
"Halloooo....."
"Kakak..."
"Tidak.. tidak..." Andrew menggeleng gelengkan kepala mendengar sebutan kakak yang biasa Tata lakukan padanya
"pergi... dasar wanita ******.... pergi kau....." teriak Andrew kemudian memeluk erat pinggang Loena dan menyembunyikan kepalanya didada Loena.
Loena terkejut, pelan pelan melepaskan pelukan Andrew dan mencakup wajah Andrew dengan kedua tangannya
"Ada apa denganmu, kenapa kau tiba tiba berteriak histeris seperti ini." Loena menatap wajah pucat Andrew
Andrew tak menjawab, ketakutannya masih menyelimuti pikirannya. Loena masih duduk mematung dipangkuan Andrew. Menatap lekat wajah sang kekasih, menunggu jawaban dari Andrew.
"Lalu siapa wanita ****** yang kau suruh pergi itu. Aku ???" tanya Loena kemudian, sengaja memancing Andrew, agar mau berbicara
"Ah tidak sayang, maafkan aku. Ini halusinasiku saja." Andrew tersenyum kecut menutupi kebohongannya
"Hay.. kakak bos.. kenapa kau berteriak ?? kau membuatku kaget." celetuk Roni merasa tidak bersalah, lalu menggeser duduk Andrew yang masih memangku Loena
Loena turun dari pangkuan Andrew, berdiri disamping sofa yang diduduki kekasihnya itu.
"Shitt, kenapa kau memanggilku seperti itu hah !!" Andrew bangkit dari duduknya lalu mencekeram kuat kerah baju Roni hingga tubuh Roni terhuyung kesandaran sofa
"Hahaha apa aku mengingatkan pada...." ejek Roni walau ia merasa susah untuk berbicara
"Tutup mulutmu brengsek" bisik Andrew memotong kalimat Roni sambil membungkam mulut Roni dengan tangannya
Andrew menatap mata Roni lalu ekor matanya melirik pada Loena yang sedang berdiri mematung melihat perkelahian mereka.
Roni memutar bola mata malas, seakan mengerti apa yang dimaksud Andrew.
"Ekhemm, bagaimana bisnis kita, Ron apa ada kendala ???" elak Andrew menutupi kebohongannya dari Loena
"Sayang kau kekamarku dulu ya, ada yang harus aku selesaikan dengan rekan bisnisku." cicit Andrew pada kekasihnya, tidak lupa mendaratkan kecupan dibibir Loena
Dengan rasa penasarannya, Loena mengangguk menuruti perintah kekasihnya lalu pergi meninggalkan dua laki laki misterius dengan sejuta tanya dibenaknya
__ADS_1
"Seperti ada yang aneh diantara mereka, apa yang sebenarnya mereka bicarakan ?? kenapa juga aku tidak boleh mendengar !!" bathin Loena, bibirnya memberi senyum yang dibuat buat untuk Andrew dan Roni
"Sekarang, katakan apa maumu." Tanya Andrew, matanya masih clingukan memastikan Loena sudah benar benar pergi
"Aku mau ambil hakku bos." ujar Roni datar
Tanpa basi basi, Andrew segera pergi dan tak lama kemudian kembali dengan membawa amplop coklat ditangannya.
"Hehehe terimaka...." kalimat Roni tercekat menatap tajam pada Andrew karena merasa dipermainkan olehnya. Bagaimana tidak amplop yang hampir sudah ditangannya tiba tiba Andrew menariknya kembali.
"Apa kau sudah pastikan mereka benar benar meninggal dunia. Apa aku bisa mempercayaimu !!"
"Pasti bos, aku sangat yakin sekali. sahabatnya sendiri yang menceritakannya padaku. Suer... aku jamin." Roni membentuk jari nya V ke atas udara
Buuggg
Andrew melempar amplop tebal diatas meja depan Roni. Bibir Roni terbuka lebar memperlihatkan deretan giginya yang gingsul.
"Ingat setelah ini kita tidak ada hubungan apa apa." Andrew berkata dingin
"Andrew...." celetuk Loena, tiba tiba sudah didepan mereka
"Kamu, sudah kubilang jangan keluar, sebelum aku menyuruhmu !! Kenapa kau membantahku hah !!! Sekarang kamu masuk !! masuk. !!!" Andrew membentak keras, menatap tajam kekasihnya, jari telunjuknya menunjuk kekamar.
