KISAH CINTA DOKTER AYUNA

KISAH CINTA DOKTER AYUNA
episode 17


__ADS_3

"Assalamu'alaikum" salam Ayuna saat memasuki rumahnya.


"Wa'alaikumsalam, kamu sudah datang, Nak ???" jawab bu Aisyah


"iya bu. Bu, kenalkan ini Pak Adiittya dan sebelahnya Pak Rico."


Ibunya Ayuna tertegun melihat dua laki laki berperawakan tinggi, apalagi Adiitya yang memiliki postur tubuh besar berkulit putih dengan mata biru.


"Pak Rico, Pak Adiittya ini ibu Ayuna"


Dua lelaki itu menjabat tangan dan mencium tangan bu Aisya dan memperkenalkan nama mereka masing masing.


"Assalamu'alaikum" salam pak Hendrawan saat masuk kedalam rumah


"Wa'alaikumsalam" jawab Yuna dan ibunya


"Pak Adiitya, Pak Rico kenalkan ini bapak Ayuna ???" kata Ayuna,


Kemudian mereka saling memperkenalkan diri dan saling melempar senyum


"Tuan tuan silakan duduk, maaf rumah kami tidak sebesar dan senyaman rumah anda" kata bapak Yuna


"Tapi kami suka, rumahnya asri dan sejuk."


"Alhamdulillah kalau tuan tuan merasa nyaman. Bagaimana perjalanannya lancar ???"


"Puji Tuhan Lancar Pak. Bapak apa kabar apa sudah baikan ??? saya dengar kemarin bapak habis operasi." kata Adiitya


"Alhamdulillah sudah baikan, Tuan ???"


"Pak, bu, panggil Adiittya dan Rico saja, saya merasa canggung kalau di panggil *tuan*."


"Hahahah.... baiklah kalau begitu saya panggil Nak saja bagaimana ???."


Sementara ketiga laki laki mengobrol diruang tamu, Ayuna dan ibunya menyiapkan makan siang.


"Pak, makan siang sudah siap." kata Yuna menghampiri mereka


"Nak Adiitya dan nak Rico mari makan siang dulu." ajak bapak Ayuna


Kemudian mereka makan siang, melihat Adiitya dan Rico makan dengan lahap, keluarga kecil itu tersenyum.


"Adiittya kau ini doyan apa lapar ???" kata Ayuna sambil tertawa


"Hhuussttt, nggak boleh bicara seperti itu Nak, itu tidak sopan."bu Aisyah melototi Ayuna


"Hehehe habisnya masakan ibumu sangat enak, Ayuna. Lebih enak daripada masakan kamu." kata Adiiittya


"Banyak alasan kau ini bos, bilang saja kalau lapar." timpal Rico terkekeh


"Kau ini, bukannya kau juga lapar ?! lihatlah satu butir nasipun tak ada dipiringmu. Untung saja itu piring tidak bisa dimakan, kalau tidak sudah habis kau makan." sungut Adiittya


Mendengar gerutu Adiittya , keluarga sederhana itu tertawa terpingkal pingkal hingga Ayuna mengeluarkan air mata.

__ADS_1


"Sudah sudah buruan habiskan makannya setelah itu istirahatlah !!! pasti kalian capek kan ?? Yun, setelah ini antar tamu kita kekamarnya."


"Iya pak."


Semenjak dikamar Adiittya tidak bisa memejamkan matanya sama sekali, padahal saat ini Adiitya merasa capek sekali karena perjalanannya. Lain halnya dengan Rico yang sudah mendengkur sejak tadi.


"Hey... kok melamun ???" kata Ayuna


"Eh.. kamu sayang, sini duduklah disebelahku ???"


Ayuna menuruti Adiitttya duduk disebelahnya


"Adiittya, apa yang sedang kau pikirkan ??" tanya Ayuna


"Tidak, aku sedang menikmati suasana rumahmu saja. Aku membayangkan anak anak kita berlarian ditaman itu, pasti menggemaskan."


"Hahahhaha, anda terlalu jauh Tuan ???"


"Di aminkan dong sayang, kita kan tidak pernah tau rencana Tuhan."


"Aminn... pacarku semakin pintar saja."


"Baru sadar kalau kekasihmu ini pintar, hem."


Saat mereka bersenda gurau, tetangga Ayuna lewat depan mereka dan menyapa Ayuna. Ayuna membalas sapaan mereka dengan ramah.


"Siapa dia ???."


"Tetangga sebelah, disini kita sangat akrab satu sama lain. Aku yakin setelah melihatmu, akan ada berita buruk lagi tentangku."


"Disini tidak seperti di Jakarta, ada berita sedikit langsung menyebar dikampung."


"Kenapa begitu ???"


"Ya memang seperti itu, makanya kamu jangan bertingkah aneh aneh. Melihat tampangmu saja mereka sudah merasa aneh."


" Hahahaha...."


