KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 36


__ADS_3

"Tuuaaann... Nyonya.... tuan.... " teriak Lala panik


Lala berlari mencari tuannya, tapi tak menemukan keberadaannya.


"Tuan keluar La, nyonya kenapa ???" tanya bi ina terbangun mendengar teriakan Lala


"Bi..telfon tuan sekarang, nyonya mengeluarkan banyak darah."


Segera bi ina melakukan panggilan pada tuannya berkali berkali, namun telfonnya terhubung dengan pesan suara


"Tidak bisa La" kata bi ina ikutan panik


Sayup sayup Ayuna mendengar dua asisten rumah tangganya, mengatakan jika suaminya tidak bisa dihubungi.


Perlahan Ayuna mengambil ponsel diatas narkas, lalu mengdeal nomor Alan, orang yang bisa membantunya saat ini. Dia sudah menyiapkan diri, yang akan dilakukan suaminya jika mengetahui ia menelfon Alan.


"Halo Alan, tolong... aku pendarahan" kata Ayuna saat sambungan telfon terhubung


"Ayuna !!! aku kerumahmu sekarang." jawab Alan setelah beberapa detik ia mencerna yang dikatakan sahabatnya


Alan menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi, setelah mendapat alamat rumah Ayuna.


Mobil sedan Alan, berhenti asal tepat didepan pintu ruang tamu Ayuna bersama Rara.


"Mas Alan ??" ucap bi ina terkejut dengan kedatangan Alan


"Dimana Ayuna, bi ??" matanya mengedar ke seluruh ruangan rumah mewah


Seakan bi ina mengerti, wanita beruban segera mengajak Alan kekamar Arion. Sorot mata Alan tidak bisa berbohong ada kemarahan yang teramat, melihat keadaan sahabatnya yang tak berdaya.


Ayuna segera di bopong masuk kedalam mobil, lalu membawanya kerumah sakit.


Saat ini Adiittya di night club setelah pertengkarannya. Membawa sebotol minuman alkohol ditemani wanita. Adiittya memejamkan matanya merasakan sentuhan dari wanita yang sibuk memainkan tubuhnya.


Ddrrrtttt ddrrtt


"Halo ma...." sapa Adiittya pada mamanya


"Adiittya opa kritis, apa kamu bisa ke belanda ??" pinta suara parau mama Mirna menahan tangis


Adiittya mendorong tubuh wanitanya tiba tiba setelah mendapat telpon.


"Apa !!! Baiklah, Adiittya berangkat sekarang."


"Rico, siapkan keberangkatanku kebelanda sekarang."


Gelapnya lagit mulai memudar menampakkan sang surya yang mulai bersiap menyelinap ke peraduannya. Di temani para penghuni rumah sakit, disini Alan duduk termenung seorang diri. Menyandarkan kepalanya sambil memejamkan matanya disandaran kursi tunggu pasien.


"Dokter Alan ??" kedatangan Dokter Leo membuyarkan rasa kantuknya


"Pagi dok." ujar Alan masih mengumpulkan separoh nyawanya


"Sedang menunggu siapa ??"


"Ayuna dok."


"Ayuna ?? apa yang terjadi ??"

__ADS_1


"Pendarahan."


"Lalu dimana Adiittya ??"


Bibir Alan mengatup, menunduk sambil menggelengkan kepala


"Maksudmu Adiittya tidak tahu keadaan istrinya ??"


Diamnya Alan menjawab pertanyaan Leo, laki laki berusia 40an ini mencoba menghubungi Adiittya, namun lagi lagi hanya pesan suara yang didengar Leo seperti bi ina yang sebelumnya.


"B******k, ponselnya mati pula." Leo marah menghantam tangannya ke tembok


Dokter Leo pergi kerumah Adiittya, guna mencari cucu Tuan besar yang menjadikannya dokter pribadi


"Adiittya... Adiittya... Adiittya...!! teriak Leo diteras rumah berdesain ala eropa itu.


"Dokter Leo ??" pekik bi ina terkejut


"Dimana Adiittya !!!" teriak dokter Leo menggelegar


Sebelum bi ina bercerita pertengkaran sang majikannya, bi ina mempersilahkan dokter Leo masuk kedalam rumah.


"Adiittya benar benar keterlaluan" kata Leo


"Nyonya pendarahan ???" sahut Rico, tidak sengaja mendengar cerita bi ina


"Rico..." ucap lirih Leo


"Rico, katakan dimana Adiittya sekarang. Dia harus tau keadaan istri dan anaknya !!!" imbuh Leo tidak bisa menahan emosinya


"Bos, sedang perjalanan ke belanda. Tuan besar lagi kritis sekarang." lanjut Rico kemudian


Aaarrgggghhhhh erangan frustasi Leo


"Rico, kau harus tetap memberitahu Adiittya apapun yang terjadi." Dokter Leo menepuk bahu Rico


"Pasti om." ucap Rico semangat


Ketiga makhluk ciptaan Tuhan kembali pada aktifitasnya masing masing. Bi ina kembali pada melanjutkan kegiatannya didapur, Dokter Leo kembali pulang karena habis shif malam sedangkan Rico kembali ke kantor menggantikan Adiittya.


