembisnis hebat datang menemuiku."
__ADS_1
"Tentang Ayuna..." Andrew sengaja menjeda kalimatnya ingin melihat ekspresi Allan selanjutnya "Aku kesini ingin bertanya keberadaan Ayuna saat ini. Kau pasti tahu. Secara dijakarta ini hanya kau dan Ta..ta yang berteman dengannya. Kau tau kan Ayuna nggak punya banyak teman."
"Hahahaha... kak Andrew kau lucu sekali. Kenapa bertanya padaku ?? aku bukan suaminya. Kenapa kakak nggak kerumahnya saja. Pasti dia ada dirumah bersama suaminya yang songong itu."
"Allan, aku yakin kau pasti sudah tahu kalau Ayuna kabur dari rumah."
"Kabur ?? kak Andrew kau jangan melucu dipagi hari. Leluconmu itu tidak membuatku tertawa."
"Allan !!! I'm seriously !!" sentak Andrew, ia jengah dengan kepura puraan Allan
"Okey Fine, calm. Tapi benar aku tidak tahu dimana Ayuna sekarang. Coba kakak tanyakan pada Tata, mungkin dia disana."
Allan sengaja memberi sindiran mengingatkan sosok Tata pada Andrew.
"Thanks" ucap Andrew kesal, lalu ia pergi meninggalkan Allan yang masih mematung menatap kepergiannya.
"Maaf kak Andrew aku tidak bisa memberitahu keberadaan Ayuna padamu. aku harus menjauhkannya dari spikopat Adiittya. Biarkan Tuhan yang menyatukan mereka kembali, jikalaupun masih ada jodoh diantara mereka." isi hati Allan.
######
Pyyaaarrrr
"Ayunaaaaaa.........!!! dimana kau sayang."
Adiittya terus merancau, memanggil nama istrinya, sesekali menciumi foto pernikahan yang dibingkai apik dalam pelukannya.
Dia juga tak tidur semalam suntuk, berharap istri kesayangannya itu pulang kerumah. Bahkan untuk mandi dan mengganti pakaiannya pun tak ia lakukan. Kondisinya benar benar kacau, saat ini. Berkali kali ia melihat ponselnya, berharap ia bisa melacak keberadaan istrinya lewat gps yang terpasang diponsel Ayuna. Tetap saja tidak bisa, karena Ayuna sengaja menonaktifkannya.
"Kau dimana sayang..."
"Ayuunnaa...!!! ayunnaa...!!!" teriak Adiittya dengan memukul mukulkan kepalanya ketembok ruang kerjanya
"Adiittya !!! sudah gila kau !!" Andrew langsung membalikkan tubuh Adiittya lalu melayangkan bogemannya.
Beruntung Andrew datang diwaktu yang tepat, jika tidak mungkin kepala Adiittya sudah penyok 😜😜 ( kaleng kale yach penyok )
Bug !!
"Tidak seperti ini caranya mengatasi masalah."
"Don't touch me !! aarrgghhh....." Adiittyaa menghempas Andrew hingga tubuh Andrew terpelanting kelantai.
__ADS_1
Plak !! plak !!
Andrew menampar kedua pipi Adiitya "Kau mau mati hah !! sadarlah ini belum berakhir, kita bisa menemukan istri dan anakmu." Andrew berusaha membujuk saudara sepupunya agar lebih kuat menghadapi masalahnya, lalu ia memeluk "Lihatlah dirimu, kau harus tetap kuat. Aku janji akan membantumu mencari anak istrimu."
Namun tak ada balasan dari bibir Adiittya, saat Andrew melepas pelukannya ternyata tubuh sahabatnya itu sudah lemas tak bergerak dengan mata terus terpejam membuat Andrew kepanikan.
"Adiittya..!! adiittya !! hei, open your eyes. Wake up Adiittya..!!"
Andrew kemudian membopong tubuh Adiittya untuk dipindah kekamarnya.
"Bi ina !!! panggil om Leo suruh segera datang, cepat !!" kata Andrew saat ina membersihkan diruang keluarga
Setelah ina menghubungi Leo, ia menyusul Andrew kekamar Adiittya, siapa tahu sepupu tuannya itu membutuhkan sesuatu.
Ceklek
Andrew menoleh sekilas karena ia sedang berbicara lewat ponsel genggamnya.
"Halo Rico, apa sudah ada kabar keberadaan Ayuna."
"Belum. Tapi aku sudah menyebar anak buahku dibandara, hotel bahkan dijalan keluar masuk tol pun ada. Tidak hanya itu aku juga minta bantuan pihak kepolisian untuk ikut menjaga disana. Aku juga menugaskan salah satu anak buahku memantau seluruh cctv yang terpasang diseluruh kota ini.
"Okey aku tutup dulu, sepertinya om Leo sudah datang."
"Om Leo ?? apa terjadi sesuatu Andrew ??!!"
"Hem, nanti saja aku ceritakan."
Di rumah Rara, tubuh Ayuna tergeletak dengan cairan infus tertancap ditangan kirinya. Allan memutuskan untuk merawat Ayuna dirumah saja, sesuai kemauan Ayuna. Mengingat kondisinya saat ini tidak lebih parah dari sebelumnya.
"Bu dokter makan dulu atau bersih bersih dulu, biar saya bantu." kata Yati, pembantu Rara.
Ayuna baru bangun disiang hari, semalam ia tidak bisa tidur. Anak dalam perutnya itu terus saja menganggunya, ia kecanduan dengan usapan lembut daddynya. Mungkin karena sudah terbiasa, setiap malam Adiittya selalu menyempatkan menyapa anaknya yang masih betah dalam perut istrinya itu.
"Aku mandi dulu saja, badanku terasa lengket semua." jawab Ayuna, lalu mencium anak laki lakinya yang tertidur pulas disebelahnya.
"Tapi bu dokter ??" cegah Yati, ia khawatir jika terjadi sesuatu pada tamu majikannya saat mandi
Ayuna tersenyum simpul, ia paham kekhawatiran wanita yang lebih tua darinya
"Tenang bi Yati, aku akan baik baik saja. Bantu mandikan anak saya saja, jika ia sudah bangun nanti."
__ADS_1
Yati mengangguk, sedangkan Ayuna pergi kekamar mandi
"Sayang, maafkan mommy memisahkan kalian dengan daddy. Beritahu mommy, apa yang harus mommy lakukan untuk kebahagiaanmu dan abang. Mommy janji kalian tidak akan kekuarangan apapun, meski tanpa daddy."