"Sudah yuk masuk, hari sudah mulai gelap." kata Ayuna masuk ke dalam rumah dan diikuti oleh Adiitya.


Setiba pulang dari sholat magrib dimasjid. Pak Hendrawan dan yang lainnya makan malam bersama.


"Yuna, setelah ini bapak ingin berbicara dengan kalian berdua, aku tunggu diruang tengah ya !!"


"Iya pak."


"Adiittya, kau sudah siap kan, apapun yang akan ditanyakan oleh bapakku."


"Don't worry, it's okey."


Setelah makan, mereka berkumpul diruang tengah


"Maaf sebelumnya, benarkah Nak Adiittya mencintai Yuna ??" tanya Bapak Yuna

__ADS_1


"Iya pak, saya mencintai Ayuna."


"Atas dasar apa Nak Adiitya suka sama Yuna. Apa Yuna yang berinisiatif lebih dulu mendekati Nak Adiitya."


"Tidak Pak, Ayuna gadis baik baik. Saya suka dengan kepribadian Ayuna, Ayuna sudah merubah saya dari masa lalu saya yang buruk. Saya bangga bisa dekat dengannya."


"Kamu pasti tau, dalam hubungan kalian ada sebuah perbedaan yang sangat besar. Dan saya tidak bisa mengijinkan anak saya menjalin hubungan dengan laki laki yang berbeda keyakinan."


"Iya Pak, saya tau."


"Lalu ??"


Adiittya menunduk sambil memijit pelipisnya, terlihat jelas dia sedang berpikir keras.


"Nak Adiittya, Bapak tidak pernah melarang Yuna berhubungan dengan laki laki manapun. Baik dia kaya atau tidak, yang paling utama bagi kami adalah agamanya. Kalau Nak Adiittya tidak bisa mengikuti agama kami, lebih baik hubungan ini tidak diteruskan. Karena sampai kapanpun bapak dan ibu tidak akan setuju jika Yuna berhubungan dengan laki laki yang berbeda keyakinan, walaupun dia sangat kaya raya."


"Dan kamu Yuna, Bapak tidak pernah menuntut apapun darimu. Bapak memberimu ijin ke Jakarta agar kamu bisa mengejar cita citamu, dan bapak berharap besar untuk itu. Dan untuk masalah ini, bapak tidak bisa bertoleransi. Jika Nak Adiitya tidak bisa memberi keputusan lebih baik kau sudahi hubungan kalian ini."


Ayuna hanya diam tidak berani menjawab perintah bapaknya.


"Pak, saya mohon beri saya waktu untuk memantapkan hati saya." sela Adiittya


"Baiklah, saya beri waktu kamu sebulan untuk memutuskannya."


"Terimakasih."


" Karena suara adzan sudah berkumandang, bapak tinggal ke masjid dulu ya."


Adiitya mengangguk dan tersenyum


"Adiitya, Pak Rico saya dan ibu mau sholat dulu, tidak apa kan kami tinggal ???"


"Iya sayang, silahkan."


Ayuna dan ibunya langsung pergi keruang sholat yang ada dirumahnya. Sedangkan Adiiittya dan Rico duduk duduk diteras sembari memperhatikan beberapa orang laki laki memakai baju koko dan peci dikepalanya, sedangkan para ibu memakai kain yang lebar dan panjang untuk penutup kepalanya.


"Bos, waktu yang diberikan bapaknya Ayuna apa tidak terlalu cepat ??!" tanya Rico


"Entahlah Ric, mungkin mereka khawatir Ayuna semakin terjerumus dengan cinta yang rumit ini."


"Lalu apa keputusanmu , bos ??"


Adiitya menghela napas panjang, enggan menjawab pertanyaan Rico.


"Aku tau, Ayuna itu sangat istimewa buatmu, apa bos sanggup melihatnya menderita dengan situasi seperti ini."


"Bos, aku hanya mengingatkan, segeralah mengambil keputusan. Jika kau mengikuti agama Ayuna, kau harus yakin bukan ragamu saja melainkan jiwamu juga. Dan itu pasti sangat berat. Sebaliknya, jika kau ragu lebih baik mundur dari sekarang bos, daripada kalian semakin sulit untuk berpisah."


Sekarang Adiitya benar benar dibuat bingung dengan situasi ini. Dia belum yakin apakah dia mampu mengikuti keyakinan kekasihnya yang penuh dengan aturan dan larangan. Karena selama ini dia terbiasa hidup bebas, walaupun secara tidak sadar saat ini dia telah belajar memperbaiki diri.


๐ŸŒนto be continue๐ŸŒน


Bosssquuuu jangan lupa sebelum beralih tekan LIKE, ketik KOMENTAR, kasih bintang lima pada halaman sampul dan VOTE untuk novel ini yacchhh...... terimakasih ๐Ÿค—๐Ÿค— ๐Ÿค—

__ADS_1


i_eyyun ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2