Di kantor, Rico sudah disambut dengan tumpukkan dokumen yang diterima dari seketarisnya Adiittya. Dia duduk menyandarkan punggungnya di kursi. Baru saja dia akan mengecek laporan diatas mejanya. Namun konsentrasinya terpecah antara pekerjaan dan istri dari bosnya, yang sampai saat ini bosnya sekaligus sahabatnya itu belum juga menghubunginya balek.


Drrrttt ddrrrttt


Suara ponsel Rico mengalihkan konsentrasinya pada tumpukan dokumen.


"Haloo" wajah Rico berubah masam, melihat nama diponselnya bukan nama bosnya


"Pak Rico sepertinya ada yang ingin menghancurkan perusahaan cabang kita di Malang"


"Shiiittt, kau selidiki dulu apa saja yang sudah dilakukan pada perusahaan kita dan cari nama perusahaannya."


"Baik bos."


Rico memutuskan sambungan telfonnya, kini dia benar benar dibuat frustasi oleh keadaan.


"Masalah apa lagi ini, bagaimana aku bisa mendapat seorang istri bos... jika aku yang selalu mengatasi semua masalahmu." gerutu Rico mengusap wajahnya kasar

__ADS_1


Tiba tiba wajah sendu Rico berubah senang seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.


"Hallo bos, ke mana saja sih bos"


"Ada apa ?? jangan bilang kau tidak sanggup mengurus perusahaanku Rico."


"Bukan itu bos, aku mencarimu karena ada kabar buruk buatmu."


"Katakan."


"Yang pertama, perusahaan kita dalam bahaya. Ada perusahaan lain menjiplak produk kita. Yang kedua...." Rico sengaja menggantung kalimatnya, dia ragu akan mengatakan keadaan Ayuna pada bosnya atau tidak


"Katakan yang jelas Rico !! jangan berbelit belit kau !!" hardik Adiittya karena penasaran


"Bos janji setelah mendapat kabar buruk yang kedua ini, kau akan baik baik saja."


"Apa kau sudah bosan hidup hah !! cepat katakan !!!"


"Yang kedua... tentang istrimu bos"


"Rico !!!" bentak Adittya karena Rico tak kunjung cerita


"Istrimu pendarahan bos.. sekarang dia dirumah sakit... kritis." suara Rico melemah, dia tidak sanggup membayangkan keadaan bosnya dibelanda sekarang.


DiBelanda dia harus menemani sang mamanya merawat kakeknya yang juga sedang koma, tapi disisi lain istrinya pun juga membutuhkannya disampingnya untuk memberi semangat.


Byyyaaarrr


Dada Adiittya terasa mendapat hantaman keras, tubuhnya terkulai lemas. Seperti serasa mati saat itu juga.


"Kau tidak bercanda kan Rico" suara parau terdengar dari mulut Adiittya


"Bos..."


"Bagaimana keadaan anak istriku sekarang" tanya cepat Adiittya memotong kalimat Rico


"Menurut om Leo, dia masih belum sadar. Ayuna banyak mengeluarkan darah."


"Saat ini Nyonya ditemani Alan, dia juga yang membawa Nyonya kerumah sakit bos." imbuh Rico menjelaskan


"Alan ?? shhiitttt, selalu saja b******n tengik itu mencari keaempatan disaat hubunganku sedang tidak baik dengan istriku."


"Bos tolong jangan marah dengan istrimu, karena pada waktu kejadian ponselmu tidak bisa dihubungi. Mungkin hanya dokter itu yang ada dipikiran istrimu. Percayalah bos istrimu tidak pernah selingkuh seperti yang kau kira. Buang jauh jauh cemburumu yang tak beralasan itu."


"Kau masih ingat kan bagaimana si brengsek itu mengatakan akan mengambil Ayuna dariku. Ucapannya itu selalu terngiang ditelingaku."


"Bos, please tahan amarahmu. Kasihan anak istrimu, saat ini dia sangat membutuhkanmu. Kau tidak ingin kehilangannya kan ???"


"Kau benar Rico, aku harus pulang segera aku tidak mau istriku menghadapi ini sendiri."


"Aku menunggumu bos, kau berhati hatilah."


๐ŸŒนto be continue๐ŸŒน


Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih BINTANG LIMA pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih ๐Ÿค—๐Ÿค— ๐Ÿค—


i_eyyun ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2