Wajah Loena berubah suram melihat kekasihnya sendiri memarahinya didepan orang lain. Malu, bingung, dan marah itulah yang dirasakan Loena sekarang.
"Andrew cukup !!! aku sudah tahu semuanya !!! sekarang kita PUTUS !!" Loena membentak balik Andrew, setelah mengambil tas kecilnya, Aloena melangkahkan kaki panjangnya keluar ruang tamu Andrew, air matanya sudah membasahi kedua pipinya.
Andrew terhuyung ketembok, seluruh badannya terasa lemas. Dia tak pernah berpikir hubungannya dengan kekasihnya akan secepat ini berakhir.
"Seharusnya kau bisa lebih kalem bos, tidak melampiaskan emosimu padanya. Aku yakin dia tidak tahu apa apa. Sekarang kejarlah kekasihmu, sebelum jauh." Roni memegang bahu Andrew memberi nasihat
"Kau dengar kan. Loena sudah tau semuanya, itu artinya dia tau jika aku punya seorang anak dari wanitaa lain. kau dengar kan !!!! teriak Andrew
"Calm down teman, kau tanya dulu apa yang dia ketahui, jangan ambil kesimpulan begitu saja. Sudah buruan kejarlah dia."
Andrew berlari sambil mulutnya komat kamit mengejar Loena hingga di parkiran apartemen, matanya clingukan kekanan ke kiri mencari kekasihnya, namun tak terlihat sedikitpun batang hidung Loena.
__ADS_1
Wajah frustasi Andrew sangat kentara, dia berkali kali mengusap kasar wajahnya, menarik narik rambutnya kebelakang.
"Loena.... !!!!" teriak Andrew sekeras kerasnya, membuat penghuni aparteman lainnya menatap dirinya risih.
Dengan nafas tersengal sengal, Roni berlari menyusul Andrew diparkiran "Bagaimana brow, sudah ketemu wanitamu ??"
Andrew menggeleng kepala lesu, kedua lututnya terduduk dilantai sebagai tumpuan berat badannya. Air matanya menetes tanpa diminta.
Roni merasa kasihan melihat Andrew seperti ini "Kembalilah ke apartemenmu Drew, tenangkan dirimu dulu, besok baru kau temui kekasihmu itu, jelaskan semua yang terjadi" berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan wajah Andrew.
"Aku mencintainya Ron, aku tidak mau kehilangan dia, dia hidupku...hanya dia yang aku mau.. Allloooooeennnaaa......"
Sambil menepuk bahu Andrew "Pesanku jangan ada dusta diantara kalian. Masuklah !! Aku pergi dulu. Jaga dirimu baik baik." lanjut Roni menasihati Andrew
"Thank's brow." ucap Andrew matanya berkaca kaca
"Loena maafkan aku, tidak seharusnya aku marah padamu... aku menyesal Loena... sungguh sangat menyesal." gumam Andrew menyesali kemarahannya
Setelah meluapkan emosinya, Andrew perlahan bangkit dari duduk berlututnya. Dan kembali ke apartemennya. Matanya menatap lurus kedepan, hingga tidak menyadari ada sepasang mata berbulu lentik sedang mengintai dirinya.
Walaupun marah dan kecewa pada kekasihnya, Loena tidak bisa menepis rasa cintanya pada Andrew. Hati Loena seperti diiris pisau melihat ketidakberadayaan Andrew seperti itu.
"Maafkan aku Drew.... aku harus melakukan ini.... mungkin kita tidak berjodoh..." suara lirih Loena
Sementara Andrew masih uring uringan diapartemennya, rumah yang biasanya terlihat rapi sekarang sudah seperti kapal tetanic, tidak beraturan sama sekali.
Bug bug bug
"Taaattttaaaaaa.... kau benar benar membuat hidupku hancur. Kau membuatku kehilangan wanita yang aku cintai. Kau memang keparat Tata.... Masuklah kau neraka. Hatimu busuk.!!! sudah meninggalpun kau masih mengganggu hidupku.... ******** kau Tata.."
Banyak umpatan umpatan yang Andrew lontarkan pada Tata, hingga dia tidak memperdulikan darah segar yang mengalir disela sela jari tangannya.
Duduk tergulai diatas lantai, Andrew benar benar tidak berdaya, putusan kekasihnya membuat hatinya hancur berkeping keping. Kenyataannya wanita yang dikencani selama bertahun tahun akan meninggalkannya selamanya.
๐นto be continue๐น
Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih ๐ค๐ค ๐ค
__ADS_1
i_eyyun ๐๐