KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
Episode 51


__ADS_3

Sore ini, pulang dari dinasnya di rumah sakit. Ayuna berencana memberi kejutan untuk suaminya dengan ia berkunjung ke kantor suaminya. Dengan memecah kepadatan jalanan ibu kota, Pak Kasim akhirnya bisa membawa Ayuna didepan gedung PT. Sea Food Sebastian milik suaminya.


"Pak Kasim istitahat saja dulu, saya masuk sebentar."


"Baik nyonya"


Setiba diloby, semuat mata tertuju pada penampilan Ayuna yang menawan. Hari ini ia mengenakan dress soft pink dengan hels yang tak terlalu tinggi serta rambut yang digulung keatas. Tak lupa tas jinjingnya ditangan kanannya.


Namun tiba tiba ada yang menahan tangan Ayuna saat akan masuk.


"Maaf nyonya, anda tidak masuk. Anda harus melapor dulu pada kami. Setelahnya saya akan menginformasikan pada pihak yang ingin anda temui." sela seorang resepsionis


Senyum Ayuna mengembang memperlihatkan deretan giginya yang putih, kemudian berjalan ke meja resepsionis


"Maaf, bisakah saya bertemu dengan Pak Adiittya ??"


"Apa anda sudah membuat janji dengan beliau ??" tanya nya lagi


Ayuna menggeleng, masih memperlihatkan giginya yang rapi. " Bilang sama beliau, Ayuna Maharani ingin bertemu dengannya."


Sambil menunduk sopan, karyawati itu mempersilahkan Ayuna duduk disofa setengah lingkaran di loby. Kemudian ia nampak berbicara dengan seseorang ditelpon.


"Mohon ditunggu sebentar, nyonya" resepsionis itu menyampaikan pesan dari seketaris Adiittya


Ayuna mengangguk dan tersenyum tipis. Tidak lama kemudian terdengar suara yang tak asing untuknya. Kembali menampakkan senyumnya, ia berdiri menyambut suaminya.

__ADS_1


"Sayang...!!!" teriak Adiittya memanggil istrinya, membuatnya menjadi pusat perhatian seluruh karyawannya.


Setelah mengecup setiap inchi wajah istrinya, dan terakhir pada bibir ranum istrinya. Adiittya berjalan ke meja resepsionis.


"Kenapa tak kau ijinkan istriku masuk, hah !!" sentak Adiittya pada karyawannya yang baru


"Maaf tuan" kata karyawati itu, tubuhnya sudah gemetar mendengar suara keras Adiittya.


"Mas sudahlah. Dia nggak tahu jika aku ini istrimu." sela Ayuna memberi senyum lembutnya dan mengusap usap lengan Adiittya untuk menenangkannya.


"Mbak Lili baru disini" kini giliran karyawan itu yang ditanya, setelah Ayuna membaca name tag gadis baru itu.


Masih menunduk karyawati yang bernama Lili itu menjawab "Benar nyonya"


"Iya sayang, sebentar lagi tidak. Aku akan memecatnya." sahut Adiittya, menatap Lili yang masih menunduk.


"Ya Allah, mimpi apa aku semalam. Dihadapkan dengan si singa seperti ini. Jika benar benar dipecat, gimana aku membiayai ibuku, Ya Allah." bathin Lili merutuki dirinya sendiri


"Tuan, nyonya maafkan kesalahan saya. Tolong jangan pecat saya. Saya harus membiayai ibu saya yang sedang sakit. Tuan saya mohon." pinta Lili memberanikan diri menatap Adiittya sambil kedua tangannya mengatup.


"Hmm.. mas harus berterimakasih pada mbak Lili." kata Ayuna mengingatkan "Dengan kejadian ini, mas bisa melihat jika karyawan mas itu bekerja sangat profesional. Buktinya ia sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaannya sesuai peraturan perusahaan." jelas Ayuna, agar suaminya itu bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar.


"Sudah mas, yuk masuk." ajak Ayuna


Adiittya mengangguki ajakan istrinya, mencium kening Ayuna sekilas, lalu menatap Lili kembali.

__ADS_1


"Kamu !! berterimakasihlah sama istriku, karenanya kau masih bisa bekerja disini. Dan ambil bonusmu dikantor administrasi."


Lili mendongak, matanya berbinar binar pasalnya ia tidak jadi dipecat bahkan ia mendapatkan bonus dari bosnya. Dimeja resepsioanis ia mematung mencerna pernyataan Adiittya. Setelah sadar, Lili kemudian berlari mengejar Adiittya dan Ayuna yang sudah berjalan hendak masuk lift.


"Tuan !! Nyonya !!


Adiittya dan Ayuna menghentikan langkahnya


"Maaf Tuan Nyonya, atas ketidaksopanan saya." Lili menjeda kalimatnya sambil mengatur nafasnya yang tersengal sengal sebelum melanjutkan kalimatnya lagi. Ia meraih tangan Ayuna hendak mencium punggung tangan Ayuna, namun segera ditepis oleh Adiittya. Padahal Lili berniat berterimakasih pada mereka


"Jangan senyuh istriku !!" Lili tersentak


"Mas !!!" pekik Ayuna, kemudian ia meraih tangan Lili, menggenggam dan membelai lembut.


"Saya ingin mengucapkan terimakasih banyak nyonya tuan" ucap Lili, ia melirik Adiittya yang masih cuek padanya


"Ayuna mengangguk" Kami yang berterimakasih sama mbak Lili, sudah bekerja dengan baik."


Setelah itu Lili memundurkan tubuhnya memberi jalan majikannya. Adiittya berjalan dengan tangannya melingkar dipinggang istrinya, satu tangannya lagi dimasukkan kedalam saku celanannya. Seperti biasa tidak ada senyum di bibir Adiittya ketika paea pegawainya sedang menyapanya, namun Ayuna membalasnya dengan senyuman.


Bahkan Adiittya tidak merasa risih jika kemesraannya menjadi tontonan semua karyawannya. Berbeda dengan Ayuna, ia malu dan merasa canggung.



>Kakak mampir juga yach dinovelku yang lain "Ku Pilih Hatimu"

__ADS_1


>Kakak kakak quuu kasih VOTE untuk novelkuh ya..., tinggalkan Jejak dengan menekan LiKE, KOMENT dan jangan lupa beri aku BINTANG LIMA.


>Terimakasih 😘😘


__ADS_2